Siapa Vilmei? Kreator yang Viral Usai Kasus Dana Rp3 Miliar
Vilmei kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan penggelapan dana. Simak profil Meicy Villia Kalangi dan perjalanan kariernya dari TikTok hingga bisnis.
Foto ilustrasi kesehatan mental. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Penelitian global terbaru mengungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan di dunia, dengan jumlah penderita yang terus meningkat dalam tiga dekade terakhir.
Studi yang dipimpin peneliti dari University of Queensland bersama University of Washington menemukan hampir 1,2 miliar orang hidup dengan gangguan mental sepanjang 2023. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding 1990.
Penelitian tersebut menunjukkan sekitar 1 dari 7 penduduk dunia mengalami kondisi kesehatan mental tertentu. Lonjakan terbesar dipicu meningkatnya kasus kecemasan dan depresi berat di berbagai negara.
Remaja Jadi Kelompok Paling Rentan
Beban gangguan mental disebut mencapai puncaknya pada kelompok usia 15 hingga 19 tahun. Temuan ini memperlihatkan remaja menjadi kelompok paling rentan menghadapi tekanan kesehatan mental di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan digital yang semakin cepat.
Peneliti juga menemukan perempuan mengalami prevalensi gangguan mental lebih tinggi dibanding laki-laki. Pada 2023, sekitar 620 juta perempuan hidup dengan gangguan mental, sedangkan laki-laki tercatat sekitar 552 juta orang.
Meski demikian, beberapa gangguan perkembangan saraf seperti ADHD dan autisme disebut lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki. Sementara gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan lebih dominan dialami perempuan dewasa.
Kecemasan dan Depresi Jadi Pemicu Utama
Penelitian tersebut mengkaji 12 kondisi mental, termasuk gangguan kecemasan, depresi berat, bipolar, skizofrenia, autisme, ADHD, hingga gangguan makan.
Para peneliti menggunakan indikator Disability-Adjusted Life Year (DALY), yakni ukuran jumlah tahun kehidupan sehat yang hilang akibat penyakit, kecacatan, atau kematian dini.
Hasilnya, gangguan mental kini menjadi penyebab utama kelima beban penyakit global pada 2023. Posisi ini melonjak tajam dibanding 1990 ketika gangguan mental masih berada di urutan ke-12.
Kecemasan dan depresi berat menjadi penyumbang terbesar peningkatan angka tersebut, terutama setelah pandemi Covid-19.
Pandemi dan Faktor Sosial Disebut Memperparah
Studi ini juga menyoroti berbagai faktor yang memperburuk kondisi kesehatan mental global, mulai dari penganiayaan anak, kekerasan dalam rumah tangga, faktor genetik, ketidaksetaraan sosial, perubahan iklim, konflik, hingga dampak pandemi.
Sejak 2019, prevalensi depresi berat disebut meningkat sekitar 24 persen, sedangkan gangguan kecemasan melonjak lebih dari 47 persen secara global.
Peneliti menilai penurunan kohesi sosial dan tekanan hidup modern turut mempercepat lonjakan gangguan mental di berbagai kelompok usia.
Kesenjangan Pengobatan Masih Tinggi
Di tengah meningkatnya jumlah penderita, akses pengobatan kesehatan mental masih menjadi tantangan besar. Penelitian tersebut menemukan hanya sekitar 9 persen penderita depresi berat yang menerima pengobatan memadai.
Kondisi ini memperlihatkan masih besarnya kesenjangan layanan kesehatan mental di banyak negara, termasuk terkait deteksi dini dan akses terapi profesional.
Para peneliti menilai peningkatan investasi layanan kesehatan mental menjadi langkah penting untuk mencegah dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vilmei kembali menjadi sorotan setelah kasus dugaan penggelapan dana. Simak profil Meicy Villia Kalangi dan perjalanan kariernya dari TikTok hingga bisnis.
Cara menyembunyikan isi pesan WhatsApp di notifikasi HP iPhone dan Android. Agar privasi tetap aman dan pesan pribadi tak terbaca orang lain. Simak langkah-lang
KPK menyita uang lebih dari Rp6 miliar seusai memeriksa tiga pejabat imigrasi dalam kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menekankan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilantik menjalankan amanah yang sudah diberikan. Pejabat yang dilanti
Honda membuka peluang mempertimbangkan kembali Fit di AS. Simak kabar terbaru soal Honda Jazz dan peluang hatchback legendaris itu kembali ke Indonesia.
DPRD Gunungkidul menargetkan Raperda RTRW 2026-2046 disahkan Senin (31/8/2026) setelah persetujuan substansi pemerintah pusat terbit.