Buah Ini Disebut Paling Banyak Mengandung Pestisida

Jumali
Jumali Minggu, 24 Mei 2026 13:27 WIB
Buah Ini Disebut Paling Banyak Mengandung Pestisida

Stroberi - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Laporan terbaru dari Environmental Working Group (EWG) mengungkap temuan mengejutkan terkait buah-buahan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Sejumlah buah populer disebut mengandung residu pestisida dalam kadar tinggi, termasuk bahan kimia abadi atau forever chemicals (PFAS) yang dikaitkan dengan risiko penyakit serius seperti kanker.

Dalam laporan Dirty Dozen terbaru yang dikutip dari The Independent, Minggu (24/5/2026), hampir seluruh buah yang masuk daftar ditemukan memiliki rata-rata empat jenis atau lebih residu pestisida di setiap sampel. Temuan tersebut berasal dari analisis terhadap 54.344 sampel dari 47 jenis buah dan sayuran berdasarkan data pengujian residu pestisida milik Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Meski demikian, EWG menegaskan masyarakat tetap dianjurkan mengonsumsi buah dan sayuran karena manfaat kesehatannya dinilai lebih besar dibanding risiko paparan pestisida. Namun, laporan ini menjadi pengingat agar konsumen lebih cermat memilih dan membersihkan bahan pangan sebelum dikonsumsi.

Daftar Buah dengan Kontaminasi Tertinggi

Stroberi menempati posisi pertama sebagai buah dengan tingkat kontaminasi tertinggi. Sebanyak 99 persen sampel stroberi ditemukan mengandung residu pestisida, bahkan dalam satu sampel ditemukan hingga 23 jenis pestisida berbeda.

Di posisi kedua terdapat anggur. Sedikitnya 80 persen sampel anggur diketahui mengandung residu bahan kimia abadi atau PFAS yang sulit terurai di lingkungan.

Nektarin berada di urutan ketiga dalam daftar Dirty Dozen tahun ini. Sementara persik atau peaches menempati posisi keempat dengan hampir seluruh sampelnya terdeteksi mengandung residu pestisida.

Salah satu zat yang ditemukan pada persik adalah fungisida fludioxonil yang diduga dapat mengganggu hormon serta perkembangan janin.

Posisi lima besar dilengkapi oleh ceri. Pada buah ini, peneliti menemukan rata-rata lima jenis residu pestisida, termasuk iprodione yang diklasifikasikan sebagai zat karsinogen atau pemicu kanker.

Selain lima buah tersebut, daftar Dirty Dozen juga mencakup bayam, kale, sawi hijau, paprika, apel, beri hitam, pir, kentang, dan blueberry.

Bahaya PFAS bagi Kesehatan

Analis sains EWG, Varun Subramaniam, menyebut laporan tahun ini memperlihatkan masih adanya pestisida PFAS dalam rantai pasokan pangan. PFAS dikenal sebagai bahan kimia yang sangat sulit terurai sehingga dapat bertahan lama di lingkungan maupun tubuh manusia.

Sejumlah penelitian mengaitkan paparan jangka panjang PFAS dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, gangguan hormon, hingga beberapa jenis kanker.

Langkah yang Disarankan untuk Konsumen

EWG menyarankan masyarakat mencuci buah dan sayuran menggunakan air mengalir secara menyeluruh sebelum dikonsumsi. Langkah sederhana ini dinilai dapat membantu mengurangi residu pestisida yang menempel pada permukaan buah.

Konsumen juga dapat mempertimbangkan membeli produk organik, terutama untuk buah yang masuk daftar Dirty Dozen. Selain itu, pola makan yang beragam tetap dianjurkan agar paparan pestisida dari satu jenis bahan pangan tidak berlebihan.

Laporan ini diharapkan dapat mendorong pengawasan dan regulasi pangan yang lebih ketat demi menjaga keamanan konsumsi masyarakat serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memilih bahan pangan yang aman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online