Nilai Tukar Rupiah Tak Bergerak Signifikan
Rupiah stagnan di Rp17.975 per dolar AS, harga kebutuhan pokok masih tinggi. Tekanan impor dan BBM non-subsidi memengaruhi daya beli masyarakat.
Ilustrasi Rusia. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Tanggal 12 Juni diperingati sebagai hari penting di berbagai belahan dunia dengan tema dan latar belakang yang berbeda-beda. Sejumlah peringatan yang jatuh pada tanggal ini mencakup isu perlindungan anak, kemerdekaan negara, perdamaian, hingga perjuangan hak sipil.
Berikut lima peringatan yang diperingati setiap 12 Juni:
1. Hari Internasional Menentang Pekerja Anak
Setiap 12 Juni, dunia memperingati Hari Internasional Menentang Pekerja Anak (World Day Against Child Labour). Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menghapus praktik pekerja anak di berbagai negara.
Pekerja anak merujuk pada anak-anak yang harus bekerja pada usia dini sehingga kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan, bermain, dan berkembang secara optimal. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah, organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat, hingga komunitas untuk mengampanyekan perlindungan hak-hak anak.
2. Hari Kemerdekaan Filipina
Tanggal 12 Juni juga menjadi hari bersejarah bagi Filipina. Negara tersebut memperingati deklarasi kemerdekaan dari penjajahan Spanyol yang diumumkan pada 12 Juni 1898.
Deklarasi kemerdekaan diproklamasikan oleh Emilio Aguinaldo. Kemudian, pada 1962, Presiden Diosdado Macapagal menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Kemerdekaan Filipina yang diperingati sebagai hari libur nasional.
3. Hari Perdamaian Kosovo
Kosovo memperingati 12 Juni sebagai Hari Perdamaian Nasional. Peringatan ini menandai berakhirnya konflik Kosovo pada 1999 setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Konflik tersebut menyebabkan jutaan warga terdampak dan memicu gelombang pengungsian besar. Hari Perdamaian Kosovo menjadi simbol penting bagi rekonsiliasi dan upaya menjaga stabilitas kawasan.
4. Hari Rusia
Di Rusia, tanggal 12 Juni diperingati sebagai Hari Rusia. Peringatan ini berkaitan dengan pengesahan Deklarasi Kedaulatan Negara Rusia pada 1990 yang menjadi salah satu tonggak penting dalam proses pembentukan Rusia modern setelah runtuhnya Uni Soviet.
Hari Rusia ditetapkan sebagai hari libur nasional dan setiap tahunnya diperingati melalui berbagai kegiatan kenegaraan maupun budaya di seluruh wilayah negara tersebut.
5. National Loving Day di Amerika Serikat
Amerika Serikat memperingati National Loving Day setiap 12 Juni. Peringatan ini merujuk pada putusan bersejarah Mahkamah Agung AS dalam kasus Loving v. Virginia pada 1967.
Putusan tersebut membatalkan berbagai aturan yang melarang pernikahan antar-ras di sejumlah negara bagian. Keputusan itu kemudian menjadi tonggak penting dalam perjuangan kesetaraan hak sipil dan kebebasan menikah tanpa diskriminasi ras.
Beragam peringatan yang jatuh pada 12 Juni menunjukkan bagaimana tanggal yang sama dapat memiliki makna berbeda bagi masyarakat dunia. Mulai dari perlindungan anak, perjuangan kemerdekaan, perdamaian, hingga hak asasi manusia, seluruhnya menjadi pengingat atas berbagai peristiwa penting yang membentuk sejarah global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah stagnan di Rp17.975 per dolar AS, harga kebutuhan pokok masih tinggi. Tekanan impor dan BBM non-subsidi memengaruhi daya beli masyarakat.
Sepatu pink mendominasi Piala Dunia 2026, tren baru hasil visibilitas, fesyen global, dan ekspresi pemain di lapangan.
Alwi Farhan singkirkan Lee Chia Hao dua gim langsung ke semifinal Australian Open 2026. Rehan/Gloria tersingkir, Alwi jadi harapan terakhir Indonesia di Sydney.
Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan di Semugih, Kapanewon Rongkop dengan tersangka GS asal Tambakromo, Ponjong.
Putri Bajrakitiyabha Thailand meninggal dunia usia 47 tahun setelah koma tiga tahun, memunculkan sorotan suksesi kerajaan.
Sepuluh saksi kasus dugaan korupsi CSR BI dan OJK mangkir dari panggilan KPK, penyidikan masih berjalan sejak 2024.