WPSplinter Ancam Router Wi-Fi, Ini Cara Melindungi Jaringan Rumah
Celah WPSplinter pada perangkat lunak Wi-Fi Broadcom berpotensi membahayakan router. Simak risiko dan cara mengamankan jaringan rumah.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Penelitian terbaru dari University of Ottawa yang dikutip oleh Neuroscience News mengungkap bahwa serangan jantung ternyata tidak hanya merusak organ jantung, tetapi juga dapat memicu gangguan pada otak yang berkaitan dengan depresi, kecemasan, hingga penurunan fungsi kognitif.
Temuan ini memperkuat konsep heart-brain axis atau hubungan timbal balik antara kesehatan jantung dan otak. Peneliti menemukan bahwa setelah serangan jantung terjadi, tubuh melepaskan zat beracun bernama methylglyoxal (MG) yang dapat masuk ke otak dan memengaruhi fungsi saraf.
Dalam penelitian tersebut, kadar methylglyoxal ditemukan meningkat dalam darah pasien pascaserangan jantung. Zat ini kemudian disebut dapat menumpuk di area otak yang berperan dalam pengaturan emosi dan kemampuan berpikir.
Risiko Depresi dan Gangguan Kognitif Meningkat
Para peneliti menyebut pasien yang selamat dari serangan jantung memiliki risiko sekitar dua hingga tiga kali lebih tinggi mengalami depresi maupun kecemasan dibanding orang tanpa riwayat serangan jantung.
Kondisi ini dinilai tidak bisa dianggap sekadar gangguan psikologis biasa. Sebab, pasien yang mengalami depresi pascaserangan jantung juga disebut memiliki risiko hingga 2,7 kali lebih besar mengalami serangan jantung kedua atau kematian.
Penelitian tersebut menyoroti bagaimana methylglyoxal memengaruhi sistem limbik dan korteks prefrontal, yakni bagian otak yang berkaitan dengan suasana hati, emosi, dan fungsi kognitif.
Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Neurodegeneratif
Selain berdampak pada kesehatan mental, paparan methylglyoxal juga disebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
Kerusakan sel otak akibat zat tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Advanced Science tersebut.
Temuan ini sekaligus menjadi bukti tambahan bahwa gangguan jantung dapat memicu dampak sistemik yang luas terhadap kesehatan tubuh, termasuk fungsi otak dan saraf.
Peneliti Kembangkan Terapi Baru
Sebagai tindak lanjut, tim peneliti kini tengah mengembangkan terapi berbasis peptida yang dirancang untuk menurunkan kadar methylglyoxal dalam darah setelah serangan jantung terjadi.
Pendekatan ini bertujuan “menangkap” molekul beracun sebelum mencapai otak sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan suasana hati, kerusakan saraf, maupun serangan jantung berulang.
Meski masih dalam tahap pengembangan, terapi tersebut dinilai membuka peluang baru dalam penanganan pasien pascaserangan jantung yang selama ini lebih banyak difokuskan pada pemulihan organ jantung saja.
Pentingnya Pemantauan Kesehatan Mental
Hasil penelitian ini juga menjadi pengingat penting bahwa rehabilitasi pascaserangan jantung perlu mencakup pemantauan kondisi mental pasien.
Para ahli menilai deteksi dini depresi dan kecemasan pada pasien jantung dapat membantu menurunkan risiko komplikasi lanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien dalam jangka panjang.
Selain menjalani pengobatan medis, pencegahan tetap menjadi langkah utama dengan menjaga pola hidup sehat, mengontrol tekanan darah, rutin berolahraga, serta mengurangi faktor risiko penyakit jantung lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Celah WPSplinter pada perangkat lunak Wi-Fi Broadcom berpotensi membahayakan router. Simak risiko dan cara mengamankan jaringan rumah.
Bareskrim mengamankan WN Taiwan berinisial YCY terkait 1,16 ton ketamin senilai Rp3,48 triliun yang diangkut kapal MT Global 168.
DPRD Kota Jogja meminta pengawasan tarif parkir diperketat menjelang liburan. Pemkot juga didorong menambah kantong parkir dan mengatur lalu lintas.
Ekonomi ilegal global diperkirakan mencapai US$6 triliun pada 2025. Simak dampaknya dan empat pusat kejahatan terorganisasi di Asia Tenggara.
Forbes menaksir kekayaan Kanye West sebesar US$400 juta, sedangkan Ye pernah mengklaim nilainya mencapai US$2,77 miliar pada Januari 2025.
Wamenhaj Dahnil mengimbau jemaah umrah memilih penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah dan menghindari transit di Malaysia serta Singapura.