Toilet Sudah Dibersihkan tapi Tetap Bau? Ini Solusinya

Jumali
Jumali Rabu, 30 September 2026 11:47 WIB
Toilet Sudah Dibersihkan tapi Tetap Bau? Ini Solusinya

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Toilet yang mengeluarkan bau tak sedap sering menjadi keluhan di rumah, kos, apartemen, maupun hunian yang digunakan bersama. Kondisi ini kerap membuat penghuni tidak nyaman, terutama ketika tamu datang atau saat kamar mandi digunakan bergantian oleh banyak orang.

Masalahnya, bau tidak selalu hilang meskipun kloset sudah dibersihkan secara rutin dan diberi pengharum ruangan. Dalam sejumlah kasus, sumber bau justru berasal dari area yang jarang diperhatikan, seperti celah tersembunyi pada kloset, penumpukan bakteri, hingga kemungkinan kerusakan komponen di bagian bawah toilet.

Sebelum menggunakan bahan kimia yang lebih keras, langkah terbaik adalah mencari sumber penyebabnya terlebih dahulu. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi hingga menghilangkan bau tak sedap di toilet.

1. Bersihkan Kloset secara Menyeluruh

Membersihkan toilet secara rutin menjadi langkah dasar yang tidak boleh diabaikan. Sikat dan cairan pembersih sebaiknya selalu tersedia di dekat kloset agar penghuni lebih mudah membersihkannya secara berkala.

Perhatikan pula area tersembunyi, termasuk bagian engsel dudukan toilet. Bagian ini sering menjadi tempat berkembangnya bakteri yang memicu munculnya aroma tidak sedap apabila jarang dibersihkan.

2. Gunakan Pengharum Khusus Toilet

Pengharum ruangan yang dirancang khusus untuk kamar mandi dapat membantu menjaga kesegaran udara. Pilihannya beragam, mulai dari semprotan penyegar, pengharum gantung, hingga kamper atau kapur barus toilet.

Produk tersebut bekerja dengan membantu menetralisasi bau yang muncul setelah toilet digunakan sehingga udara di dalam ruangan tetap terasa lebih segar.

3. Manfaatkan Cuka Putih

Cuka putih dikenal sebagai salah satu bahan alami yang sering digunakan untuk membantu mengurangi bau. Caranya, tuangkan sekitar satu cangkir cuka putih ke dalam tangki air toilet.

Setelah didiamkan selama kurang lebih 10 menit, gosok bagian dalam tangki menggunakan sikat lalu bilas hingga bersih. Kandungan asam pada cuka dapat membantu mengurangi bakteri yang menjadi salah satu penyebab munculnya bau.

4. Semprotkan Hidrogen Peroksida 3 Persen

Hidrogen peroksida 3 persen dapat digunakan untuk membantu mengatasi bau pada kloset. Cairan ini disemprotkan ke permukaan air di dalam mangkuk toilet setelah digunakan.

Diamkan beberapa saat sebelum disiram kembali. Saat menggunakannya, perlu kehati-hatian agar cairan tidak mengenai kulit karena dapat menimbulkan iritasi.

5. Gunakan Deterjen Bubuk sebagai Alternatif

Ketika pembersih toilet habis, deterjen bubuk dapat dimanfaatkan sebagai alternatif. Siram terlebih dahulu bagian dalam mangkuk kloset, kemudian taburkan sekitar setengah sendok makan deterjen bubuk secara merata.

Diamkan selama sekitar 15 menit sebelum digosok menggunakan sikat toilet. Setelah itu, bilas hingga bersih menggunakan air.

6. Pastikan Ventilasi Berfungsi Baik

Kondisi kamar mandi yang lembap dapat mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur yang memunculkan aroma tidak sedap. Karena itu, sirkulasi udara perlu dijaga agar tetap optimal.

Jika tersedia jendela, bukalah setelah kamar mandi digunakan. Apabila ventilasi alami terbatas, penggunaan kipas angin atau exhaust fan dapat membantu mengeluarkan udara lembap dari dalam ruangan.

7. Tambahkan Penyegar Udara Berkualitas

Langkah berikutnya adalah menggunakan penyegar udara yang sesuai untuk area kamar mandi. Selain memberikan aroma yang lebih segar, beberapa produk juga dirancang untuk membantu mengurangi bau pada permukaan tertentu di sekitar toilet.

Periksa Kemungkinan Kerusakan pada Kloset

Apabila berbagai langkah di atas sudah dilakukan tetapi bau masih terus muncul, sumber masalah bisa berasal dari komponen toilet itu sendiri. Salah satu penyebab yang perlu diperiksa adalah kemungkinan kerusakan pada cincin lilin atau wax ring yang berada di bawah kloset.

Komponen tersebut berfungsi membantu mencegah kebocoran. Jika mengalami kerusakan, air dapat merembes keluar dan menimbulkan aroma tidak sedap yang sulit hilang hanya dengan membersihkan permukaan toilet. Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan oleh teknisi dapat menjadi pilihan untuk mengetahui penyebab pasti dan melakukan penanganan lebih lanjut.

Menjaga kebersihan toilet tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan penghuni rumah. Upaya tersebut juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih untuk digunakan setiap hari. Karena itu, perawatan rutin dan pemeriksaan sumber bau secara berkala dapat membantu mengurangi risiko munculnya masalah yang sama di kemudian hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online