Hujan Intensitas Tinggi Guyur Merapi Sabtu Siang, Waspada Lahar
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan sederhana saat bangun pagi ternyata berperan besar dalam menentukan lancar atau tidaknya buang air besar (BAB). Ahli gizi menilai, pola bangun tidur yang konsisten justru menjadi kunci utama agar sistem pencernaan bekerja optimal tanpa perlu bergantung pada obat pencahar.
Pandangan ini disampaikan Deborah Murphy, seorang Registered Dietitian Nutritionist (RDN) asal Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa rutinitas pagi yang teratur membantu tubuh “mengenali” waktu terbaik untuk mengaktifkan usus.
Murphy menjelaskan, tubuh manusia bekerja mengikuti ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. Ritme ini tidak hanya memengaruhi rasa kantuk, tetapi juga mengontrol aktivitas usus besar.
“Usus kita mengikuti ritme sirkadian dan dapat dipicu dengan konsistensi. Ketika kita membiasakan diri bangun pada waktu yang sama setiap pagi, usus besar akan 'belajar' kapan waktu terbaik untuk aktif dan mendorong sisa makanan keluar,” jelasnya.
Sebaliknya, kebiasaan menunda bangun tidur atau terlalu sering menekan tombol snooze dapat mengganggu sinyal alami tubuh. Kondisi ini membuat kontraksi usus melemah atau tertunda, sehingga perut terasa begah dan BAB menjadi tidak lancar.
Selain konsistensi waktu bangun, Murphy menyoroti pentingnya segera memenuhi kebutuhan cairan setelah tidur malam.
Selama tidur, tubuh mengalami dehidrasi ringan yang dapat membuat tinja menjadi keras. Minum air putih hangat atau teh saat bangun tidur dinilai efektif untuk merangsang gerak peristaltik usus.
“Mengonsumsi cairan, terutama minuman hangat seperti teh atau air putih hangat segera setelah bangun, dapat merangsang gerak peristaltik usus,” ujarnya.
Asupan nutrisi juga tak kalah penting. Sarapan tinggi serat seperti oatmeal dengan buah beri atau roti gandum utuh dapat membantu memicu kontraksi usus sehingga proses BAB lebih lancar.
Di sisi lain, faktor psikologis juga ikut berperan. Murphy mengingatkan bahwa hubungan antara otak dan usus sangat erat, sehingga stres di pagi hari bisa memperlambat kerja pencernaan.
Karena itu, ia menyarankan untuk bangun lebih awal agar memiliki waktu santai, termasuk saat berada di toilet, tanpa rasa terburu-buru.
Dengan kombinasi rutinitas bangun yang konsisten, hidrasi cukup, asupan serat, serta pengelolaan stres, masalah sembelit dapat dikurangi secara alami tanpa ketergantungan pada obat kimia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Eatingwell
Hujan intensitas tinggi di lereng barat daya Merapi picu potensi lahar dan awan panas, warga diminta waspada.
Target 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027 dinilai berat. Investasi padat modal dan struktur pasar kerja menjadi tantangan pemerintah.
Dortmund menang 2-0 atas Hamburg pada pekan pertama Liga Jerman. Serhou Guirassy dan Giannis Konstantelias mencetak gol kemenangan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuka peluang negosiasi dengan AS dengan syarat tindakan kedua pihak harus timbal balik dan proporsional.
Dokter UMY meluruskan mitos behel, mulai dari anggapan bikin pipi tirus, tekanan lebih kuat hingga anggapan semua orang perlu kawat gigi.
Lima daerah meraih Penghargaan IKD 2026 dari PII dan Kemendagri. Maluku Utara mendapat Platinum, disusul Riau, Sragen, DKI Jakarta, dan Balikpapan.