Gempa NTT, 200 BTS Terdampak dan Layanan Seluler Terganggu
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Perawatan wajah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Tren regenerative beauty atau kecantikan regeneratif kini mulai mencuri perhatian di Indonesia. Berbeda dari perawatan instan yang hanya fokus pada tampilan luar, pendekatan ini menekankan kesehatan kulit dari dalam—hingga ke level sel. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap healthy aging, metode ini diprediksi menjadi standar baru dalam dunia estetika modern.
Praktisi biohacking dari Nurtura, Dr. Yusri Dinuth, menjelaskan bahwa konsep kecantikan regeneratif berfokus pada penguatan fungsi biologis kulit. Tujuannya bukan sekadar membuat kulit tampak glowing, tetapi juga lebih kuat, sehat, dan tahan terhadap penuaan.
“Dunia estetika kini bergerak menuju kecantikan regeneratif. Kulit yang sehat tidak cukup hanya terlihat cerah di permukaan, tetapi harus memiliki kualitas biologis yang optimal,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Bukan Sekadar Anti-Aging Biasa
Selama ini, perawatan anti-aging konvensional cenderung menitikberatkan pada hasil cepat—seperti mengurangi kerutan atau mencerahkan kulit dalam waktu singkat. Namun, metode tersebut sering kali tidak menyentuh akar masalah di tingkat sel.
Sebaliknya, regenerative beauty bekerja lebih dalam dengan merangsang regenerasi alami kulit. Pendekatan ini diyakini mampu memberikan hasil yang lebih tahan lama karena memperbaiki struktur dan fungsi kulit dari dalam.
Teknologi Canggih: Eksosom hingga NAD+
Dalam praktiknya, metode kecantikan regeneratif memanfaatkan berbagai teknologi mutakhir. Salah satunya adalah protokol berbasis optimasi seluler yang menggabungkan terapi eksosom, peptida, hingga NAD+.
Melalui inovasi yang diperkenalkan Nurtura, metode Skin Biohacking Protocol menjadi salah satu pendekatan yang mulai diperkenalkan di Indonesia. Protokol ini mencakup beberapa tahapan, seperti:
Pendekatan ini diklaim mampu bekerja langsung pada level biologis, bukan hanya lapisan permukaan kulit.
Tren Healthy Aging Makin Diminati
Salah satu pendiri Nurtura, dr. Hilwa Saleh Alwaini, menyebut bahwa kecantikan berbasis sel menjadi bagian dari konsep healthy aging. Artinya, perawatan dilakukan secara bertahap untuk menjaga kualitas kulit dalam jangka panjang.
“Selama ini banyak orang mengejar hasil instan. Padahal, ketika kulit dirawat dari level sel, hasilnya lebih berkelanjutan dan tidak mudah hilang,” jelasnya.
Dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya edukasi masyarakat, regenerative beauty diperkirakan akan menjadi tren dominan dalam beberapa tahun ke depan. Konsumen kini mulai beralih dari solusi cepat menuju perawatan yang lebih ilmiah, personal, dan berkelanjutan.
Pendekatan ini tidak hanya menjanjikan kulit yang lebih sehat, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup baru yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama kecantikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M7,7 NTT mengganggu 200 BTS di 10 kabupaten dan kota. Kemkomdigi memantau pemulihan jaringan bersama operator seluler
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har
Helicopter parenting atau pola asuh terlalu protektif bisa hambat perkembangan anak. Dari sulit ambil keputusan hingga risiko depresi, ini dampaknya. Simak penj