Alex Marquez Diduga Melaju 212 Km/Jam Saat Crash Horor
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Ilustrasi menahan kentut. (Pixabay)\r\n
Harianjogja.com, JOGJA— Kebiasaan menahan kentut atau dalam istilah medis disebut Flatulensi dapat berdampak pada kesehatan jika dilakukan terlalu sering. Gas yang seharusnya dikeluarkan justru menumpuk di saluran pencernaan dan memicu berbagai keluhan.
Bagi banyak orang, menahan kentut dilakukan demi menjaga kenyamanan di tempat umum. Namun, kebiasaan ini justru bisa membuat tubuh bekerja lebih keras karena gas tidak keluar secara alami.
Dilansir dari Halo Doc, gas dalam tubuh terbentuk dari udara yang tertelan, proses pencernaan makanan, serta aktivitas bakteri di usus. Ketika gas tersebut tertahan, tekanan dalam perut meningkat dan memicu rasa tidak nyaman.
Dampak Menahan Kentut bagi Tubuh
Perut kembung
Penumpukan gas membuat perut terasa penuh dan tegang, seperti ada tekanan dari dalam.
Nyeri atau kram perut
Gas yang tidak keluar dapat menyebabkan rasa sakit, terutama di bagian tengah hingga bawah perut.
Gangguan pencernaan
Proses kerja sistem pencernaan menjadi tidak optimal karena aliran gas terhambat.
Tekanan pada usus meningkat
Gas yang tertahan memberi tekanan tambahan pada dinding usus sehingga memperlambat kinerjanya.
Memicu sembelit
Tekanan gas dapat menghambat pergerakan feses sehingga buang air besar menjadi tidak lancar.
Rasa tidak nyaman di dada
Dalam kondisi tertentu, gas bisa naik ke atas dan menimbulkan sensasi seperti dada tertekan.
Nafsu makan menurun
Perut yang terasa penuh membuat seseorang cepat kenyang meski belum makan cukup.
Bau napas tidak sedap
Dalam kasus tertentu, gas yang tertahan bisa terserap kembali ke aliran darah dan keluar melalui napas.
Dampak bagi Aktivitas Sehari-hari
Keluhan seperti kembung dan nyeri perut dapat mengganggu fokus, terutama saat bekerja atau beraktivitas di luar rumah. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup.
Menahan kentut sesekali memang tidak berbahaya. Namun, jika menjadi kebiasaan, efeknya bisa terasa dalam jangka panjang pada sistem pencernaan.
Karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami sinyal tubuh dan tidak menahan gas terlalu lama, tentu dengan tetap memperhatikan situasi dan etika di lingkungan sekitar.
Dengan membiarkan proses alami tubuh berjalan normal, kesehatan pencernaan dapat tetap terjaga dan aktivitas sehari-hari pun menjadi lebih nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.