Gusti Prabu Kembali Pimpin PMI DIY, Ini Fokus 5 Tahun ke Depan
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Wisatawan saat berkunjung ke Candi Ratu Boko.- Harian Jogja/Yogi Anugrah
Harianjogja.com, JOGJA—Hari libur nasional pada Mei 2025 bisa Anda gunakan untuk berehat sejenak. Berikut jadwal hari libur pada Mei 2025 dari libur Waisak hingga Kenaikan Yesus Kristus.
Berdasarkan SKB 3 Menteri, hari libur juga terpantau ada di bulan Mei 2025. Bila dilihat penanggalan Mei 2025, banyak tanggal merah baik libur nasional maupun cuti bersama yang bisa Anda nikmati.
BACA JUGA: Mau ke Candi Borobudur Saat Libur Hari Waisak? Cek Lokasi Parkirnya di Sini
Pada Mei, setidaknya ada dua long weekend. Yakni yang pertama pada 12 Mei (Senin) dan 13 Mei (Selasa). Masyarakat bisa memanfaatkan libur mulai Sabtu, 10 Mei hingga 13 Mei 2025.
Kemudian long weekend kedua jatuh pada tanggal 29 Mei untuk memperingati Kenaikan Yesus Kristus. Libur panjang bisa dinikmati mulai 29 Mei 2025.
Daftar Libur dan Cuti Bersama Mei
Libur Nasional Mei 2025
Kamis, 1 Mei: Hari Buruh Internasional
Senin, 12 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BE
Kamis, 29 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
Cuti Bersama Mei 2025
Selasa, 13 Mei: Hari Raya Waisak 2569 BE
Jumat, 30 Mei: Kenaikan Yesus Kristus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gusti Prabukusumo kembali terpilih sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Penguatan relawan dan ketersediaan darah menjadi fokus utama.
Pameran buku di Jogja semakin marak, tetapi penjualan belum tentu meningkat. Penyelenggara menyebut pengunjung terbagi dan daya beli menurun.
Kementerian PU membangun lapangan sepak bola standar internasional di 25 Sekolah Rakyat lengkap dengan jogging track dan fasilitas olahraga.
Pemkot Jogja diminta mencermati sungai dan bantaran rawan banjir serta memastikan talut dan sedimentasi ditangani sebelum musim hujan.
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.