Advertisement

Waspadai Bahaya Makanan Ultra Proses Pemicu Peradangan Kronis di Tubuh

Maya Herawati
Sabtu, 07 Maret 2026 - 15:07 WIB
Maya Herawati
Waspadai Bahaya Makanan Ultra Proses Pemicu Peradangan Kronis di Tubuh Roti - Foto ilustrasi dibuat olah AI - StokCake

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Para ahli diet kini memberikan peringatan serius mengenai konsumsi makanan ultra proses yang sering kali menjadi pemicu peradangan utama bagi kesehatan manusia.

Produk-produk siap saji seperti makanan penutup kemasan yang dibeli di toko mengandung kadar gula tambahan yang sangat tinggi serta komposisi lemak yang tidak sehat bagi metabolisme.

Advertisement

Kehadiran zat-zat kimiawi ini mampu mengubah keseimbangan bakteri usus secara drastis sekaligus mempersempit porsi konsumsi asupan bernutrisi yang bersifat anti-inflamasi dalam pola makan harian kita.

Ancaman di Balik Produk Roti Manis

Data terkini, seperti dikutip dari Eatingwell Sabtu (7/3/2026), menunjukkan bahwa rata-rata masyarakat modern memperoleh lebih dari separuh asupan kalori mereka dari jenis makanan ultra-proses (Ultra-Processed Foods atau UPF).

Salah satu kontributor terbesar pada kelompok dewasa adalah aneka produk roti manis kemasan mulai dari kue kering, donat, hingga muffin yang menawarkan kelezatan instan namun berbahaya.

Meskipun sangat praktis, makanan tersebut hanya menyuplai kalori kosong, garam, gula, dan lemak jenuh berlebih tanpa disertai nutrisi pendukung vital seperti mineral, vitamin, maupun serat yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh.

Mekanisme Gangguan Keseimbangan Lemak

Tingkat peradangan dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh rasio lemak, di mana UPF cenderung kaya akan asam lemak omega-6 dari minyak kedelai maupun bunga matahari.

Ketidakseimbangan antara tingginya kadar omega-6 dan rendahnya omega-3 dapat memicu reaksi inflamasi yang sulit dikendalikan oleh sistem imun. Selain itu, tingginya asupan gula tambahan yang bersifat pro-inflamasi secara konsisten akan menurunkan toleransi glukosa serta memicu resistensi insulin yang pada akhirnya bermuara pada kerusakan jaringan organ.

Dampak Buruk bagi Mikrobioma Usus

Kerusakan pada mikrobioma usus menjadi risiko serius berikutnya karena makanan ultra proses mengganggu kemampuan sistem pencernaan dalam memproduksi asam lemak rantai pendek. Kondisi ini kerap memicu fenomena kebocoran usus atau leaky gut yang mengantarkan tubuh pada kondisi obesitas, sindrom iritasi usus (IBS), hingga penyakit jantung.

Ketika piring makan lebih banyak diisi oleh produk pabrikan, maka ruang untuk konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, dan ikan berlemak kian tersisih sehingga menjauhkan seseorang dari pola makan sehat ala Mediterania.

Langkah Substitusi Nutrisi Sehat

Guna meredakan tingkat peradangan, sangat penting untuk beralih pada konsumsi ikan kaya omega-3 seperti kembung atau sarden setidaknya dua kali dalam seminggu. Serat dari gandum utuh, alpukat, dan sayuran hijau juga sangat direkomendasikan untuk memberi nutrisi pada bakteri baik dalam usus guna memperkuat pertahanan tubuh.

Menikmati secangkir teh atau kopi tanpa pemanis setiap hari juga terbukti efektif menurunkan kadar protein C-reaktif sebagai penanda utama adanya inflamasi di dalam sistem peredaran darah.

Segala jenis sayuran berwarna cerah serta umbi-umbian seperti ubi jalar mampu menyediakan antioksidan unik yang berperan aktif dalam melawan agen peradangan tingkat rendah secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Eeatingwell

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Angin Kencang di Perairan Bali Berlaku Hingga 11 Maret 2026

Waspada Angin Kencang di Perairan Bali Berlaku Hingga 11 Maret 2026

News
| Sabtu, 07 Maret 2026, 15:27 WIB

Advertisement

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Catat! Ini Daftar Hari Libur dan Hari Besar April 2026

Wisata
| Kamis, 05 Maret 2026, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement