Arab Saudi Ancam Denda Rp93 Juta bagi Jemaah Haji Ilegal
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Rasa lelah yang terus muncul ternyata tidak boleh dianggap sepele. Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia, Ngabila Salama, mengingatkan bahwa tubuh biasanya sudah memberikan berbagai sinyal saat mengalami kelelahan berlebihan.
Sayangnya, banyak orang justru mengabaikan tanda-tanda tersebut karena dianggap sebagai dampak biasa dari aktivitas harian yang padat.
“Tubuh yang terlalu lelah sering memberi tanda yang dianggap sepele. Bila diabaikan secara terus menerus, kelelahan kronis dapat meningkatkan risiko kesehatan fisik maupun mental,” kata Ngabila dikutip dari Antara, Kamis (7/5/2026).
Menurut Ngabila, salah satu gejala paling umum adalah rasa kantuk berlebihan di siang hari meskipun seseorang merasa sudah cukup tidur. Selain itu, tubuh yang kelelahan juga biasanya ditandai sulit berkonsentrasi, mudah lupa, hingga emosi yang menjadi lebih sensitif.
Tak hanya berdampak pada mental, kelelahan kronis juga memengaruhi kondisi fisik. Sakit kepala berkepanjangan, tubuh pegal, mata terasa berat, hingga daya tahan tubuh menurun menjadi tanda lain yang perlu diwaspadai.
Ia menjelaskan, kurangnya kualitas tidur menjadi salah satu penyebab utama tubuh mudah mengalami kelelahan berkepanjangan. Banyak orang mencoba “membayar” kekurangan tidur dengan tidur lebih lama saat akhir pekan.
Menurut Ngabila, cara tersebut memang bisa membantu mengurangi utang tidur sementara, tetapi tidak boleh dilakukan secara berlebihan.
“Namun, bila terlalu berlebihan sampai siang atau mengubah jam tidur drastis, ritme biologis tubuh bisa terganggu dan justru membuat tubuh lebih lemas saat kembali beraktivitas. Yang paling baik adalah menjaga jadwal tidur tetap konsisten setiap hari dan memperbaiki kualitas tidur secara bertahap,” kata dia.
Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, Ngabila menyarankan masyarakat mulai membiasakan pola tidur yang teratur, termasuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.
Selain itu, penggunaan gawai sebelum tidur juga perlu dikurangi karena cahaya layar dapat membuat otak tetap aktif sehingga tubuh sulit rileks.
Ia menyarankan agar penggunaan ponsel atau perangkat elektronik dihentikan setidaknya satu jam sebelum tidur.
Lingkungan kamar juga berpengaruh besar terhadap kualitas istirahat. Kamar yang nyaman, minim cahaya, dan memiliki suhu sejuk dinilai mampu membantu tubuh lebih cepat tertidur.
Ngabila juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein pada malam hari karena dapat mengganggu ritme tidur alami tubuh.
Selain menjaga pola tidur, olahraga ringan secara rutin dinilai penting untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh.
Menurutnya, aktivitas fisik yang teratur dapat membantu tubuh lebih segar dan meningkatkan kualitas tidur secara alami.
Namun, jika rasa lelah tetap muncul dalam waktu lama meski sudah cukup beristirahat, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan.
Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu seperti anemia, stres berkepanjangan, gangguan tidur, hingga penyakit lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.