Kolaborasi Donati-SoulCha di GPFE 2026 Jogja, Pameran Jadi Lebih Hidup
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
Komoditas kedelai. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Kabar baik bagi perempuan pascamenopause. Penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi isoflavon kedelai berpotensi membantu meredakan sejumlah keluhan pada area genital dan kesehatan seksual yang kerap muncul setelah menopause.
Isoflavon merupakan senyawa alami yang banyak ditemukan dalam produk berbahan dasar kedelai seperti tempe, tahu, dan kacang kedelai. Senyawa ini termasuk dalam kelompok fitoestrogen, yaitu zat yang memiliki struktur mirip hormon estrogen dalam tubuh.
Dokter kandungan sekaligus spesialis menopause Heather Bartos menjelaskan bahwa isoflavon memang tidak sepenuhnya menggantikan hormon estrogen, tetapi mampu memberikan efek serupa dalam intensitas ringan.
“Isoflavon kedelai sebenarnya tidak menggantikan estrogen, tetapi dapat menciptakan efek seperti estrogen ringan pada jaringan tertentu yang terpengaruh oleh menopause, terutama jaringan vagina dan saluran kemih,” kata Bartos dikutip dari Antara, Kamis (28/5/2026)
Temuan ini diperkuat oleh uji coba terkontrol secara acak terhadap 1.325 perempuan pascamenopause dari berbagai negara. Dalam penelitian yang dipublikasikan di International Journal of Impotence Research tersebut, partisipan mengonsumsi suplemen isoflavon kedelai selama 4 hingga 24 minggu dengan dosis 40–160 miligram per hari.
Hasilnya cukup menjanjikan. Isoflavon terbukti mampu membantu mengurangi kekeringan vagina dan gejala urogenital, seperti nyeri saat buang air kecil, peningkatan frekuensi buang air kecil, hingga penurunan gairah seksual.
Namun demikian, manfaat ini tidak berlaku untuk semua gejala menopause. Isoflavon kedelai tidak menunjukkan dampak signifikan dalam mengatasi nyeri saat berhubungan seksual, hot flashes (sensasi panas), keringat malam, maupun gangguan psikologis.
Ahli diet Melissa Groves Azzaro menilai bahwa penyerapan isoflavon akan lebih optimal jika berasal dari makanan alami dibandingkan suplemen. Sementara itu, dokter Stacey Silverman mengingatkan bahwa mencapai dosis efektif dari makanan membutuhkan konsistensi.
“Untuk mencapai 80 hingga 100 miligram setiap hari hanya dari makanan, Anda perlu mengonsumsi dua hingga tiga kali makan yang mengandung kedelai setiap hari. Itu benar-benar bisa dilakukan dengan perencanaan yang matang, tetapi ini merupakan perubahan pola makan yang nyata bagi sebagian besar wanita Amerika,” kata Silverman.
Para ahli menyarankan untuk memulai secara bertahap, misalnya dengan menambahkan satu hingga dua porsi makanan berbahan kedelai setiap hari. Kombinasi antara makanan dan suplemen juga dapat menjadi alternatif, dengan catatan tetap berkonsultasi dengan tenaga medis.
Hal ini penting, terutama bagi perempuan dengan riwayat penyakit tertentu seperti kanker sensitif estrogen atau yang sedang menjalani terapi hormon, karena interaksi zat bisa berdampak pada kesehatan.
Dengan pendekatan yang tepat, konsumsi kedelai berpotensi menjadi solusi alami untuk membantu meningkatkan kualitas hidup perempuan pascamenopause tanpa bergantung sepenuhnya pada terapi hormon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi Donati Furniture dan SoulCha di GPFE 2026 Jogja hadirkan pengalaman unik: coba furnitur sambil menikmati matcha dalam satu ruang interaktif.
The Jakmania memboikot laga Persija vs Brisbane Roar karena kenaikan harga tiket. Persija mengalihkan tiket jatah suporter ke penjualan umum.
NNSiDE by Meliá Yogyakarta resmi memulai pembangunan ballroom baru melalui prosesi Groundbreaking Ceremony yang digelar pada Kamis (27/8).
Vietnam menyiapkan visa preferensial bagi wisatawan asing yang banyak belanja dan tinggal lebih lama. Simak target pariwisata Vietnam hingga 2030.
Kamboja menutup lebih dari 700 kompleks penipuan online dan menangkap hampir 30.000 tersangka dalam operasi pemberantasan selama setahun terakhir.
Mario Aji menunjukkan peningkatan signifikan pada Practice Moto2 Aragon 2026 dengan finis di posisi ke-17 setelah sebelumnya berada di peringkat ke-27 pada FP1.