Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Ilustrasi suplemen. (Pixabay)
Harianjogja.com, JAKARTA — Kebiasaan mengonsumsi suplemen tanpa kontrol mulai menjadi perhatian serius para ahli kesehatan. Di balik manfaatnya untuk daya tahan tubuh, sejumlah suplemen ternyata bisa membebani bahkan merusak fungsi ginjal jika dikonsumsi berlebihan.
Ginjal memiliki peran vital dalam tubuh, mulai dari menyaring limbah dalam darah, menjaga keseimbangan cairan dan mineral, hingga membantu mengontrol tekanan darah. Karena bekerja tanpa henti, organ ini sangat rentan terhadap beban tambahan, termasuk dari konsumsi suplemen dosis tinggi.
Ahli gizi Vanessa Rissetto dikutip dari Antara mengingatkan bahwa tidak semua suplemen aman dikonsumsi dalam jumlah besar. Salah satu yang paling sering dianggap “aman” adalah vitamin C. Padahal, konsumsi berlebihan justru bisa memicu masalah serius.
"Banyak orang berpikir vitamin C tidak berbahaya karena larut dalam air, tetapi dalam dosis tinggi ini sebenarnya dapat menjadi masalah bagi kesehatan ginjal, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit ginjal atau riwayat batu ginjal," ia menjelaskan, Kamis (28/5/2028).
Ia menyebutkan, konsumsi vitamin C dalam kisaran 1.000 hingga 2.000 miligram per hari dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Hal ini terjadi karena kelebihan vitamin C akan diubah menjadi oksalat dalam tubuh, yang kemudian dapat mengendap dan membentuk kristal.
Tak hanya itu, vitamin D yang selama ini dikenal penting untuk kesehatan tulang juga bisa menjadi ancaman jika dikonsumsi berlebihan. Dosis tinggi vitamin D dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah, yang berpotensi memicu batu ginjal hingga kerusakan organ.
Batas aman konsumsi vitamin D bagi orang dewasa umumnya berada di angka 4.000 IU per hari, kecuali atas rekomendasi tenaga medis.
Selain vitamin, suplemen herbal juga tidak sepenuhnya aman. Ahli gizi Melanie Betz mengungkapkan bahwa beberapa tanaman herbal, khususnya dari genus Aristolochia, mengandung zat berbahaya yang dapat merusak ginjal dan bahkan bersifat karsinogenik.
Risiko ini menjadi lebih besar bagi penderita penyakit ginjal kronis. Mereka juga perlu membatasi konsumsi protein berlebih, terutama dari suplemen, karena dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Para ahli menekankan pentingnya bijak dalam mengonsumsi suplemen. Alih-alih sembarangan, masyarakat disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan agar manfaat yang diperoleh tidak berubah menjadi ancaman bagi tubuh.
Dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat, pemahaman tentang batas aman konsumsi suplemen menjadi kunci penting agar kesehatan ginjal tetap terjaga dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Jadwal Kereta Bandara YIA 27 Agustus 2026 tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.