Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Teh hijau. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah penelitian internasional menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dan teh hitam secara rutin berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes tipe 2 maupun individu dengan risiko pradiabetes.
Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition (2013) oleh Liu K dan rekan-rekannya menganalisis 17 penelitian terkontrol mengenai konsumsi teh hijau. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa teh hijau dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa, terutama pada pasien diabetes tipe 2. Senyawa aktif epigallocatechin gallate (EGCG) dalam teh hijau diketahui membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih efektif dalam memetabolisme glukosa.
Penelitian serupa dalam Journal of Functional Foods (2013) oleh Zheng XX dkk juga menyimpulkan bahwa konsumsi teh hijau selama minimal delapan minggu dapat berkontribusi pada penurunan kadar gula darah dan HbA1c. Namun, efek tersebut hanya terlihat pada konsumsi teh hijau tanpa tambahan gula ataupun pemanis buatan.
Manfaat Teh Hitam pada Gula Darah
Di sisi lain, teh hitam juga menunjukkan manfaat serupa, meski melalui mekanisme yang berbeda. Studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Nutrition (2007) oleh Bryans JA dkk menemukan bahwa teh hitam dapat mengurangi lonjakan gula darah setelah makan. Senyawa polifenol dalam teh hitam bekerja dengan memperlambat pemecahan pati menjadi gula di saluran pencernaan, sehingga penyerapan glukosa ke dalam darah berlangsung lebih stabil.
Penelitian tambahan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2005) oleh Johnston K dkk memperkuat temuan tersebut. Studi tersebut menjelaskan bahwa polifenol teh hitam dapat menghambat enzim pencerna karbohidrat, sehingga membantu mengendalikan pelepasan glukosa setelah makan.
Para ahli menegaskan bahwa konsumsi teh hijau maupun hitam tidak dapat menggantikan obat diabetes, namun dapat menjadi bagian dari strategi pendukung pengelolaan gula darah bersama pola makan seimbang, olahraga teratur, dan pengawasan medis.
Cara Aman Mengonsumsi Teh untuk Menjaga Kadar Gula Darah
Teh sebaiknya dikonsumsi 2 hingga 3 cangkir per hari dan diminum tanpa gula, krimer, atau pemanis tambahan. Mengonsumsi teh sebelum atau setelah makan dapat membantu mencegah lonjakan gula darah, sementara bagi orang dengan lambung sensitif, teh lebih baik diminum sesudah makan untuk menghindari iritasi.
Teh yang direkomendasikan adalah teh daun atau teh seduh murni, bukan teh kemasan siap minum yang biasanya mengandung campuran gula. Bagi penderita diabetes yang sedang menjalani terapi obat, disarankan untuk konsultasi dengan dokter, karena konsumsi teh dalam jumlah tertentu dapat memengaruhi sensitivitas insulin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Pubmed
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin mengapresiasi batik Pekalongan dan pengembangan industri kreatif yang dinilai layak menjadi contoh daerah lain.
Pemadaman listrik Bantul dan Sedayu hari ini, Rabu 10 Juni 2026. Cek daftar wilayah terdampak dan jadwal pemeliharaan PLN Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 10 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertalite tetap Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter.
John Herdman mengaku Timnas Indonesia seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol saat mengalahkan Mozambik 1-0 pada FIFA Match Day.