Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend, Jogja Jadi Destinasi Favorit
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Ilustrasi bercak hitam di kulit wajah./Getty Images \r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Masalah hiperpigmentasi atau munculnya bintik hitam pada kulit kerap dialami perempuan saat memasuki usia 30 tahun ke atas. Kondisi ini sering disalahpahami sebagai masalah yang datang tiba-tiba, padahal sebenarnya berkembang secara perlahan dalam jangka waktu lama.
Dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026), Direktur Medis Cambridge Medical Group, dr. Shirley Kwee, menjelaskan bahwa hiperpigmentasi terbentuk akibat akumulasi paparan sinar matahari, proses penuaan alami, serta perubahan hormonal.
"Pigmen dapat tetap berada di lapisan kulit yang lebih dalam sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Pada saat bintik-bintik gelap terlihat jelas, bintik-bintik tersebut sudah terbentuk di dalam kulit," ujar dr. Shirley Kwee sebagaimana dikutip dari Channel News Asia.
Ia menambahkan, kondisi ini sering kali tidak disadari karena prosesnya berlangsung perlahan dan jarang muncul secara instan.
Penyebab dan Jenis Hiperpigmentasi
Hiperpigmentasi terjadi ketika produksi melanin—zat pewarna alami kulit—meningkat dan menumpuk di area tertentu. Melanin sendiri berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV), namun produksi berlebih justru memicu munculnya noda gelap.
Beberapa jenis hiperpigmentasi yang umum antara lain:
Secara global, tren kasus hiperpigmentasi meningkat seiring gaya hidup modern yang lebih sering terpapar sinar UV tanpa perlindungan maksimal. Selain itu, penggunaan gadget dan paparan cahaya biru (blue light) juga mulai dikaitkan dengan stres oksidatif pada kulit.
Pencegahan Lebih Efektif dari Pengobatan
Para ahli menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah paling penting dalam mengatasi hiperpigmentasi. Salah satu cara utama adalah penggunaan tabir surya secara rutin.
"Penggunaan tabir surya setiap hari adalah hal yang mutlak," kata Dr. Kwee.
Tabir surya dengan SPF minimal 30 disarankan digunakan setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau berada di dalam ruangan. Selain itu, membatasi paparan sinar matahari langsung, terutama pada pukul 10.00–16.00, juga sangat dianjurkan.
Tips Tambahan agar Kulit Tetap Cerah dan Sehat
Selain perlindungan dari luar, perawatan dari dalam juga penting untuk menjaga kesehatan kulit. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Perlu diketahui, melasma termasuk jenis hiperpigmentasi yang lebih sulit dicegah karena berkaitan dengan faktor hormonal seperti estrogen dan progesteron. Kondisi ini membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV dan panas.
Dengan memahami penyebab dan cara pencegahannya sejak dini, risiko hiperpigmentasi dapat ditekan. Perawatan konsisten dan perlindungan maksimal dari sinar matahari menjadi kunci utama untuk menjaga kulit tetap sehat, cerah, dan bebas dari noda hitam di usia matang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.