Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Mager atau malas bergerak. - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Banyak orang merasa sudah menjaga kesehatan jantung dengan makan bergizi dan tidur cukup, tetapi tanpa disadari tetap menempatkan organ vital ini dalam bahaya. Kebiasaan malas bergerak (mager) disebut dokter sebagai kesalahan paling fatal yang sering dianggap sepele.
Dokter bedah kardiovaskular bersertifikat asal Amerika Serikat, Dr. Jeremy London, membagikan peringatan medis penting berdasarkan pengalamannya lebih dari 25 tahun menangani pasien jantung. Seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin (19/1/2026) ia menegaskan bahwa ancaman terbesar bagi kesehatan jantung bukan semata makanan tidak sehat, melainkan gaya hidup yang minim aktivitas fisik.
Gaya Hidup Sedenter atau Kurang Bergerak
Menurut Dr. London, gaya hidup sedenter—yakni kebiasaan duduk terlalu lama dan jarang bergerak—merupakan faktor paling merusak bagi kekuatan jantung. Hal ini disebabkan jantung pada dasarnya adalah otot yang membutuhkan stimulasi rutin agar tetap kuat dan efisien.
"Satu hal yang harus Anda hindari adalah hidup sedenter. Telah terbukti bahwa istirahat di tempat tidur (bed rest) dalam waktu singkat saja dapat menurunkan fungsi jantung. Jantung hanyalah sebuah otot. Jika Anda tidak menggunakannya, Anda akan kehilangan kemampuannya (If you don't use it, you lose it)," jelas Dr. London.
Jantung Kuat Berkaitan Langsung dengan Umur Panjang
Dr. London menekankan bahwa kekuatan jantung memiliki hubungan erat dengan tingkat kelangsungan hidup seseorang. Pasien dengan kondisi jantung yang kuat terbukti memiliki peluang bertahan hidup yang lebih baik dibandingkan mereka yang fungsi jantungnya lemah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam jangka pendek, jantung yang kuat mempercepat proses pemulihan pascaoperasi. Sementara dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko kematian atau mortalitas secara keseluruhan.
Aktif Bergerak Setiap Hari
Kabar baiknya, Dr. London menyebut bahwa fungsi jantung tidak bersifat statis. Kesehatan dan kekuatannya dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan, melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dan terukur.
Saat seseorang berolahraga dan memacu tubuhnya, ia sebenarnya sedang mengirimkan “sinyal” kepada jantung agar bekerja lebih efisien dan semakin kuat. Investasi ini tidak hanya berdampak pada kebugaran, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap potensi umur panjang.
Pesan Penutup Dr. London: "Jangan terjebak dalam gaya hidup sedenter. Bergeraklah setiap hari, berlatihlah dengan tujuan, dan ingatlah bahwa jantung Anda akan membalas setiap upaya yang Anda berikan."
Catatan untuk pembaca: Artikel ini bertujuan sebagai informasi kesehatan dan bukan pengganti nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter jika memiliki pertanyaan atau kondisi medis tertentu terkait kesehatan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Hindustan Times
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 13 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Daftar lengkap lokasi pemadaman listrik sementara di Yogyakarta, Sleman, Sedayu, dan Gunungkidul pada Rabu, 13 Mei 2026. Cek jadwal pemeliharaan jaringan PLN di
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.