Label Baked Tak Menjamin Keripik Lebih Sehat, Ini Faktanya
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Foto ilustrasi bok choy atau pak choi. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Manfaat pak choi atau bok choy semakin mendapat perhatian karena kandungan nutrisinya yang mendukung kesehatan usus, tulang, dan jantung. Sejumlah penelitian menunjukkan sayuran keluarga kubis ini memiliki potensi antioksidan dan efek perlindungan metabolik bagi tubuh.
Pak choi merupakan salah satu sayuran cruciferous yang memiliki tekstur renyah dan kaya serat, vitamin K, vitamin C, kalsium, kalium, serta senyawa antioksidan. Meski uji klinis acak pada manusia yang secara khusus meneliti bok choy masih terbatas, berbagai penelitian pada hewan memberikan gambaran mekanisme kesehatan yang kuat.
Pak Choi dan Kesehatan Usus
Penelitian berjudul Impact of Anaerobic Fermentation Liquid on Bok Choy and Mechanism of Combined Vitamin C from Bok Choy and Allicin in Treatment of DSS Colitis (Pan et al., Foods 2025) menemukan bahwa vitamin C dari bok choy mampu meningkatkan fermentasi karbohidrat kompleks oleh mikroba usus yang menguntungkan pada tikus dengan kolitis.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya penurunan peradangan, berkurangnya invasi bakteri pada usus besar, serta penurunan tingkat infeksi. Kombinasi nutrisi dalam bok choy juga diketahui mampu menurunkan sitokin proinflamasi sekaligus memperkuat integritas pelindung usus.
Studi lain berjudul Human Gut Bacterial Communities Are Altered by Addition of Cruciferous Vegetables to the Diet (Li et al., Journal of Nutrition 2009) menyimpulkan bahwa konsumsi sayuran cruciferous seperti bok choy dapat meningkatkan populasi bakteri baik dalam usus manusia setelah dua minggu suplementasi. Perubahan ini berkontribusi pada peningkatan keragaman mikrobiota yang membantu mengurangi kembung, memperlancar buang air besar, serta memberikan perlindungan terhadap infeksi.
Peran Nutrisi Pak Choi untuk Kesehatan Tulang
Berdasarkan data National Institutes of Health (NIH), satu cangkir bok choy mentah mengandung sekitar 6 persen kebutuhan kalsium harian dan 27 persen nilai harian vitamin K. Sayuran ini juga mengandung zat besi, fosfor, magnesium, dan seng yang berperan dalam pembentukan kolagen serta kepadatan tulang.
Penelitian tahun 2020 mengenai sayuran hijau kaya vitamin K menunjukkan bahwa nutrisi tersebut membantu meningkatkan metabolisme tulang pada usia dewasa dengan memfasilitasi proses remodeling sel. Kombinasi nutrisi dalam bok choy membantu memindahkan kalsium ke jaringan tulang sehingga berpotensi mencegah osteoporosis seiring bertambahnya usia.
Manfaat Pak Choi bagi Kesehatan Jantung
Pak choi juga berpotensi mendukung kesehatan sistem kardiovaskular. Studi pada hamster Syrian Golden yang diberi diet tinggi lemak (Naseri et al., Food & Function 2020) menunjukkan bahwa pemberian 5–7 persen bok choy dapat menurunkan kolesterol total, trigliserida, LDL (kolesterol jahat), serta enzim hati, sekaligus meningkatkan HDL (kolesterol baik).
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa bok choy mampu menekan ekspresi gen yang berhubungan dengan pembentukan lemak serta merangsang reseptor metabolik yang berperan dalam keseimbangan lipid.
Selain itu, kandungan kalium, kalsium, dan magnesium dalam pak choi membantu menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh sehingga berperan dalam pengaturan tekanan darah. Kandungan folatnya juga membantu menormalkan kadar homosistein, yaitu asam amino yang jika meningkat dapat memicu risiko penyakit jantung.
Cara Mengonsumsi Pak Choi
Pak choi dapat diolah menjadi berbagai hidangan seperti tumisan, sup, maupun salad untuk dikonsumsi secara rutin setiap minggu. Kandungan kalorinya yang rendah membuat sayuran ini dapat dikonsumsi dalam jumlah relatif banyak sebagai bagian dari pola makan sehat.
Konsumsi pak choi akan memberikan manfaat lebih optimal jika disertai aktivitas fisik seperti berjalan kaki serta penerapan pola makan seimbang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan usus, tulang, dan jantung secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : The Times of India
Keripik baked belum tentu lebih sehat, ahli gizi jelaskan perbedaan dan cara memilih camilan yang tepat.
Peserta TKA SMA/SMK 2026 wajib memahami hak dan kewajiban sebelum ujian. Simak aturan terbaru, jadwal pelaksanaan, hingga cara memperoleh Sertifikat Hasil TKA.
Bellingham samai rekor Maradona dengan 2 gol di dua laga gugur Piala Dunia 2026, tapi tetap rendah hati: dia 10 juta kali lebih hebat. Inggris vs Argentina.
8 mitra PSEL tahap II resmi dipilih untuk kelola sampah jadi listrik di 20 daerah. Konsorsium Indonesia, Prancis, China terlibat. Proyek masih bersyarat menuju
Rem belakang motor berbunyi saat digunakan? Ketahui 9 penyebab utamanya mulai dari kampas rem aus, cakram bermasalah, hingga kaliper macet agar tidak mengganggu
Merasa sangat sedih tetapi tidak bisa menangis? Pakar psikologi menjelaskan kondisi ini bisa dipicu trauma emosional, kepribadian, hingga faktor lingkungan.