Advertisement
Cara Lindungi Bayi dari Campak Sebelum Vaksin
Foto ilustrasi campak. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kasus campak yang kembali meningkat di awal 2026 mendorong para orang tua untuk lebih waspada, terutama bagi bayi yang belum memenuhi usia untuk mendapatkan vaksin. Dokter spesialis anak Attila Dewanti menekankan pentingnya pencegahan sejak dini melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Menurutnya, bayi di bawah usia sembilan bulan belum bisa menerima imunisasi campak, sehingga perlindungan utama harus datang dari lingkungan sekitar. Orang tua disarankan disiplin menjaga kebersihan, termasuk rutin mencuci tangan, menggunakan masker, serta membatasi kontak dengan orang yang berpotensi membawa virus.
Advertisement
“Pencegahan paling efektif adalah meminimalkan paparan. Orang tua juga perlu memakai masker meski tidak sedang sakit,” ujarnya.
Jadwal Vaksinasi Campak pada Anak
BACA JUGA
Mengacu pada panduan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi campak diberikan melalui vaksin MR atau MMR dalam beberapa tahap. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan, dilanjutkan pada usia 18 bulan, dan penguat terakhir saat anak berusia 5 tahun.
Vaksin ini berfungsi melindungi anak dari infeksi virus campak yang sangat mudah menular melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.
PHBS Jadi Kunci Utama
Dokter Attila menjelaskan, virus campak dapat menyebar dengan cepat di lingkungan yang padat. Oleh karena itu, penerapan PHBS menjadi langkah utama, terutama bagi orang tua yang sering beraktivitas di luar rumah.
Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, mengganti pakaian setelah bepergian, serta menjaga kebersihan rumah dapat membantu menekan risiko penularan pada bayi.
Selain itu, orang tua juga disarankan untuk menghindari membawa bayi ke tempat ramai selama situasi kasus masih tinggi.
Perkuat Daya Tahan Tubuh Bayi
Selain menjaga kebersihan, peningkatan imunitas bayi juga menjadi faktor penting. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah pemberian vitamin D sesuai anjuran dokter.
Vitamin D diketahui berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi lebih mampu melawan infeksi. Dosis yang umum diberikan adalah sekitar 400 IU per hari, sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Peran Keluarga dalam Mencegah Penularan
Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan pada bayi, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity), orang dewasa yang tinggal serumah dianjurkan memastikan status vaksinasi mereka lengkap.
Jika ragu pernah mendapatkan vaksin, orang tua dapat mempertimbangkan imunisasi MR atau MMR sebagai langkah perlindungan tambahan.
Kasus Campak Meningkat
Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan lonjakan kasus campak pada awal 2026. Hingga minggu ke-14, tercatat lebih dari 16.900 kasus secara nasional.
Puncak kasus terjadi pada awal tahun dengan lebih dari 2.000 kasus dalam satu pekan. Selain itu, tercatat puluhan kejadian luar biasa (KLB) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa campak bukan penyakit ringan dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak-anak.
Dengan kombinasi vaksinasi tepat waktu, penerapan PHBS, serta peningkatan daya tahan tubuh, risiko penularan campak dapat ditekan, sehingga kesehatan anak tetap terjaga di tengah meningkatnya kasus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








