Bintik Hitam Muncul di Usia 30? Kenali Hiperpigmentasi dan Solusinya

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Selasa, 12 Mei 2026 19:07 WIB
Bintik Hitam Muncul di Usia 30? Kenali Hiperpigmentasi dan Solusinya

Ilustrasi bercak hitam di kulit wajah./Getty Images \r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Masalah hiperpigmentasi atau munculnya bintik hitam pada kulit kerap dialami perempuan saat memasuki usia 30 tahun ke atas. Kondisi ini sering disalahpahami sebagai masalah yang datang tiba-tiba, padahal sebenarnya berkembang secara perlahan dalam jangka waktu lama.

Dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026), Direktur Medis Cambridge Medical Group, dr. Shirley Kwee, menjelaskan bahwa hiperpigmentasi terbentuk akibat akumulasi paparan sinar matahari, proses penuaan alami, serta perubahan hormonal.

"Pigmen dapat tetap berada di lapisan kulit yang lebih dalam sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Pada saat bintik-bintik gelap terlihat jelas, bintik-bintik tersebut sudah terbentuk di dalam kulit," ujar dr. Shirley Kwee sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.

Ia menambahkan, kondisi ini sering kali tidak disadari karena prosesnya berlangsung perlahan dan jarang muncul secara instan.

Penyebab dan Jenis Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi terjadi ketika produksi melanin—zat pewarna alami kulit—meningkat dan menumpuk di area tertentu. Melanin sendiri berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV), namun produksi berlebih justru memicu munculnya noda gelap.

Beberapa jenis hiperpigmentasi yang umum antara lain:

  • Melasma: dipicu perubahan hormon, sering muncul saat kehamilan atau penggunaan kontrasepsi
  • Lentigo surya: dikenal sebagai bintik matahari akibat paparan UV jangka panjang
  • Hiperpigmentasi pasca inflamasi: muncul setelah peradangan kulit seperti jerawat atau luka

Secara global, tren kasus hiperpigmentasi meningkat seiring gaya hidup modern yang lebih sering terpapar sinar UV tanpa perlindungan maksimal. Selain itu, penggunaan gadget dan paparan cahaya biru (blue light) juga mulai dikaitkan dengan stres oksidatif pada kulit.

Pencegahan Lebih Efektif dari Pengobatan

Para ahli menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah paling penting dalam mengatasi hiperpigmentasi. Salah satu cara utama adalah penggunaan tabir surya secara rutin.

"Penggunaan tabir surya setiap hari adalah hal yang mutlak," kata Dr. Kwee.

Tabir surya dengan SPF minimal 30 disarankan digunakan setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau berada di dalam ruangan. Selain itu, membatasi paparan sinar matahari langsung, terutama pada pukul 10.00–16.00, juga sangat dianjurkan.

Tips Tambahan agar Kulit Tetap Cerah dan Sehat

Selain perlindungan dari luar, perawatan dari dalam juga penting untuk menjaga kesehatan kulit. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan skincare dengan vitamin C untuk membantu melawan stres oksidatif
  2. Rutin eksfoliasi ringan untuk mempercepat regenerasi kulit
  3. Hindari memencet jerawat agar tidak menimbulkan bekas hitam
  4. Jaga hidrasi kulit dengan pelembap yang sesuai

Perlu diketahui, melasma termasuk jenis hiperpigmentasi yang lebih sulit dicegah karena berkaitan dengan faktor hormonal seperti estrogen dan progesteron. Kondisi ini membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV dan panas.

Dengan memahami penyebab dan cara pencegahannya sejak dini, risiko hiperpigmentasi dapat ditekan. Perawatan konsisten dan perlindungan maksimal dari sinar matahari menjadi kunci utama untuk menjaga kulit tetap sehat, cerah, dan bebas dari noda hitam di usia matang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online