KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Pediatrik sekaligus anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiologi Indonesia (PERKI) dr. Aditya Agita Sembiring, Sp.JP(K) menjelaskan bahwa gaya hidup yang tidak sehat membuat anak muda juga bisa terkena penyakit jantung.
"Untuk bisa sakit jantung itu nggak mudah. Nggak serta merta. Kita ambil contoh yang paling populer itu sakit jantung koroner. Biasanya kan terjadi pada kakek-kakek ya usia 70 tahun. Sekarang 30 tahunan bisa sudah serangan jantung," jelas Aditya saat dijumpai di Gedung Dr R Soeharto, Jakarta Pusat, Kamis (2/3/2023).
"Kenapa? Satu ya karena lifestyle. Serangan jantung nggak bisa tiba-tiba sehat terus kena serangan jantung. Itu nggak mungkin. Harus ada faktor risikonya," imbuhnya.
Lebih dalam, Aditya juga menyampaikan bahwa terdapat 5 faktor risiko dari penyakit jantung yakni diabetes, hipertensi, kolesterol, riwayat keluarga dan merokok. Salah satu faktor risiko yang menyebabkan anak-anak muda sudah mengalami penyakit jantung adalah gaya hidup yang mulai merokok sejak usia sekolah.
"Sekarang anak-anak SMP sudah merokok. Anak SMA sudah merokok. Mereka juga nggak mikir. Merokoknya sampai dua bungkus, tiga bungkus. Bayangin coba. Jadi lifestyle ini yang menjadikan kenapa yang muda sudah terkena jantung," paparnya.
Selain itu, kini teknologi di dunia kesehatan pun sudah semakin canggih. Oleh sebab itu, Aditya mengatakan lebih mudah untuk mendeteksi para generasi muda yang mengalami penyakit jantung. Sebenarnya sejak dahulu pun, sudah terdapat beberapa kasus anak muda meninggal karena serangan jantung.
BACA JUGA: Benarkah Leher Tengeng alias Leher Kaku karena Salah Bantal?
"Zaman dulu deteksi serangan jantung belum secanggih sekarang. Zaman dulu kalau ada anak muda sakit terus meninggal tiba-tiba dibilangnya angin duduk, kesambet dan lain-lain. Sekarang teknologi semakin canggih. Apalagi di bidang kardiovaskular. Deteksinya makin oke," terangnya.
Dengan demikian, Aditya pun mengimbau agar masyarakat terutama generasi muda mengubah gaya hidupnya. Dia pun menyarankan agar menghindari rokok dan mulai menerapkan pola makan serta hidup yang sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Zinedine Zidane membela Cristiano Ronaldo yang disorot usai meninggalkan timnas Portugal dan mengenang kesuksesan mereka di Real Madrid.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 5 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius di Kota Jogja.
PT Pos Sungguminasa mengakui salah kirim surat MA untuk Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang hingga tak diterima sebelum putusan.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.