Demi Moore Sebut AI Tak Akan Pernah Gantikan Jiwa Seni

Jumali
Jumali Rabu, 13 Mei 2026 11:07 WIB
Demi Moore Sebut AI Tak Akan Pernah Gantikan Jiwa Seni

Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik

Harianjogja.com, JOGJADemi Moore menegaskan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak akan pernah mampu menggantikan esensi seni yang lahir dari jiwa manusia.

Pernyataan itu disampaikan Moore saat konferensi pers juri Cannes Film Festival pada Selasa (12/5/2026) waktu setempat.

Menurut Moore, seni sejati berasal dari pengalaman hidup, emosi, dan spirit manusia yang tidak dapat direplikasi teknologi secanggih apa pun.

“Tidak ada yang perlu ditakuti karena AI tidak akan pernah bisa menggantikan asal mula seni yang sesungguhnya. Seni datang dari jiwa,” kata Moore seperti dikutip Variety, Rabu (13/5/2026).

Meski begitu, Moore mengakui perkembangan AI di industri perfilman tidak mungkin dihentikan.

Ia menilai Hollywood sebaiknya mulai beradaptasi dan mencari cara hidup berdampingan dengan teknologi tersebut dibanding terus melawannya.

“AI sudah ada. Dan melawannya hanya akan menjadi pertarungan yang pada akhirnya kalah,” ujarnya.

Namun, Moore juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap pekerja kreatif di era AI kemungkinan masih belum memadai.

Ia mengaku belum yakin industri hiburan benar-benar siap menjaga hak para seniman dan pekerja kreatif di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.

“Apakah kita sudah melakukan cukup banyak untuk melindungi diri? Saya tidak tahu jawabannya. Tapi naluri saya mengatakan mungkin belum,” tambahnya.

Selain membahas AI, Moore turut menyoroti pentingnya kebebasan berekspresi dalam dunia perfilman.

Ia berharap para sineas dan seniman tidak takut menyampaikan pandangan politik maupun sosial lewat karya mereka.

Menurutnya, sensor terhadap diri sendiri justru bisa membunuh kreativitas.

“Jika kita mulai menyensor diri sendiri, maka kita justru mematikan inti kreativitas kita,” ujarnya.

Pandangan serupa juga disampaikan presiden juri Cannes tahun ini, Park Chan-wook.

Sutradara asal Korea Selatan itu menilai seni dan politik tidak seharusnya dipisahkan selama pesan yang disampaikan tetap dikemas secara artistik dan bukan propaganda.

Pada Cannes 2026, Demi Moore bergabung bersama sejumlah tokoh perfilman dunia dalam jajaran juri kompetisi utama.

Beberapa nama yang ikut menjadi juri antara lain Chloé Zhao, Stellan Skarsgård, dan Ruth Negga.

Festival film bergengsi tersebut resmi dibuka dengan pemutaran perdana film The Electric Kiss karya sutradara Pierre Salvadori.

Direktur festival, Thierry Frémaux, juga menyoroti perubahan besar dalam industri perfilman global.

Menurutnya, jumlah film Hollywood di Cannes tahun ini lebih sedikit dibanding biasanya karena industri masih terdampak pandemi, pemogokan penulis, perkembangan AI, hingga perubahan pola konsumsi akibat platform streaming.

Pernyataan Demi Moore menjadi sorotan karena muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pekerja kreatif terhadap penggunaan AI dalam produksi film, penulisan naskah, hingga pembuatan visual digital.

Meski teknologi berkembang cepat, Moore menilai sentuhan manusia tetap menjadi elemen utama yang tidak tergantikan dalam karya seni.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online