Jadwal Misa dan Ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.
Foto ilustrasi bermain game. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bermain game memang menjadi hiburan favorit banyak orang, baik melalui ponsel, komputer, maupun konsol. Namun jika dilakukan berlebihan tanpa kontrol, kebiasaan ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan fisik hingga mental.
Tak sedikit orang mengalami mata perih, sulit tidur, hingga menurunnya fokus belajar akibat terlalu lama bermain game. Kondisi tersebut sering kali dianggap sepele padahal dapat berdampak jangka panjang apabila terus dibiarkan.
Game sendiri merupakan aktivitas bermain digital maupun non-digital untuk hiburan, melatih strategi, refleks, hingga kerja sama tim. Meski memiliki sisi positif, penggunaan berlebihan tetap perlu diwaspadai.
Berikut 13 dampak bermain game berlebihan yang perlu Anda ketahui:
1. Mata Cepat Lelah
Menatap layar terlalu lama dapat menyebabkan mata kering, perih, dan lelah. Kondisi ini dikenal sebagai computer vision syndrome. Untuk mengurangi risiko, gunakan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.
2. Gangguan Tidur
Paparan cahaya biru dari layar ponsel atau komputer dapat mengganggu produksi hormon melatonin. Akibatnya, Anda menjadi sulit tidur dan pola istirahat terganggu.
3. Fokus Belajar Menurun
Game dengan stimulasi cepat membuat otak terbiasa menerima respons instan. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi saat belajar atau bekerja.
4. Kecanduan Game
Sistem level, ranking, hingga hadiah virtual memicu pelepasan dopamin yang membuat pemain sulit berhenti. Kondisi ini dapat berkembang menjadi kecanduan apabila tidak dikendalikan.
5. Kurang Aktivitas Fisik
Duduk terlalu lama saat bermain game membuat tubuh minim bergerak. Risiko obesitas, nyeri sendi, hingga gangguan metabolisme bisa meningkat.
6. Nyeri Leher dan Punggung
Posisi duduk membungkuk atau tidak ergonomis dapat menyebabkan ketegangan otot pada leher dan punggung. Jika terus terjadi, rasa pegal bisa menjadi kronis.
7. Emosi Tidak Stabil
Game kompetitif sering memicu frustrasi dan kemarahan saat kalah. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi hubungan sosial di dunia nyata.
8. Prestasi Sekolah Menurun
Waktu belajar yang tersita untuk bermain game bisa berdampak langsung pada nilai akademik maupun produktivitas kerja.
9. Isolasi Sosial
Terlalu lama berada di dunia virtual membuat interaksi dengan keluarga dan teman berkurang. Akibatnya, seseorang bisa merasa terasing dari lingkungan sekitar.
10. Gangguan Pola Makan
Banyak pemain lupa makan atau justru makan berlebihan saat bermain game. Kebiasaan ini dapat memicu masalah nutrisi dan kesehatan tubuh.
11. Sulit Berkonsentrasi
Otak yang terbiasa dengan suara, aksi cepat, dan notifikasi dalam game cenderung kesulitan fokus pada aktivitas yang membutuhkan perhatian jangka panjang.
12. Pengeluaran Membengkak
Fitur pembelian item, skin, battle pass, hingga gacha membuat pemain rentan mengeluarkan uang berlebihan untuk konten virtual.
13. Risiko Gangguan Mental
Kecanduan game dapat memicu stres, kecemasan, hingga depresi ringan. Perasaan bersalah setelah bermain terlalu lama juga dapat memperburuk kondisi mental.
Meski demikian, bermain game sebenarnya tetap boleh dilakukan selama dalam batas wajar. Aktivitas ini bahkan dapat membantu melatih refleks, strategi, dan kerja sama tim.
Agar tetap sehat, disarankan membatasi waktu bermain maksimal satu hingga dua jam per hari, memberi jeda setiap 30 menit untuk meregangkan tubuh, serta menghindari bermain game menjelang tidur.
Dengan pengaturan yang tepat, game tetap bisa menjadi hiburan tanpa mengganggu kesehatan, prestasi, maupun hubungan sosial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.