Motor AI Yamaha Tanpa Setang Ini Sabet Red Dot Award 2026
MOTOROiD Lambda dari Yamaha raih Red Dot Award 2026. Motor konsep ini bisa belajar dan menjaga keseimbangan sendiri tanpa dikendarai manusia.
Aktris muda berbakat, Tissa Biani, memerankan karakter dengan gangguan mental dalam film terbarunya, Mungkin Kita Perlu Waktu yang disutradarai Teddy Soeriaatmadja dengan pendalaman peran yang serius. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Aktris muda berbakat, Tissa Biani, memerankan karakter dengan gangguan mental dalam film terbarunya, Mungkin Kita Perlu Waktu yang disutradarai Teddy Soeriaatmadja dengan pendalaman peran yang serius.
Tissa mengaku sampai mempersiapkan diri dengan riset peran yang komprehensif. "Aku sampai melakukan riset peran mandiri dengan mewawancarai orang-orang untuk mendapatkan cara pandang karakter dengan mental health, mencari berbagai referensi bacaan terkait kesehatan mental, serta berdiskusi intens dengan sutradara untuk memahami visi karakter secara utuh," kata Tissa dilansir Antara, Selasa (6/5/2025)
Tak hanya itu, Tissa juga mencari wawasan langsung dari psikolog profesional. Langkah itu diambil untuk memastikan penggambaran karakternya tidak hanya akurat, tetapi juga penuh empati. "Memerankan seseorang yang memiliki kondisi kesehatan mental itu nggak mudah," ujar Tissa Biani.
BACA JUGA: Dul Jaelani: Kayaknya Sempurna Kalau Tissa Biani Masuk Keluargaku
"Sebisa mungkin aku ingin merepresentasikan mereka dengan baik namun tetap apa adanya. Paham kesulitan mereka, paham cara mereka membawa diri di depan orang."
Tissa juga menjelaskan detail latihannya dalam menghidupkan karakter Aleiqa, yang digambarkan memiliki perubahan mood yang signifikan. "Aku latihan gestur, cara melihat, sampai cara bicara orang seperti Aleiqa yang mood-nya naik turun," ujarnya.
Cerita film yang ditulis selama tiga bulan oleh Teddy Soeriaatmadja itu akan mengangkat kesadaran tentang isu "mental health" yang masih rendah di masyarakat.
Film yang berlatar di Jakarta, tahun 2024 itu juga menampilkan lima tahap berduka ("five stages of grief") yang ditunjukkan melalui karakter yang akan diperankan dua aktor-aktris muda, Bima Azriel (pemeran Ombak Kurniawan) dan Tissa Biani (pemeran Aleiqa), serta karakter yang lainnya diperankan Sha Ine Febriyanti (pemeran Kasih Kurniawan) dan Lukman Sardi (pemeran Restu Kurniawan).
Lima tahap berduka tersebut antara lain, dari penyangkalan (denial), kemarahan (anger), tawar-menawar (bargaining), depresi (depression), hingga sampai kepada penerimaan (acceptance).
BACA JUGA: Sinopsis Gadis Kretek, Serial Netflix
Tahapan tersebut menggambarkan proses emosional yang dialami seseorang saat menghadapi trauma atau kehilangan besar. Dengan menyoroti beragam perspektif setiap karakter dalam menghadapi duka, film ini menyampaikan pesan bahwa setiap individu memiliki cara unik dalam mengatasi luka dan perasaannya.
Diselingi konflik-konflik yang sering terjadi dalam rumah tangga dan pergaulan sehari-hari, diiringi alunan musik "Waking Up Together with You" dari Ardhito Pramono serta "Tak Terima" dari Sheila Dara Aisha dan Donne Maula, perjalanan keluarga Ombak dalam menghadapi kedukaan mereka dalam film "Mungkin Kita Perlu Waktu" siap menghibur seluruh penonton bioskop Indonesia mulai 15 Mei 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
MOTOROiD Lambda dari Yamaha raih Red Dot Award 2026. Motor konsep ini bisa belajar dan menjaga keseimbangan sendiri tanpa dikendarai manusia.
Bangkai pesawat kargo Boeing 737-400 yang hilang di Laut Arab ditemukan setelah operasi pencarian 12 jam. Pencarian lima awak masih berlanjut.
Erick Thohir memastikan klub di Indonesia tak punya alasan menolak pemanggilan Timnas usai jadwal Super League 2026/2027 diundur.
Polri membekukan dua ruangan di de'Clan Signature dan money changer usai penggeledahan kasus korupsi serta TPPU, menyita hampir Rp60 miliar.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Setahun hilang, Mozza Axillia Gunarsa belum ditemukan. Polisi masih menyelidiki, sementara keluarga terus berharap gadis calon mahasiswi Undip itu pulang.