Wayne Rooney Tolak Gelar Man City Dicabut, Pilih Degradasi
Wayne Rooney menolak menerima gelar Liga Inggris jika Man City dicabut. Ia justru mendukung hukuman degradasi dan pembatasan belanja.
Foto ilustrasi anak bermain ponsel. - Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Kebiasaan memeriksa notifikasi, berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, hingga menggulir media sosial sebelum tidur ternyata dapat membuat penggunaan smartphone tidak sekadar menghabiskan waktu. Pola penggunaan yang terus-menerus juga dikaitkan dengan keluhan seperti perhatian yang mudah terpecah, gangguan tidur, dan sakit kepala.
Kondisi tersebut belakangan kerap disebut dengan istilah smartphone brain. Namun, istilah ini bukan diagnosis atau istilah medis resmi. Dokter spesialis saraf dr Gaurav Batra menjelaskan, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan sejumlah keluhan yang dapat muncul seiring penggunaan smartphone secara terus-menerus.
"Smartphone brain digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan yang dapat muncul seiring penggunaan smartphone secara terus-menerus seperti perhatian yang mudah terpecah, gangguan tidur, dan sakit kepala," kata dr Batra dilansir laman Hindustan Times, Rabu (30/9/2026).
Menurut dr Batra, persoalan penggunaan smartphone tidak hanya berkaitan dengan berapa lama seseorang menatap layar. Frekuensi ponsel menginterupsi perhatian juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Salah satu pola yang sering terjadi adalah perpindahan tugas secara berulang. Seseorang dapat sedang membalas email, kemudian berhenti untuk memeriksa notifikasi, membuka media sosial, lalu kembali mengerjakan tugas yang sebelumnya ditinggalkan.
Kebiasaan berpindah-pindah aktivitas seperti itu dapat membuat perhatian menjadi terfragmentasi. Konsentrasi pun berulang kali terputus karena perhatian harus beralih dari satu rangsangan ke rangsangan lainnya.
Penelitian mengenai penggunaan smartphone juga menemukan adanya hubungan antara perubahan kontrol kognitif dan jaringan otak yang berkaitan dengan perhatian. Paparan berulang terhadap notifikasi, video pendek, serta pergantian konten yang cepat disebut dapat membuat seseorang lebih sulit mempertahankan konsentrasi dalam waktu lama.
"Jika seseorang terus-menerus mendapatkan stimulasi dari notifikasi, video pendek, dan perubahan konten yang cepat, mempertahankan konsentrasi bisa menjadi lebih sulit. Hal ini sangat relevan bagi pelajar dan orang-orang yang pekerjaannya menuntut fokus dalam waktu lama," kata dr Batra.
Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan ponsel menjelang waktu tidur. Menurut dr Batra, penggunaan ponsel pada malam hari dapat membuat waktu tidur tertunda sekaligus menjaga otak tetap aktif secara mental.
Ia merujuk pada sebuah analisis yang menemukan bahwa setiap tambahan satu jam waktu menatap layar per hari berkaitan dengan berkurangnya durasi tidur sekitar tiga hingga lima menit. Paparan layar yang lebih lama juga dikaitkan dengan waktu tidur yang lebih larut serta kemungkinan lebih besar mengalami insomnia.
Artinya, persoalan penggunaan ponsel sebelum tidur tidak semata-mata berkaitan dengan cahaya yang berasal dari layar. Aktivitas di dalam ponsel juga dapat membuat seseorang terus terlibat secara mental sehingga waktu tidur ditunda.
"Hal ini tidak semata-mata disebabkan oleh cahaya layar. Ponsel dapat membuat otak tetap aktif secara mental, mendorong kita untuk menunda waktu tidur, serta menciptakan kebiasaan memeriksa perangkat setiap kali kita terbangun di tengah malam," ujar dr Batra.
Sakit kepala menjadi keluhan lain yang dapat muncul pada orang yang menggunakan layar dalam waktu lama. Meski demikian, dr Batra mengingatkan bahwa sakit kepala mempunyai banyak penyebab sehingga keluhan tersebut tidak otomatis dapat dikaitkan dengan penggunaan smartphone.
Gangguan penglihatan, dehidrasi, stres, dan kurang tidur juga dapat berperan. Pada saat yang sama, penggunaan ponsel dalam waktu lama dapat menjadi salah satu faktor yang memicu sakit kepala melalui sejumlah kondisi yang terjadi ketika seseorang menatap layar terlalu lama.
"Kenapa screen time bisa menyebabkan sakit kepala? Karena mata dipaksa fokus pada jarak dekat secara terus-menerus, frekuensi berkedip sangat kurang, silau, postur tubuh yang statis, dan leher yang menunduk dalam waktu lama," kata dia.**
Dengan demikian, keluhan setelah menggunakan ponsel dalam waktu lama tidak selalu memiliki satu penyebab. Durasi menatap layar dapat berjalan bersamaan dengan faktor lain seperti posisi tubuh, kondisi mata, kurang tidur, stres, maupun kurangnya asupan cairan.
Kelelahan setelah menggunakan gawai sesekali tidak selalu menjadi persoalan. Namun, dr Batra mengatakan seseorang perlu lebih memperhatikan kondisinya ketika kesulitan berkonsentrasi semakin terasa, kualitas tidur menurun, dan sakit kepala muncul secara berulang.
Menurut dia, kombinasi keluhan tersebut dapat menjadi tanda yang perlu diperhatikan apabila terus terjadi. Karena itu, perubahan pola penggunaan ponsel dapat dicoba untuk melihat apakah keluhan yang dirasakan ikut berkurang.
Sebagai langkah sederhana, dr Batra menyarankan mengurangi penggunaan gawai untuk keperluan nonesensial selama dua pekan. Selain itu, penggunaan ponsel juga disarankan dihentikan dua jam sebelum waktu tidur.
"Ini adalah eksperimen sederhana yang dampak baiknya bisa terasa jika dilakukan dengan konsisten," kata dia.
Bagi orang yang sehari-hari membutuhkan smartphone untuk bekerja, belajar, dan berkomunikasi, pengurangan penggunaan tidak berarti harus menghentikan seluruh aktivitas dengan perangkat tersebut. Pola penggunaan, frekuensi interupsi, waktu pemakaian menjelang tidur, serta kebiasaan berpindah tugas menjadi bagian dari penggunaan ponsel yang dapat diperhatikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wayne Rooney menolak menerima gelar Liga Inggris jika Man City dicabut. Ia justru mendukung hukuman degradasi dan pembatasan belanja.
SM Entertainment mengambil langkah hukum terhadap konten AI ilegal yang menargetkan Yoona serta unggahan jahat yang menyerang Winter aespa.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.