Arema Unggul Cepat 1-0 atas PSIM, Joel Vinicius Cetak Gol Menit ke-2
Arema unggul cepat atas PSIM Yogyakarta lewat gol Joel Vinicius menit ke-2 pada laga pekan ke-34 BRI Super League di Stadion Kanjuruhan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Kebiasaan menjaga kebersihan tangan dengan pembersih berbasis alkohol atau hand sanitizer memang efektif mencegah infeksi. Namun di balik manfaatnya, penggunaan yang berlebihan justru dapat menimbulkan masalah serius pada kesehatan kulit.
Konsultan dermatolog dari Rumah Sakit Zynova Shalby, Mumbai, Dr. Surbhi Deshpande, mengingatkan bahwa terlalu sering menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan bisa merusak lapisan pelindung alami kulit.
“Penggunaan pembersih tangan berbasis alkohol secara terus-menerus dapat menghilangkan minyak alami kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering, sensitif, dan mudah iritasi,” jelasnya dikutip dari Antara, Sabtu (22/5/2026).
Dari Kulit Kering hingga Eksim
Kerusakan lapisan pelindung kulit membuat tangan lebih rentan mengalami gangguan, mulai dari kekeringan, gatal, hingga kondisi yang lebih serius seperti eksim tangan.
Eksim sendiri ditandai dengan peradangan, kulit pecah-pecah, dan rasa perih yang mengganggu. Dalam kondisi tertentu, penderita bahkan bisa mengalami luka hingga pendarahan akibat retakan yang dalam.
Tak hanya itu, kulit yang rusak juga membuka peluang masuknya bakteri dan jamur, sehingga meningkatkan risiko infeksi.
“Jika terus dibiarkan, kulit bisa menebal, berubah warna menjadi lebih gelap, dan semakin sensitif,” tambahnya.
Kelompok Rentan Perlu Waspada
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah ini, terutama mereka yang aktivitasnya menuntut kebersihan tangan ekstra. Di antaranya tenaga kesehatan, ibu rumah tangga, petugas kebersihan, staf salon, hingga pekerja kantoran.
Kondisi kulit yang bermasalah ini juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa kering, perih, dan iritasi membuat kegiatan sederhana seperti mengetik, memasak, hingga memegang benda menjadi tidak nyaman.
Cara Mengatasi dan Mencegah
Penanganan masalah kulit akibat penggunaan hand sanitizer bergantung pada tingkat keparahannya. Untuk kasus ringan, penggunaan pelembap secara rutin dapat membantu memulihkan kondisi kulit.
Sementara pada kondisi lebih berat, dokter biasanya akan meresepkan krim khusus, antihistamin, atau obat antiinflamasi untuk meredakan peradangan.
Agar tetap aman, penggunaan hand sanitizer sebaiknya dilakukan secukupnya dan diimbangi dengan perawatan kulit yang tepat. Menggunakan pelembap setelah mencuci tangan serta memilih produk yang tidak terlalu keras bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan kulit.
Kebersihan memang penting, tetapi menjaga keseimbangan juga tak kalah krusial. Terlalu berlebihan justru bisa berbalik merugikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arema unggul cepat atas PSIM Yogyakarta lewat gol Joel Vinicius menit ke-2 pada laga pekan ke-34 BRI Super League di Stadion Kanjuruhan.
Pemda DIY pastikan stok hewan kurban aman jelang Iduladha 1447 H, harga terkendali dan inflasi tetap stabil.
Borneo FC hancurkan Malut United 7-1 di laga terakhir Liga 1 2026, namun Persib tetap juara karena unggul head to head.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.