FairSquare Desak FIFA Cegah Gianni Infantino Maju Lagi
FairSquare meminta FIFA meninjau kelayakan Gianni Infantino maju lagi dalam pemilihan presiden 2027 terkait batas masa jabatan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Serial animasi Masha and the Bear dipastikan akan hadir dalam format film panjang untuk pertama kalinya. Kreator aslinya, Oleg Kuzovkov, mengumumkan bahwa proyek film tersebut kini sedang diproduksi dan dijadwalkan tayang pada akhir 2028.
Kabar tersebut langsung memicu antusiasme penggemar setelah diumumkan secara eksklusif oleh Variety, pada Senin (11/5/2026). Film ini disebut akan membawa petualangan baru Masha dan Mishka dengan pendekatan yang lebih segar, namun tetap mempertahankan humor hangat khas serial aslinya.
“Saya sangat tersentuh dengan kesempatan ini untuk memperluas dunia Masha and the Bear ke film panjang pertamanya,” ujar Kuzovkov seperti dikutip Variety.
Ia menyebut proyek tersebut menjadi tantangan kreatif baru yang disambut antusias oleh seluruh tim produksi.
“Tim saya yang sangat kreatif dan bersemangat juga sama bersemangat dan ingin mewujudkannya dengan semangat, humor, dan ketulusan yang sama yang membuat serial lama begitu dicintai,” lanjutnya.
Film panjang ini menjadi bagian dari fase baru waralaba setelah Kuzovkov resmi mendapatkan kembali kendali penuh atas karya ciptaannya.
Untuk mengembangkan proyek terbaru tersebut, Kuzovkov mendirikan studio animasi independen baru bernama Studio MiM yang berbasis di Los Angeles dan Moskow.
Berbeda dengan serial televisi sebelumnya yang diproduksi oleh Animaccord, film baru ini disebut sebagai “clean break” atau pemisahan penuh dari produksi lama.
Studio MiM disebut akan menghadirkan “visi baru” terhadap karakter Masha dan Sang Beruang tanpa menghilangkan ciri khas komedi keluarga yang telah melekat selama bertahun-tahun.
Film tersebut juga direncanakan menjadi awal dari beberapa sekuel yang akan diproduksi di masa mendatang.
Serial Masha and the Bear pertama kali tayang pada 7 Januari 2009 dan langsung berkembang menjadi salah satu tayangan animasi anak paling populer di dunia.
Kesuksesan besar serial ini tidak lepas dari popularitasnya di YouTube. Salah satu episodenya yang berjudul “Recipe for Disaster” bahkan telah ditonton lebih dari 1,8 miliar kali dan masuk jajaran video paling banyak ditonton sepanjang sejarah platform tersebut.
Serial ini menceritakan kehidupan seorang anak perempuan superaktif bernama Masha yang kerap membuat kekacauan dan seekor beruang pensiunan pemain sirkus yang sabar menghadapi tingkahnya.
Selain Kuzovkov, proyek awal serial ini juga melibatkan komposer Vasily Bogatirev serta teknisi suara sekaligus pengisi suara karakter Bear, Boris Kutnevich.
Kehadiran film panjang ini menjadi momentum nostalgia bagi generasi penonton yang tumbuh bersama serial tersebut sejak era awal YouTube.
Bagi penggemar Masha dan Mishka, proyek ini menjadi penanda bahwa petualangan duo ikonik tersebut masih akan terus berlanjut di layar lebar dalam beberapa tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FairSquare meminta FIFA meninjau kelayakan Gianni Infantino maju lagi dalam pemilihan presiden 2027 terkait batas masa jabatan.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.