Ukuran Sepatu Tidak Selalu Sama, Apa yang Membuatnya Berbeda?

Jumali
Jumali Rabu, 30 September 2026 11:37 WIB
Ukuran Sepatu Tidak Selalu Sama, Apa yang Membuatnya Berbeda?

Foto ilustrasi pabrik sepatu, dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI). - StockCake

Harianjogja.com, JOGJA—Banyak orang pernah mengalami situasi ketika sepatu dengan ukuran yang sama justru memberikan rasa yang berbeda saat dipakai. Sepatu ukuran 39 dari satu merek bisa terasa pas di kaki, tetapi ukuran yang sama dari merek lain justru terasa sempit atau bahkan longgar. Kondisi ini kerap membuat pembeli bingung, terutama saat berbelanja secara daring tanpa kesempatan mencoba produk terlebih dahulu.

Perbedaan tersebut terjadi karena ukuran sepatu tidak hanya ditentukan oleh angka yang tercetak pada label. Bentuk desain, material, hingga konstruksi bagian dalam sepatu turut memengaruhi kenyamanan saat digunakan. Karena itu, ukuran yang sama belum tentu menghasilkan sensasi pemakaian yang identik pada setiap produk.

Standar Ukuran Sepatu Tidak Selalu Sama

Di pasaran, ukuran sepatu umumnya menggunakan beberapa sistem yang berbeda, seperti European Size (EU), United Kingdom (UK), United States (US), dan Japan (JP atau CM). Masing-masing sistem memiliki metode penghitungan tersendiri sehingga angka yang tertera tidak dapat disamakan secara langsung.

Saat membeli sepatu dari merek atau negara yang berbeda, pembeli perlu memperhatikan panduan ukuran yang disediakan produsen. Langkah ini membantu menyesuaikan panjang kaki dengan ukuran yang direkomendasikan.

Di Indonesia, ukuran yang paling umum digunakan adalah standar Eropa atau EU dengan rentang angka seperti 36, 37, 38, 39, dan 40. Namun, meskipun menggunakan sistem yang sama, kenyamanan yang dirasakan pengguna tetap dapat berbeda pada setiap merek.

Material dan Lapisan Dalam Berpengaruh

Selain ukuran, material yang digunakan pada bagian luar maupun dalam sepatu ikut menentukan ruang yang tersedia untuk kaki. Lapisan dalam yang lebih tebal dapat membuat sepatu terasa lebih sempit, sedangkan lapisan yang tipis memberikan ruang yang lebih lega.

Karakter bahan juga memiliki pengaruh tersendiri. Material yang cenderung kaku biasanya mempertahankan bentuk sepatu, sementara bahan yang lebih lentur dapat menyesuaikan bentuk kaki setelah digunakan beberapa kali.

Bantalan pada bagian dalam serta ketebalan sol juga memengaruhi kenyamanan. Sol yang lebih tebal dapat mengurangi ruang yang tersedia bagi kaki sehingga ukuran yang sebelumnya terasa pas bisa menjadi lebih sempit.

Bentuk Kaki Setiap Orang Tidak Sama

Faktor lain yang sering luput diperhatikan adalah bentuk kaki pengguna. Tidak semua orang memiliki karakter kaki yang sama. Ada yang memiliki kaki ramping, ada pula yang memiliki kaki lebih lebar.

Akibatnya, ukuran yang sesuai dari sisi panjang belum tentu nyaman ketika digunakan. Pada beberapa orang, sepatu bisa terasa menekan bagian samping kaki meskipun panjangnya sudah sesuai. Sebaliknya, ada pula yang merasa longgar meskipun menggunakan ukuran yang sama.

Karena itu, memilih sepatu sebaiknya tidak hanya berdasarkan panjang kaki, tetapi juga mempertimbangkan lebar kaki agar kenyamanan tetap terjaga saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Toleransi Produksi Bisa Menimbulkan Perbedaan

Dalam proses produksi, ukuran sepatu tidak selalu identik hingga tingkat milimeter. Ada kemungkinan muncul selisih kecil antara rancangan dan produk yang telah selesai dibuat.

Toleransi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk metode produksi, jenis sepatu, material yang digunakan, hingga desain produk. Itulah sebabnya dua pasang sepatu dengan ukuran yang sama masih dapat memiliki sedikit perbedaan pada ruang bagian dalam.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Bagi pembeli di Jogja yang sering berbelanja sepatu secara daring, memahami faktor-faktor tersebut dapat membantu mengurangi risiko salah ukuran. Sepatu yang terlalu sempit atau terlalu longgar tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menyebabkan lecet pada kaki saat digunakan dalam waktu lama.

Jika memungkinkan, mencoba sepatu secara langsung tetap menjadi cara terbaik untuk memastikan ukuran yang sesuai. Namun, apabila pembelian dilakukan secara daring, pembeli dapat mengukur panjang kaki terlebih dahulu kemudian mencocokkannya dengan tabel ukuran yang disediakan penjual.

Membaca ulasan pengguna lain juga dapat menjadi bahan pertimbangan tambahan, terutama untuk mengetahui apakah suatu model sepatu cenderung lebih besar atau lebih kecil dibanding ukuran standar yang biasa digunakan.

Memahami standar ukuran, material, bentuk kaki, dan toleransi produksi dapat membantu pembeli menentukan pilihan yang lebih tepat. Dengan cara tersebut, proses membeli sepatu menjadi lebih terukur dan risiko mendapatkan ukuran yang kurang nyaman dapat diminimalkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online