Advertisement
Lurik & Pewarnaan Alam Diperkirakan Jadi Tren Fesyen 2022, Ini Alasannya..
Penampilan fesyen kain lurik. - Ist.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Kain lurik dengan pewarnaan alam akan menjadi tren fesyen 2022 meski tahun sebelumnya jenis kain ini juga telah menjadi tren. Selain karena faktor kampanye ramah lingkungan yang kini terus digaungkan, kain lurik yang luwes menjadi faktor tetap banyak diminati konsumen dari rentang usia antara 25 tahun hingga 40 tahun.
“Saya yakin lurik akan jadi bagian tren fesyen 2022, yang cukup diminati pasar. Karena luwes bisa dikombinasikan dengan material lain seperti tenun ikat, polos,” kata desainer Astrid Ediati saatperagaan busana Aira Fashion on The Spot 2021 di Hartono, Jumat (3/12/2021) malam.
Advertisement
BACA JUGA : Ini Tren Fesyen Paling Dicari saat Pandemi
Alasannya saat ini konsep sustainable fashion sedang banyak diminati dan terus dikampanyekan terkait dengan busana ramah lingkungan. Penggunaan pewarnaan alam juga banyak diminati konsumen. Lurik diminati kalangan usia 25 tahun hingga 40 tahun yang menjadi salah satu segmen usia dengan pengguna fesyen terbesar di tanah air.
Lurik cenderung luwes, dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari hingga acara resmi dengan menyesuaikan desain. Selain itu mudah dipadukan dengan jenis kain lain dengan hasil yang menarik. "Saya mulai inovasi lurik dipadukan dengan jumputan dan ada ecoprint-nya, karena memang mudah dipadukan," ujarnya.
Perancang Busana Dhani Budidarma menampilkan delapan outfit ala cotton candy dengan mengusung tema Snazzy, menggunakan bahan katun dan shibori handmate. Menurutnya karya ini terinspirasi cotton cand. “Ini sekaligus menggambarkan kondisi masyarakat akhir-akhir ini. Dengan mengusung warna-warna pastel, siluet manis dan girly,” katanya.
Peragaan busana yang diadakan Aira Mitra Media, digarap Rumah Pentas Yogyakarta ini, juga menampilkan Klambi Kulo by Bunda Rina, Anunk Aqeela (Yogya), Zamira eRJe (Cilacap), Dwi Warna-SMK Yasemi Karangrayung (Grobogan), Owens Joe-Bemberg Indonesia (Sukoharjo), Akeyla Naraya-Alvin Alexa (Bekasi), Britha by Astrid Ediati (Klaten), Anteng Hadiyati (Yogya), Srihanna by Ambarwati (Salatiga).
BACA JUGA : Muffest 2021 di Jogja Diharapkan Jadi Tonggak Kebangkitan
Bunda Rina mengusung tema Lerek Lurik, Akeyla-Alvin Alexa mengibarkan Beauty Nature. Astrid Ediati mengedepankan tema Selaras, sedangkan Anteng Hadiyati dengan judul Nitik dan Dwi Warna dengan Wonderful of dwi warna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement









