SUV atau MPV Mana yang Lebih Cocok untuk Keluarga?
SUV dan MPV sama-sama populer sebagai mobil keluarga. Simak perbedaan keduanya dari sisi kenyamanan, performa, kabin, hingga kemampuan melintasi berbagai medan.
Foto ilustrasi bermain game. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kebiasaan anak laki-laki menghabiskan waktu bermain video game sering kali menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Banyak yang khawatir aktivitas tersebut dapat mengganggu prestasi belajar, mengurangi interaksi sosial, hingga memicu perilaku agresif.
Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa dampak video game terhadap tumbuh kembang anak tidak selalu negatif. Dengan penggunaan yang tepat dan pendampingan orang tua, game justru dapat memberikan manfaat bagi perkembangan kognitif maupun sosial.
Dilansir dari Parents, video game kini telah menjadi bagian dari budaya anak muda, khususnya anak laki-laki. Selain sebagai sarana hiburan, game modern juga menjadi ruang interaksi sosial tempat pemain membangun komunitas, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan teman sebaya.
Melatih Kemampuan Berpikir dan Kerja Sama
Beberapa jenis permainan, terutama game strategi dan permainan dunia terbuka (open-world), dinilai mampu melatih kemampuan pemecahan masalah.
Dalam permainan tersebut, anak dituntut berpikir kritis, menyusun strategi, serta mengambil keputusan dalam waktu singkat. Kemampuan ini dapat membantu meningkatkan keterampilan berpikir logis dan adaptasi terhadap situasi yang berubah dengan cepat.
Selain itu, fitur permainan daring (multiplayer) juga memberi kesempatan bagi anak untuk belajar bekerja sama dalam tim, berkomunikasi, dan membangun hubungan sosial dengan pemain lain.
Kemampuan kolaborasi dan komunikasi tersebut merupakan keterampilan yang juga dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Risiko Tetap Perlu Diwaspadai
Meski memiliki sejumlah manfaat, penggunaan video game secara berlebihan tetap menyimpan risiko yang perlu diperhatikan.
Paparan stimulasi cepat dan berulang dari permainan dapat memengaruhi sistem penghargaan di otak yang berkaitan dengan hormon dopamin. Kondisi ini berpotensi membuat anak lebih mudah bosan terhadap aktivitas yang berlangsung lebih lambat, seperti membaca buku atau mengikuti pelajaran di kelas.
Selain itu, kebiasaan bermain tanpa batas juga dapat meningkatkan risiko kurang aktivitas fisik, gangguan pola tidur, hingga kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial di dunia nyata.
Karena itu, para ahli menilai pengawasan dan pendampingan orang tua menjadi faktor penting dalam memastikan kebiasaan bermain game tetap sehat.
Peran Orang Tua Lebih Penting daripada Larangan
Para ahli menyarankan orang tua tidak hanya berfokus pada larangan bermain game, tetapi juga mengarahkan penggunaan teknologi secara seimbang.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Dengan pendampingan yang tepat, video game dapat menjadi sarana belajar dan hiburan yang mendukung perkembangan anak tanpa mengorbankan kesehatan maupun pendidikan mereka.
Pada akhirnya, kunci utama bukan terletak pada melarang atau membebaskan anak bermain game sepenuhnya, melainkan menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital, aktivitas fisik, dan interaksi sosial di kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SUV dan MPV sama-sama populer sebagai mobil keluarga. Simak perbedaan keduanya dari sisi kenyamanan, performa, kabin, hingga kemampuan melintasi berbagai medan.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Sabtu, 25 Juli 2026. Kereta pertama berangkat pukul 05.00 WIB dari Stasiun Palur dengan tarif Rp8.000.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu, 25 Juli 2026. Tersedia 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 hingga Palur.
Indonesia dan tujuh negara mengecam penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh lebih dari 4.200 pemukim Israel di Yerusalem Timur.
FBI mengembalikan delapan artefak budaya asal Papua yang diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo meminta Nanik S. Deyang tetap membantu BGN sebagai bagian dewan pengawas usai mengundurkan diri.