Top Ten News Jogja 11 Juli, Jampidsus, Bupati Sukoharjo, Mandala Krida
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Ilustrasi suplemen. (Pixabay)
Harianjogja.com, JAKARTA — Kebiasaan mengonsumsi suplemen tanpa kontrol mulai menjadi perhatian serius para ahli kesehatan. Di balik manfaatnya untuk daya tahan tubuh, sejumlah suplemen ternyata bisa membebani bahkan merusak fungsi ginjal jika dikonsumsi berlebihan.
Ginjal memiliki peran vital dalam tubuh, mulai dari menyaring limbah dalam darah, menjaga keseimbangan cairan dan mineral, hingga membantu mengontrol tekanan darah. Karena bekerja tanpa henti, organ ini sangat rentan terhadap beban tambahan, termasuk dari konsumsi suplemen dosis tinggi.
Ahli gizi Vanessa Rissetto dikutip dari Antara mengingatkan bahwa tidak semua suplemen aman dikonsumsi dalam jumlah besar. Salah satu yang paling sering dianggap “aman” adalah vitamin C. Padahal, konsumsi berlebihan justru bisa memicu masalah serius.
"Banyak orang berpikir vitamin C tidak berbahaya karena larut dalam air, tetapi dalam dosis tinggi ini sebenarnya dapat menjadi masalah bagi kesehatan ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal," ia menjelaskan, Kamis (28/5/2028).
Ia menyebutkan, konsumsi vitamin C dalam kisaran 1.000 hingga 2.000 miligram per hari dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Hal ini terjadi karena kelebihan vitamin C akan diubah menjadi oksalat dalam tubuh, yang kemudian dapat mengendap dan membentuk kristal.
Tak hanya itu, vitamin D yang selama ini dikenal penting untuk kesehatan tulang juga bisa menjadi ancaman jika dikonsumsi berlebihan. Dosis tinggi vitamin D dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah, yang berpotensi memicu batu ginjal hingga kerusakan organ.
Batas aman konsumsi vitamin D bagi orang dewasa umumnya berada di angka 4.000 IU per hari, kecuali atas rekomendasi tenaga medis.
Selain vitamin, suplemen herbal juga tidak sepenuhnya aman. Ahli gizi Melanie Betz mengungkapkan bahwa beberapa tanaman herbal, khususnya dari genus Aristolochia, mengandung zat berbahaya yang dapat merusak ginjal dan bahkan bersifat karsinogenik.
Risiko ini menjadi lebih besar bagi penderita penyakit ginjal kronis. Mereka juga perlu membatasi konsumsi protein berlebih, terutama dari suplemen, karena dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Para ahli menekankan pentingnya bijak dalam mengonsumsi suplemen. Alih-alih sembarangan, masyarakat disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan agar manfaat yang diperoleh tidak berubah menjadi ancaman bagi tubuh.
Dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat, pemahaman tentang batas aman konsumsi suplemen menjadi kunci penting agar kesehatan ginjal tetap terjaga dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Ilmuwan AI peraih Nobel John Jumper hengkang dari Google DeepMind ke Anthropic. Eksodus talenta AI semakin memanas di antara raksasa teknologi.
JBBA 2026 menilai keberhasilan organisasi dari aspek ekonomi berkelanjutan, bukan hanya laba dan pertumbuhan bisnis semata.
Komedian Temon Templar meninggal dunia pada usia 59 tahun. Abdel Achrian dan Aldi Taher ungkap duka. Simak profil dan perjalanan kariernya di sini.
JBBA 2026 menilai komitmen nyata organisasi dalam menjaga budaya lokal. Pelestarian budaya tak lagi dipandang sekadar kegiatan seremonial.
Cara memiliki dua akun WhatsApp dalam satu HP tanpa aplikasi tambahan. Manfaatkan WhatsApp Web lewat browser dengan mode desktop. Praktis dan aman.