Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 10 Juli 2026, Cek Lokasi & Syaratnya
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juli 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, dan biaya. Layanan jemput bola memudahkan warga perpanjang SIM tanpa ke Satpas.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Bekerja seharian di ruangan ber-AC ternyata tidak hanya berdampak pada kenyamanan tubuh, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan kulit. Tanpa disadari, paparan udara kering dalam waktu lama dapat membuat kulit menjadi kusam, kering, bahkan terlihat lebih cepat menua.
Kepala Petugas Medis di Clinikally, India, Anindita Sarkar, mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama kondisi ini adalah meningkatnya transepidermal water loss atau Transepidermal Water Loss (TEWL). Kondisi ini menunjukkan seberapa banyak kelembapan yang hilang dari kulit ke udara.
"Salah satu perubahan paling penting yang diamati adalah peningkatan kehilangan air transepidermal (TEWL). Ini mengacu pada jumlah kelembapan yang keluar dari kulit ke atmosfer dan merupakan indikator kunci untuk menilai fungsi dan kesehatan penghalang kulit," kata Sarkar, dikutip Minggu (24/5/2026)
Ia menjelaskan, lingkungan kantor yang cenderung memiliki kelembapan rendah—terutama karena penggunaan AC—mempercepat hilangnya cairan alami pada kulit. Bahkan, paparan selama enam jam saja sudah cukup untuk membuat kulit terasa lebih kasar, kering, kemerahan, dan tampak lelah.
Tak hanya itu, kondisi ini juga membuat pori-pori dan garis halus terlihat lebih jelas. Dalam jangka panjang, kulit bisa kehilangan elastisitasnya dan mengalami gangguan pada lapisan pelindung alami.
Menurut Sarkar, rendahnya kelembapan udara juga berdampak pada rusaknya lapisan lipid kulit, termasuk kandungan penting seperti ceramide yang berfungsi menjaga hidrasi. Ketika lapisan ini terganggu, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, mengelupas, hingga peradangan ringan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah menggunakan pelembap udara (humidifier) di ruang kerja guna menjaga tingkat kelembapan tetap stabil.
Selain itu, penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung ceramide juga sangat dianjurkan. Kandungan ini membantu memperkuat lapisan pelindung kulit sekaligus mengunci kelembapan agar tidak mudah hilang.
Sarkar juga menyarankan untuk menghindari pembersih wajah yang terlalu keras atau berbusa tinggi karena dapat memperparah kondisi kulit kering. Sebagai gantinya, gunakan pembersih yang lembut dan tidak menghilangkan minyak alami kulit.
Langkah lain yang tak kalah penting adalah mengaplikasikan serum hidrasi sebelum pelembap. Kombinasi ini dapat membantu meningkatkan retensi air di dalam kulit sehingga terasa lebih kenyal dan sehat.
Terakhir, menjaga asupan cairan tubuh tetap cukup juga menjadi kunci penting. Minum air yang cukup setiap hari membantu menjaga hidrasi dari dalam, sehingga kulit tetap segar meski beraktivitas di ruangan ber-AC.
Dengan perawatan yang tepat, dampak negatif dari udara kantor bisa diminimalkan, dan kulit tetap sehat serta bercahaya sepanjang hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juli 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, dan biaya. Layanan jemput bola memudahkan warga perpanjang SIM tanpa ke Satpas.
Kelurahan Keparakan gelar pelatihan Budikdamber. Warga bisa budidaya lele di ember untuk ketahanan pangan dan peluang usaha rumahan.
Kylian Mbappe kembali memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 8 gol. Messi hingga Haaland terus membayangi dalam perebutan Sepatu Emas.
Profil lengkap Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang terjaring OTT KPK, mulai dari karier, pendidikan, hingga perjalanan politiknya.
Pemkab Kulonprogo merotasi 79 pejabat, termasuk Asda dan kepala OPD. Bupati minta kinerja melampaui ekspektasi.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani diperiksa semalaman di Polresta Surakarta sebelum dibawa KPK ke Jakarta. Berikut kronologi lengkap OTT.