IDAI Ingatkan Bahaya Telur Mentah untuk Bayi dan Anak
IDAI mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi dan anak karena risiko Salmonella. Simak cara mengolah telur yang aman untuk MPASI.
Venly Arauna rela kehilangan peran di proyek sebelumnya demi memerankan Daniel dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA— Aktor muda Venly Arauna punya kisah unik di balik keterlibatannya dalam film horor terbaru produksi Paragon Pictures, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Demi mendapatkan peran sebagai Daniel dalam film garapan sutradara Rizal Mantovani tersebut, Venly bahkan harus merelakan karakter yang diperankannya di proyek sebelumnya.
Venly mengatakan dirinya sempat meminta izin selama sekitar dua hingga tiga bulan dari proyek sebelumnya untuk mengikuti proses casting film layar lebar tersebut. Namun, keputusan itu membuat karakter Adrian yang diperankannya dalam proyek syuting kejar tayang akhirnya dimatikan.
"Aku izin di proyek yang kemarin buat 'casting', sekitar dua sampai tiga bulanlah. Eh, tahu-tahunya aku jadi ubi," kata Venly saat konferensi pers pemutaran perdana film "Kuasa Gelap: Perjanjian Darah" di Gandaria, Jakarta Selatan, Senin.
Istilah "jadi ubi" berkembang di kalangan aktor dan penonton serial untuk menggambarkan kondisi ketika suatu karakter harus dimatikan atau dikuburkan demi menjaga alur cerita tetap berjalan.
Dalam kasus Venly, pihak rumah produksi proyek sebelumnya memutuskan untuk mematikan karakter Adrian agar sang aktor dapat keluar dari cerita secara logis setelah mengambil izin cukup panjang untuk menjalani proses film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Terpikat Sejak Baca Skrip
Venly mengaku sudah tertarik dengan film tersebut sejak pertama kali membaca skrip Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Menurut dia, film tersebut menawarkan sesuatu yang berbeda sekaligus menantang bagi seorang aktor. Ceritanya tidak sekadar mengandalkan unsur horor, tetapi juga menghadirkan unsur kekeluargaan yang kuat dengan fokus pada iman, pengharapan, dan kasih.
"Ketika aku baca full, ini benar-benar cerita yang sangat menantang bagi seorang aktor. Sebagai aktor, pasti setiap saat menginginkan hal yang lebih untuk membantu level up dan menjadi lebih baik lagi," ujar Venly.
Dalam film tersebut, Venly berperan sebagai Daniel. Karakter tersebut nantinya dikisahkan kerasukan entitas iblis kuno Rephaim.
Menariknya, perjalanan Venly mendapatkan peran tersebut justru harus dibayar dengan pengorbanan terhadap karakter yang sebelumnya ia mainkan.
Cerita tersebut kemudian menjadi bahan candaan hangat dari para pemeran lain. Mereka menyebut karakter Venly sebelumnya mungkin sengaja "dimatikan" agar sang aktor dapat total bertransformasi menjadi sosok yang kerasukan setan dalam film horor tersebut.
Meski harus merelakan peran lamanya, Venly mengaku bersyukur atas kesempatan yang didapatkannya.
Ia merasa semua kejadian tersebut bukan sebuah kebetulan. Venly juga bersyukur dapat dipertemukan dengan jajaran aktor dan aktris dalam film tersebut, seperti Ferry Salim dan Feby Febiola.
Ia meyakini kesempatan bermain dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah merupakan tempat terbaik yang sudah diatur oleh Tuhan untuk perjalanan karier keaktorannya.
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga dibintangi Lukman Sardi dan Jerome Kurnia. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 8 Oktober 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IDAI mengingatkan bahaya telur mentah bagi bayi dan anak karena risiko Salmonella. Simak cara mengolah telur yang aman untuk MPASI.
Harga cabai merah di Jateng mencapai Rp90.000 per kg. Pemprov Jateng menggelar pangan murah dan memberi bantuan untuk menekan inflasi.
Kota Jogja mencatat 77 kejadian kebakaran hingga September 2026. Umbulharjo terbanyak, sementara Damkarmat belum merancang program baru pada 2027.
Bareskrim Polri memburu bandar dan penyuplai narkoba lewat operasi nasional. Sebanyak 60 orang diamankan di Jakarta dan Sumatra Utara.
Kelok 23 ditargetkan rampung pada 2027. Simak kendala pembangunan, rambu keselamatan, drainase, hingga rencana penataan lalu lintas.
Pasar Sentul menghadapi persaingan pedagang yang berjualan di rumah warga. Kemudahan akses dan kebiasaan pembeli menjadi tantangan revitalisasi.