Cidro Asmoro Tayang 8 Oktober di Bioskop, Dibintangi Ndarboy hingga Jodilee Warwick

Newswire
Newswire Senin, 28 September 2026 19:52 WIB
Cidro Asmoro Tayang 8 Oktober di Bioskop, Dibintangi Ndarboy hingga Jodilee Warwick

Cidro Asmoro The Movie tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Kesuksesan Cidro Asmoro The Series yang telah ditonton lebih dari dua juta kali berlanjut ke layar lebar. Cidro Asmoro dijadwalkan tayang mulai 8 Oktober di bioskop, terutama di wilayah DIY dan sekitarnya.

Film ini mengikuti kisah Prita yang diperankan Jodilee Warwick, seorang gadis sederhana dari keluarga kurang mampu yang bekerja sebagai penjaga kafe kecil di Jogjakarta. Di tengah rutinitas tersebut, Prita menyimpan impian menjadi penyanyi, tetapi memilih bekerja untuk membantu keluarganya.

Suatu malam, Prita bersama sahabatnya, Molly, berhenti di trotoar dan melihat seorang pengamen membawakan lagu campursari “Koyo Jogja Istimewa”. Prita spontan ikut bernyanyi dan berjoget.

Aksi polos dan penuh semangat itu direkam Molly lalu diunggah ke media sosial. Tak disangka, video berdurasi kurang dari satu menit tersebut meledak dan menjadi fenomena nasional. Goyang Viral khas Prita kemudian ditiru berbagai kalangan. Dalam semalam, kehidupan gadis penjaga kafe itu berubah total.

Namun, popularitas tidak serta-merta membuat kehidupan Prita menjadi mudah. Ia harus berhadapan dengan dunia hiburan yang sebelumnya asing, termasuk para musisi dan band ternama yang merasa terusik oleh popularitasnya.

Tayang Bertepatan HUT Kota Jogja

Produser Cidro Asmoro sekaligus & Head of Production VISION+, Rick Soerafani, mengatakan penayangan perdana film tersebut bertepatan dengan momentum HUT Kota Jogja. Menurutnya, waktu tersebut menjadi momen yang tepat untuk mempersembahkan karya kepada masyarakat.

"Visi kami adalah membawa Cidro Asmoro The Series yang sudah sukses ke tingkat yang lebih tinggi melalui Cidro Asmoro The Movie. Rencananya tayang 8 Oktober di bioskop, terutama di Yogyakarta dan sekitarnya. Pas banget dengan ulang tahun Kota Jogja," ujar Rick, Senin (28/9/2026).

Dari sisi cerita, Rick mengatakan versi film menghadirkan alur yang berbeda dan lebih segar dibandingkan serialnya. Meski demikian, sejumlah unsur yang menjadi daya tarik utama Cidro Asmoro tetap dipertahankan.

Unsur tersebut meliputi komedi, fenomena sosial yang sedang populer, serta musik campursari khas Ndarboy Genk bersama musisi pendukung lainnya.

Bawa Konsep Jawanisasi Modern

Sutradara Cidro Asmoro The Movie, Senoaji, mengatakan film tersebut mengusung pendekatan visual dan narasi dengan konsep "Jawanisasi Modern".

Menurut Seno, kebudayaan Jawa tidak hanya ditampilkan melalui simbol fisik seperti pakaian adat maupun arsitektur bangunan. Nilai-nilai Jawa juga dihadirkan melalui sikap, tutur kata, serta interaksi para karakter.

"Budaya Jawa bukan hanya sebagai pelengkap, tapi salah satu unsur yang membentuk modernitas. Terinspirasi dari lagu-lagu Mas Ndaru [Ndarboy], liriknya bahasa Jawa dan bicara pergumulan manusia Jawa, tapi dikemas dengan musik modern. Karakter dalam film ini juga mencerminkan sosok Jawa yang modern," ungkap Seno.

Seno juga memuji kualitas akting para pemeran yang didominasi oleh para musisi. Menurutnya, perpaduan drama, musik, dan komedi dalam film tersebut terjalin secara alami sehingga mampu memberikan hiburan bagi penonton dari berbagai kalangan.

Mengusung genre musical, drama, comedy, Cidro Asmoro menghadirkan cerita ringan dan menghibur sekaligus membawa penonton mengikuti momen emosional para karakter.

Film ini memadukan komedi, musikal, romansa, serta fenomena budaya viral dalam kisah inspiratif tentang seseorang dari kalangan bawah yang berhasil mengubah hidupnya secara luar biasa.

Bawa Semangat "Virale Heboh, Critane Baper!"

“Virale Heboh, Critane Baper!” menjadi semangat utama film tersebut. “Virale Heboh” merepresentasikan keseruan, musik, komedi, dan fenomena viral Prita.

Sementara itu, “Critane Baper” membawa penonton lebih dekat pada cerita tentang mimpi, keluarga, persahabatan, serta perjuangan untuk tetap menjadi diri sendiri di tengah popularitas.

Deputy CEO VISION+, Clarissa Tanoesoedibjo, mengatakan antusiasme penonton terhadap Cidro Asmoro The Series menjadi salah satu alasan semangat tersebut dibawa ke layar lebar melalui cerita baru.

“Kami melihat antusiasme penonton terhadap Cidro Asmoro sebagai series dan ingin membawa semangat itu ke layar lebar dengan cerita yang baru. Penonton yang sudah mengikuti series tetap akan menemukan sesuatu yang fresh, sementara penonton baru juga bisa langsung menikmati filmnya,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online