Paus Leo XIV Soroti AI dalam Seni: Algoritma Tak Punya Sentuhan Manusia

Newswire
Newswire Minggu, 04 Oktober 2026 10:07 WIB
Paus Leo XIV Soroti AI dalam Seni: Algoritma Tak Punya Sentuhan Manusia

Paus Leo XIV menyapa ribuan umat Katolik yang berkumpul di alun-alun Basilika Santo Petrus, Vatikan./Antara-Vatikan Media/aa.

Harianjogja.com, JAKARTA— Paus Leo XIV mengingatkan pentingnya membedakan karya seni yang lahir dari kreativitas manusia dengan hasil produksi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut dia, perkembangan teknologi tersebut membuat persoalan asal-usul dan nilai kemanusiaan dalam sebuah karya menjadi semakin mendesak.

Paus Leo XIV menyampaikan pandangannya melalui platform X. Pernyataan tersebut dilansir dari Antara pada Minggu (4/10/2026).

"Di era kecerdasan buatan ini, membedakan seni manusia dari hasil karya mesin kini menjadi sangat mendesak," tulis Paus Leo XIV.

Paus menyoroti cara kerja AI yang berbeda dengan proses kreatif manusia. Sistem AI menggunakan perhitungan statistik dengan memproses sejumlah besar karya yang sebelumnya dibuat oleh manusia.

"Algoritma tidak memiliki sentuhan kemanusiaan," ujarnya.

Kreativitas Manusia dan Proses Algoritma

Pernyataan Paus Leo XIV tidak hanya menyoroti kemampuan AI dalam menghasilkan gambar atau karya visual. Dia menekankan adanya perbedaan pada asal, proses, serta nilai kemanusiaan yang melekat dalam penciptaan sebuah karya.

Karya manusia lahir dari pengalaman, ekspresi, dan proses kreatif yang berkaitan dengan kehidupan penciptanya. Sementara itu, AI menghasilkan keluaran dengan mengolah data serta pola statistik berdasarkan materi yang tersedia.

Perbedaan tersebut menjadi penting ketika hasil karya manusia dan mesin memiliki bentuk yang serupa. Menurut pandangan Paus, kemiripan hasil tidak otomatis berarti proses penciptaannya memiliki nilai yang sama.

AI tidak memiliki pengalaman manusia yang menjadi latar belakang lahirnya sebuah karya. Mesin bekerja dengan memproses informasi untuk menghasilkan keluaran berdasarkan pola yang telah dipelajari.

AI Makin Masuk Sektor Kreatif

Perkembangan AI dalam beberapa waktu terakhir turut memunculkan perdebatan mengenai batas kemampuan mesin. Sejumlah insiden disebut menunjukkan teknologi tersebut mampu melakukan berbagai hal yang sebelumnya dianggap sulit dilakukan oleh mesin.

Persoalan tersebut semakin mendapat perhatian ketika AI digunakan dalam industri kreatif. Teknologi kini dapat menghasilkan gambar, musik, tulisan, maupun berbagai bentuk karya lainnya.

Kondisi itu kemudian memunculkan kebutuhan untuk memperjelas posisi karya yang dihasilkan algoritma dibandingkan dengan karya yang sepenuhnya dibuat manusia.

Perdebatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi. Aspek proses penciptaan, sumber materi, pengalaman kreator, serta nilai kemanusiaan di balik sebuah karya turut menjadi bagian dari pembahasan.

Paus Leo XIV Tekankan Martabat Manusia

Pandangan Paus Leo XIV mengenai AI juga tidak terbatas pada persoalan seni. Pada September 2026, dia menyampaikan bahwa kecerdasan buatan harus dikembangkan dengan tetap menghormati martabat manusia.

Paus juga menekankan bahwa AI perlu digunakan untuk memperkuat perdamaian. Pengembangan teknologi tersebut, menurut pandangannya, harus berlandaskan kebijaksanaan dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menunjukkan perhatian Paus Leo XIV terhadap dampak AI yang lebih luas dalam kehidupan manusia. Perkembangan teknologi tidak hanya dipandang dari kemampuan menghasilkan sesuatu, tetapi juga dari bagaimana teknologi tersebut digunakan dan memengaruhi manusia.

Martabat manusia menjadi salah satu landasan dalam pandangannya terhadap kecerdasan buatan. Teknologi, menurut pesan tersebut, tidak semestinya berkembang dengan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online