Top Ten News Jogja 11 Juli, Jampidsus, Bupati Sukoharjo, Mandala Krida
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Sebuah penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan: kondisi psikologis seorang ayah sebelum pembuahan ternyata dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak tahap paling awal kehidupan.
Studi yang dilakukan oleh Universitas Colorado Anschutz menemukan bahwa stres yang dialami pria sebelum memiliki anak dapat memicu perubahan biologis pada sperma. Perubahan ini kemudian berpotensi memengaruhi perkembangan embrio hingga pertumbuhan anak setelah lahir.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah iScience tersebut menunjukkan adanya peningkatan molekul kecil yang disebut let-7f-5p, yaitu RNA non-coding yang sensitif terhadap stres. Molekul ini ditemukan meningkat dalam sperma pria yang mengalami tekanan berkepanjangan.
Stres Tak Mengubah DNA, Tapi Kirim Sinyal Biologis
Para peneliti menegaskan bahwa efek stres ini tidak mengubah struktur DNA, melainkan bekerja melalui sinyal biologis yang dibawa oleh sperma. Sinyal tersebut berperan dalam mengatur bagaimana embrio berkembang sejak tahap awal.
Dalam percobaan pada hewan, peningkatan molekul let-7f-5p pada sel telur yang telah dibuahi menghasilkan perubahan signifikan. Anak tikus jantan yang terpapar molekul ini menunjukkan pertumbuhan tubuh lebih besar dan tulang lebih panjang, meski tidak ada perubahan pola makan.
Penulis utama studi, Tracy Bale, menjelaskan bahwa sperma tidak hanya membawa informasi genetik semata.
"Mereka membawa informasi tentang pengalaman seorang ayah yang dapat membentuk perkembangan awal dan kesehatan jangka panjang," ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (28/5/2026).
Pengalaman Hidup Ayah Berpengaruh
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pengalaman hidup, termasuk stres akibat pekerjaan, tekanan finansial, atau merawat anggota keluarga yang sakit, dapat memicu perubahan biologis yang berdampak pada keturunan.
Ketua Departemen Psikiatri di Universitas Colorado Anschutz, Neill Epperson, menyebut bahwa kondisi biologis sebelum pembuahan sangat dinamis dan bisa dipengaruhi oleh lingkungan serta pengalaman individu.
"Stres berkepanjangan mungkin secara halus memengaruhi bagaimana tubuh anak berkembang bahkan sebelum lahir," jelasnya.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Sebelum Punya Anak
Para peneliti menekankan bahwa hasil studi ini menjadi pengingat penting bagi calon orang tua, khususnya pria, untuk menjaga kesehatan fisik dan mental sebelum merencanakan kehamilan.
Mengelola stres, menjaga pola makan, tidur cukup, serta mendapatkan dukungan sosial dinilai sangat penting untuk menciptakan kondisi biologis yang optimal.
"Merawat diri kita sendiri sebelum pembuahan adalah bagian penting dari perencanaan untuk memiliki anak yang sehat," tegas Bale.
Temuan ini sekaligus membuka perspektif baru bahwa tanggung jawab kesehatan reproduksi tidak hanya berada pada ibu, tetapi juga ayah, bahkan sejak sebelum proses pembuahan terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Redaksi Harian Jogja kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News edisi Sabtu (11/7/2026) yang merangkum berbagai isu paling hangat dan strategis.
Program Makan Bergizi Gratis di Bantul kembali berjalan. Sekitar 100 dapur telah beroperasi, sementara 35 lainnya masih menyelesaikan persiapan.
Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar adalah salah satu bendungan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto
SMPN 10 Jogja menambah dua rombongan belajar pada tahun ajaran 2026/2027 sehingga mampu menampung 64 siswa tambahan di tengah tingginya minat SMP negeri.
Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026
Harga cabai kembali turun pada 13 Juli 2026. Beras dan minyak goreng masih stabil, sementara kenaikan hanya terjadi pada beberapa komoditas pangan.