Sering Menahan BAB di Pagi Hari Ini Dampaknya
Sulit BAB pagi hari bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal, napas dalam, dan minum air hangat.
Ilustrasi yogurt./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA— Pilihan menu sarapan ternyata berpengaruh langsung pada fokus dan rasa kenyang sepanjang hari. Temuan terbaru menunjukkan sarapan tinggi protein berbasis susu mampu membantu konsentrasi tetap terjaga sekaligus menekan rasa lapar lebih lama.
Hasil ini merujuk pada studi yang dipublikasikan dalam Journal of Dairy Science dan dilaporkan oleh Medical Daily, Rabu (8/4/2026). Penelitian tersebut menguji dampak jenis sarapan terhadap rasa kenyang, konsentrasi, serta asupan kalori harian.
Peneliti utama, Mette Hansen, menjelaskan bahwa komposisi nutrisi saat sarapan memiliki peran penting dalam kesehatan dan pengaturan berat badan.
“Studi epidemiologi dengan jelas menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dikaitkan dengan risiko kelebihan berat badan yang lebih tinggi. Kandungan protein, serat, dan kalsium yang rendah juga dapat berdampak buruk,” ujarnya.
Dalam penelitian tersebut, tim melakukan uji coba acak terhadap 30 perempuan muda berusia 18 hingga 30 tahun yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Para peserta diminta menjalani pola makan dan aktivitas yang sama sebelum pengujian dilakukan.
Selama studi, peserta dibagi dalam beberapa kelompok sarapan. Kelompok pertama mengonsumsi makanan tinggi protein berupa yogurt skyr dan oat. Kelompok kedua mengonsumsi sarapan tinggi karbohidrat seperti roti gandum utuh dengan selai raspberry dan jus apel.
Sementara itu, kelompok kontrol tidak sarapan sama sekali dan hanya mengonsumsi segelas air.
Meski memiliki kandungan energi, serat, dan lemak yang relatif sama, hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan pada rasa kenyang. Peserta yang mengonsumsi sarapan tinggi protein berbasis susu merasa lebih kenyang dan tidak mudah lapar dibandingkan kelompok lain.
Peneliti juga mengukur asupan energi saat makan siang, total konsumsi harian, serta mengambil sampel darah untuk melihat hormon pengatur nafsu makan, insulin, dan kadar glukosa.
Namun, temuan ini tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap total asupan kalori harian maupun hormon usus.
“Hal ini menunjukkan bahwa sarapan berprotein tinggi mungkin bukan solusi penurunan berat badan dengan sendirinya,” kata Hansen.
Meski begitu, hasil studi ini menegaskan pentingnya memilih menu sarapan yang tepat, terutama bagi mereka dengan aktivitas padat yang membutuhkan fokus tinggi sejak pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Medical Daily
Sulit BAB pagi hari bisa diatasi dengan kebiasaan sederhana seperti bangun lebih awal, napas dalam, dan minum air hangat.
Asupan zat besi anak Indonesia baru 65,8 persen dari AKG. Dokter RSCM mengingatkan dampaknya terhadap kognitif dan tumbuh kembang.
Marvin Loria mengaku cepat beradaptasi di PSIM Jogja. Cuaca, suasana, dan sambutan pemain membuat winger Kosta Rika itu nyaman.
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Kemenkes menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari CKG 2026. Pemeriksaan rutin dinilai penting meski masyarakat merasa sehat.