Hunters Moon Oktober 2026: Jadwal, Asal-usul, dan Potensi Rob
Hunter’s Moon 26 Oktober 2026 dapat diamati dengan mata telanjang. Simak jadwal kemunculan Bulan, asal-usul nama, dan kewaspadaan banjir rob.
Opor - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Di balik kenikmatan kuliner Nusantara seperti rendang, opor ayam, hingga gulai, terdapat satu bahan yang hampir selalu hadir: santan. Namun, konsumsi santan yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang perlu diwaspadai sejak dini, terutama bagi Anda yang sering menyantap makanan berlemak tinggi ini.
Santan adalah cairan kental berwarna putih yang dihasilkan dari perasan daging kelapa. Bahan ini dikenal memberikan cita rasa gurih dan creamy pada masakan. Meski demikian, kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi membuat santan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, meskipun tetap aman jika dalam porsi wajar.
Berikut 12 dampak yang dapat terjadi jika Anda terlalu sering mengonsumsi makanan bersantan, dilansir dari Halodoc:
1. Kolesterol jahat (LDL) meningkat
Kandungan lemak jenuh pada santan dapat memicu naiknya kadar LDL dalam darah yang berisiko bagi kesehatan pembuluh darah.
2. Risiko penyakit jantung meningkat
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang berkaitan dengan jantung koroner, stroke, hingga serangan jantung.
3. Berat badan cepat naik
Santan mengandung kalori tinggi sehingga jika dikonsumsi berlebihan tanpa aktivitas fisik, berat badan mudah meningkat.
4. Memicu obesitas
Pola makan tinggi lemak jenuh dalam jangka panjang dapat menyebabkan obesitas yang menjadi pemicu berbagai penyakit kronis.
5. Tekanan darah tinggi
Kelebihan lemak dalam tubuh dapat memengaruhi sistem kardiovaskular dan meningkatkan risiko hipertensi.
6. Gangguan pencernaan
Sebagian orang dapat mengalami kembung, mual, hingga diare karena santan sulit dicerna oleh lambung sensitif.
7. Jerawat muncul lebih mudah
Makanan tinggi lemak dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit sehingga memicu jerawat.
8. Risiko diabetes meningkat
Kombinasi santan dengan gula atau karbohidrat tinggi seperti pada kolak dapat meningkatkan risiko resistensi insulin.
9. Beban kerja hati meningkat
Hati harus bekerja lebih keras mengolah lemak berlebih yang dapat berujung pada perlemakan hati.
10. Asam lambung naik
Bagi penderita maag atau GERD, santan dapat memicu produksi asam lambung berlebih.
11. Ketidakseimbangan nutrisi
Konsumsi berlebihan membuat asupan sayur, buah, dan protein sehat berkurang.
12. Tubuh mudah lelah
Metabolisme lemak berlebih dapat membuat tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga.
Meski demikian, konsumsi santan tidak harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah pengendalian porsi dan frekuensi konsumsi, serta diimbangi dengan pola makan sehat seperti sayur, buah, dan aktivitas fisik rutin.
Jika Anda mulai merasakan gejala seperti mudah kembung, jerawat berlebih, atau cepat lelah setelah makan bersantan, hal tersebut bisa menjadi tanda untuk mengevaluasi kembali pola makan sehari-hari. Menikmati kuliner Nusantara tetap bisa dilakukan, selama tetap memperhatikan keseimbangan gizi agar kesehatan jangka panjang tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hunter’s Moon 26 Oktober 2026 dapat diamati dengan mata telanjang. Simak jadwal kemunculan Bulan, asal-usul nama, dan kewaspadaan banjir rob.
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Eatsambel memperluas distribusi ke 41 jaringan ritel modern di Jabodetabek dan menargetkan pertumbuhan bisnis 200% pada 2027.
Dinkominfo Kabupaten Pekalongan studi banding ke Bantul untuk mempelajari Satu Data Indonesia, statistik sektoral, geospasial, dan keamanan informasi.
Operasi Patuh Progo 2026 di Gunungkidul berlangsung 26 Oktober–8 November. Simak delapan sasaran penindakan dan pembagian sanksi pelanggaran.
DPRD Kulonprogo menilai retribusi digital Pantai Glagah masih berpotensi bocor. CCTV dan pengawasan pengunjung dinilai perlu diperkuat.