Bangkit di Asian Games 2026, Indonesia Sapu Kirgiztan 3-0
Tim voli putra Indonesia mengalahkan Kirgiztan 3-0 di Asian Games 2026. Laga melawan Iran menjadi penentu peluang lolos ke fase berikutnya.
Foto ilustrasi Youtube. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—YouTube memperketat sistem rekomendasi bagi pengguna remaja untuk mengurangi paparan berulang terhadap konten yang berpotensi memengaruhi cara mereka memandang diri sendiri. Salah satu fokusnya adalah video yang mengidealkan bentuk tubuh, berat badan, kebugaran, atau standar penampilan tertentu.
Melansir Euro News, kebijakan tersebut muncul setelah YouTube mendapatkan masukan dari Youth and Families Advisory Committee. Komite tersebut memberikan pandangan kepada YouTube mengenai perkembangan remaja serta dampak konsumsi konten digital terhadap kesejahteraan mereka.
YouTube menyebut remaja dapat lebih rentan membentuk pandangan negatif terhadap dirinya ketika berulang kali melihat pesan yang menggambarkan standar fisik tertentu sebagai sesuatu yang ideal.
Perubahan ini terutama menyasar cara video direkomendasikan, bukan menghapus seluruh konten yang membahas olahraga, kebugaran, berat badan, atau penampilan dari platform.
Sistem rekomendasi YouTube selama ini menggunakan riwayat tontonan untuk menentukan video yang kemungkinan menarik bagi pengguna. Mekanisme tersebut dapat membuat pengguna menerima lebih banyak video dengan tema yang serupa setelah menonton konten tertentu.
Menurut YouTube, sebuah video belum tentu menjadi masalah ketika ditonton satu kali. Persoalan dapat muncul ketika kategori konten tertentu terus direkomendasikan dan ditonton berulang kali oleh sebagian remaja.
Karena itu, YouTube mengarahkan perubahan kebijakannya pada pengurangan rekomendasi berulang terhadap kategori konten tertentu. Tujuannya bukan menutup akses remaja terhadap informasi mengenai kesehatan atau kebugaran, tetapi mengurangi kemungkinan mereka terus berada dalam rangkaian video dengan pesan yang sama.
YouTube sebelumnya telah menerapkan perlindungan tersebut secara lebih terbatas sebelum memperluas penerapannya secara global. Pada Maret 2025, perusahaan juga mengumumkan perluasan kategori konten yang dapat dianggap bermasalah apabila dikonsumsi secara berulang oleh sebagian remaja.
YouTube mengatakan sistem rekomendasinya akan membatasi paparan berulang terhadap beberapa kategori video yang berkaitan dengan citra tubuh dan penampilan.
Kategori tersebut mencakup konten yang membandingkan karakteristik fisik dan mengidealkan jenis penampilan tertentu. Selain itu, rekomendasi berulang juga dibatasi untuk video yang mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu.
Namun, kebijakan ini bukan berarti semua video olahraga, kebugaran, berat badan, atau penampilan akan dihapus dari YouTube.
Perbedaan utamanya terletak pada sistem rekomendasi. Video tetap dapat tersedia di platform, tetapi YouTube berupaya mengurangi kemungkinan remaja terus-menerus menerima video dengan tema serupa melalui rekomendasi otomatis.
Dengan pendekatan tersebut, YouTube masih memberikan kesempatan kepada remaja untuk mencari dan mengeksplorasi berbagai topik, sekaligus membatasi pola rekomendasi yang berpotensi membuat mereka berulang kali terpapar pesan mengenai standar tubuh tertentu.
Perhatian terhadap citra tubuh atau body image berkaitan dengan bagaimana media sosial dan platform berbagi video dapat memperkenalkan anak serta remaja pada konten mengenai tubuh, makanan, olahraga, hingga gangguan makan.
Ofcom, regulator komunikasi Inggris, menyebut sistem rekomendasi memiliki risiko dalam mengarahkan anak kepada konten terkait gangguan makan.
Penelitian yang dirujuk Ofcom juga menemukan bahwa keterlibatan anak dengan topik seperti citra tubuh, olahraga, makanan, selebritas, dan influencer gaya hidup dapat berujung pada rekomendasi konten gangguan makan, termasuk ketika anak tidak secara aktif mencari konten tersebut.
Dampak paparan konten tidak selalu sama pada setiap remaja. Pengalaman pribadi, cara seseorang memandang tubuhnya, serta kemampuan untuk memahami dan mengevaluasi informasi digital dapat memengaruhi bagaimana konten tersebut diterima.
Karena itu, persoalan yang menjadi perhatian bukan semata-mata keberadaan satu video tertentu, melainkan pola konsumsi dan rekomendasi yang dapat membuat tema serupa muncul berkali-kali di hadapan pengguna.
Perubahan kebijakan YouTube berlangsung di tengah meningkatnya perhatian regulator terhadap sistem rekomendasi media sosial dan keselamatan anak.
Di Inggris, Ofcom telah menetapkan berbagai kewajiban bagi layanan online untuk mengurangi risiko anak terpapar konten berbahaya. Aturan tersebut mencakup kewajiban bagi layanan yang menggunakan sistem rekomendasi untuk memastikan algoritmanya tidak bekerja dengan cara yang membahayakan anak.
Pengawasan terhadap YouTube dan TikTok juga diperketat. Pada Mei 2026, Ofcom mengatakan telah meningkatkan pengawasan terhadap kedua platform setelah menilai keduanya belum memberikan penjelasan yang cukup mengenai bagaimana sistem rekomendasi mereka akan dibuat lebih aman bagi anak.
Ofcom bahkan menjalankan riset menggunakan akun yang merepresentasikan pengguna berusia 13 hingga 17 tahun. Riset tersebut digunakan untuk mengamati konten yang direkomendasikan kepada pengguna dalam kelompok usia tersebut oleh layanan media sosial dan berbagi video.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap keselamatan anak di platform digital tidak hanya berkaitan dengan video yang tersedia, tetapi juga bagaimana algoritma menentukan konten yang muncul setelah pengguna menonton sesuatu.
Dengan kebijakan baru ini, YouTube tidak melarang remaja menonton seluruh konten kebugaran atau kesehatan. Fokus perubahan berada pada sistem rekomendasi dan frekuensi paparan terhadap kategori konten tertentu.
Remaja tetap dapat mengeksplorasi berbagai topik di YouTube. Namun, platform berupaya mengurangi kemungkinan algoritma terus menyodorkan konten dengan pesan serupa mengenai bentuk tubuh, penampilan, berat badan, atau tingkat kebugaran tertentu.
Bagi YouTube, pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga ruang eksplorasi bagi pengguna remaja sekaligus mengurangi risiko mereka terjebak dalam rangkaian rekomendasi yang sama secara terus-menerus.
Dengan demikian, perubahan yang dilakukan YouTube bukan terutama tentang video mana yang boleh atau tidak boleh ditonton remaja, melainkan tentang bagaimana algoritma mengatur tontonan berikutnya setelah mereka menonton sebuah konten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tim voli putra Indonesia mengalahkan Kirgiztan 3-0 di Asian Games 2026. Laga melawan Iran menjadi penentu peluang lolos ke fase berikutnya.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.