Advertisement
Gendang Telinga Berlubang Bisa Picu Infeksi, Dokter Sarankan Operasi
Telinga - Foto Ilustrasi dibuat oleh AI - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Dokter spesialis menyebut gendang telinga berlubang menjadi salah satu penyebab gangguan pendengaran konduktif yang perlu ditangani melalui tindakan medis. Dalam banyak kasus, penanganan gendang telinga berlubang umumnya memerlukan operasi agar struktur telinga kembali normal dan risiko infeksi dapat ditekan.
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher, Dr. dr. Harim Priyono, SpTHTBKL, Subsp. Oto (K), menjelaskan lubang pada gendang telinga tidak boleh dibiarkan karena berpotensi memicu infeksi berulang di dalam telinga. Kondisi ini terjadi akibat perbedaan lingkungan antara liang telinga dan bagian belakang gendang telinga.
Advertisement
“Kalau ada lubang di gendang telinga, prinsipnya harus dioperasi. Karena lingkungan di liang telinga berbeda dengan lingkungan di belakang gendang telinga,” kata Harim dalam diskusi daring yang digelar oleh RSUP Nasional Dr Ciptomangunkusumo pada Jumat (6/3/2026).
Ia menerangkan bahwa liang telinga merupakan bagian yang berhubungan langsung dengan lingkungan luar. Sebaliknya, rongga di belakang gendang telinga terhubung dengan saluran pernapasan melalui tuba eustachius.
BACA JUGA
Perbedaan kondisi tersebut membuat mikroorganisme yang hidup di kedua area telinga juga tidak sama. Ketika gendang telinga berlubang, kedua ruang tersebut dapat saling terhubung sehingga meningkatkan potensi terjadinya infeksi pada telinga.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter biasanya melakukan prosedur operasi yang disebut timpanoplasti. Tindakan medis ini bertujuan menutup kembali lubang pada gendang telinga sehingga struktur telinga dapat kembali utuh.
“Dengan timpanoplasti kita merekonstruksi gendang telinga sehingga kembali utuh dan dua lingkungan tadi kembali terpisah,” ujarnya.
Dokter yang menamatkan pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menambahkan bahwa tujuan utama operasi telinga adalah menghilangkan penyakit sekaligus memperbaiki struktur anatomi telinga agar kembali sehat.
Meski demikian, pemulihan struktur telinga setelah operasi tidak selalu diikuti dengan kembalinya fungsi pendengaran secara penuh. Hal ini dapat terjadi apabila kerusakan yang dialami telinga sebelum tindakan operasi sudah cukup berat.
Dalam beberapa kasus, gangguan pendengaran masih dapat tersisa meskipun operasi telah dilakukan. Jika kondisi tersebut terjadi, penanganan lanjutan dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti rekonstruksi tulang pendengaran atau penggunaan alat bantu dengar. Dengan pendekatan tersebut, dokter berupaya memaksimalkan kembali kemampuan pendengaran pasien setelah operasi gendang telinga berlubang dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz di Tengah Blokad
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







