Advertisement

Waspada! Telinga Sering Berdenging Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Tri Indah Lestari (ST22)
Jum'at, 03 Maret 2023 - 02:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Waspada! Telinga Sering Berdenging Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius Ilustrasi wanita mengalami telinga berdenging. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Tinnitus atau suara berdenging di telinga adalah salah satu gejala sederhana yang dapat menjadi indikator penyakit ringan hingga serius.

Melansir Bisnis.com-jaringan Harianjogja.com dari WebMD, seringkali telinga berdenging membuat pengidapnya mendengar suara dering, dengung, desis, kicau atau suara tak nyaman dari dalam telinga.

Advertisement

Jika telinga berdenging terjadi secara terus menerus, waspadalah karena bisa jadi pertanda penyakit serius pada tubuh Anda.

Berikut beberapa penyakit serius yang terjadi akibat telinga berdenging. Simak ulasannya:

1. Tumor

Salah satu penyebab utama mendengar suara dering mungkin adalah perkembangan tumor kranial. Neuroma Akustik sebuah istilah medis untuk berkembangnya tumor jinak di saraf yang menghubungkan telinga ke otak.

Baca juga: Alasan Soda hingga Teh Tak Boleh Dikonsumsi Saat Haid

Adanya gangguan sinyal serta aliran darah, seseorang mungkin mendengar suara dering, kesulitan menyeimbangkan, atau kehilangan pendengaran.

2. Pertumbuhan tulang di telinga tengah

Konsultan THT, Rumah Sakit CK Birla, Anish Gupta mengatakan terkadang pertumbuhan tulang di telinga tengah menyebabkan gangguan pendengaran dan tinitus ialah gejala paling awal yang harus diwaspadai.

3. Gangguan pada arteri atau vena

Telinga berdenging bisa jadi disebabkan darah memberikan tekanan berlebih pada dinding pembuluh darah karena menderita penyakit seperti hipertensi, pengerasan pembuluh darah ataupun plak, penumpukan (atherosclerosis), penonjolan pembuluh darah atau aneurisma.

Aneurisma sendiri sering terjadi di aorta, otak, belakang lutut, usus, atau limpa. Penyakit ini sering tidak memiliki gejala hingga pecah sekalipun. Namun, jika aneurisma pecah, dapat mengakibatkan pendarahan internal, stroke, dan tak jarang akibat fatal lainnya.

4. Gangguan tiroid (hipotiroidisme)

Meski hipertiroidisme jarang terjadi dan kemungkinan mempengaruhi sistem pendengaran lebih sedikit. Namun jika tiroksin (hormon yang membantu mengatur metabolisme tubuh dan perkembangan sistem pendengaran) memproduksi kurang dari jumlah yang dibutuhkan, hal ini dapat berpengaruh pada kemampuan pendengaran.

Berbagai penelitian menunjukkan setidaknya 50 persen dari mereka yang menderita hipotiroidisme mengalami tinnitus bahkan kehilangan kemampuan pendengarannya jika tindakan tidak segera dilakukan.

5. Kadar Hemoglobin rendah atau anemia

Zat besi berfungsi membantu mengangkut darah kaya oksigen ke seluruh tubuh, kekurangan zat besi menyebabkan arteri memompa lebih keras.

Sehingga jantung berfungsi lebih keras dan mereka yang terkena dampak dapat mendengar detak jantung atau denyut nadinya. "Jenis ini disebut tinitus berdenyut. Orang seperti itu juga rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan jantung,” kata Gupta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Waspada! Hujan dan Angin Kencang Diprediksi Melanda DKI Jakarta

News
| Rabu, 26 Juni 2024, 02:17 WIB

Advertisement

alt

Inilah Rute Penerbangan Terpendek di Dunia, Naik Pesawat Hanya Kurang dari 2 Menit

Wisata
| Sabtu, 22 Juni 2024, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement