Hujan Intensitas Tinggi Guyur Merapi Sabtu Siang, Waspada Lahar
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Ilustrasi minum. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan sederhana seperti minum air putih di pagi hari ternyata mulai dikaitkan dengan perubahan nyata pada suasana hati dan kemampuan berpikir. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan, tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung memiliki kondisi mental yang lebih stabil dan fokus yang lebih tajam.
Temuan ini semakin menarik perhatian karena efeknya bisa dirasakan dalam waktu singkat. Bahkan, setelah tubuh tidak mendapat asupan cairan selama beberapa jam saat tidur, minum air disebut mampu membantu mengembalikan performa otak secara cepat.
Dampak Hidrasi terhadap Pikiran dan Mood
Berbagai studi mengungkapkan hubungan kuat antara hidrasi dan kondisi mental seseorang. Berikut beberapa temuan penting seperti dikutip dari PubMed, Jumat (27/3/2026):
Kenapa Air Berpengaruh pada Otak
Air memiliki peran penting karena lebih dari 70 persen komposisi otak terdiri dari cairan. Ketika tubuh kekurangan air, keseimbangan elektrolit terganggu dan distribusi nutrisi ke sel saraf menjadi tidak optimal.
Kondisi ini juga dapat memperlambat pembuangan limbah dalam tubuh, yang berdampak pada menurunnya fungsi otak. Selain itu, dehidrasi diketahui dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol.
Akibatnya, muncul gejala seperti pusing, sakit kepala, hingga kelelahan yang akhirnya memengaruhi suasana hati menjadi lebih negatif.
Kebiasaan Sederhana dengan Dampak Nyata
Kebutuhan cairan harian umumnya berada di kisaran dua liter per hari. Dengan asupan yang cukup, tubuh dapat menjaga stabilitas emosi, meningkatkan fokus, serta menurunkan risiko gangguan mental ringan.
Menariknya, satu gelas air di pagi hari sudah cukup memberikan efek awal yang positif. Kebiasaan ini menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh dan pikiran kembali “aktif” setelah beristirahat sepanjang malam.
Dengan demikian, hidrasi bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga menjadi langkah kecil yang berdampak besar pada produktivitas dan kejernihan berpikir sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Pubmed
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.