Terbangun karena Mimpi Buruk Ini Doa yang Dianjurkan
Mimpi buruk bisa membuat cemas, ini doa yang dianjurkan lengkap dengan arti dan sumber hadisnya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan tidur setelah olahraga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan otot dan peningkatan performa fisik. Para ahli menegaskan tidur berkualitas dapat mempercepat perbaikan jaringan otot sekaligus mengurangi risiko cedera akibat latihan.
Selain peregangan, hidrasi, dan nutrisi, tidur ternyata menjadi salah satu komponen paling kuat dalam membangun kekuatan otot dan daya tahan tubuh. Banyak orang berfokus pada latihan intens, tetapi mengabaikan waktu istirahat yang justru menentukan efektivitas pemulihan setelah olahraga.
Kebutuhan Tidur Setelah Olahraga Bisa Berbeda
Sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Namun, atlet atau individu yang menjalani latihan intensitas tinggi sering kali memerlukan durasi tidur lebih panjang untuk mendukung pemulihan dan performa optimal.
Kebutuhan tidur ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk intensitas latihan, jenis aktivitas olahraga, usia, tingkat kebugaran, kondisi stres, pola nutrisi, hingga kesehatan secara keseluruhan.
Peran Tidur dalam Pemulihan Otot
Pemulihan otot sebenarnya dimulai segera setelah latihan selesai, tetapi proses perbaikan terbesar terjadi saat tidur. Aktivitas olahraga menyebabkan robekan mikroskopis pada serat otot yang perlu diperbaiki untuk membentuk jaringan otot yang lebih kuat.
Tidur berkualitas memberikan berbagai manfaat fisiologis yang mendukung proses tersebut. Pada fase tidur nyenyak atau deep sleep, tubuh meningkatkan produksi hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) yang berperan dalam perbaikan jaringan otot serta pemulihan kerusakan mikro akibat latihan.
Selain itu, tidur membantu proses sintesis protein, yaitu mekanisme tubuh mengubah protein menjadi jaringan otot baru. Kurang tidur dapat menghambat proses ini. Penelitian menunjukkan konsumsi sekitar 30 gram protein sebelum tidur mampu meningkatkan sintesis protein selama tidur hingga sekitar 22 persen.
Selama tidur, tubuh juga mengisi ulang cadangan energi otot melalui pembentukan glikogen dari karbohidrat yang dikonsumsi. Proses ini penting karena glikogen menjadi sumber energi utama saat berolahraga.
Tidur juga membantu mengendalikan peradangan yang muncul setelah latihan, termasuk nyeri otot tertunda atau delayed onset muscle soreness (DOMS). Sistem imun melepaskan zat kimia tertentu untuk mengurangi peradangan sekaligus membersihkan sisa metabolisme dalam jaringan otot.
Selain manfaat fisik, tidur yang cukup membuat otot lebih rileks, mengurangi ketegangan, serta meningkatkan fokus mental, koordinasi, dan konsentrasi yang diperlukan untuk sesi latihan berikutnya.
Dampak Kurang Tidur pada Pemulihan Otot
Kekurangan tidur dapat memperlambat pemulihan dan menurunkan performa fisik secara keseluruhan. Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain pertumbuhan otot yang lebih lambat, penurunan kekuatan dan daya tahan, serta peningkatan risiko cedera seperti keseleo, tegang otot, hingga cedera akibat kelelahan kronis.
Kurang tidur juga berkaitan dengan peningkatan peradangan, nyeri otot yang lebih berat, waktu reaksi yang melambat, serta koordinasi dan keseimbangan tubuh yang menurun. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas latihan sekaligus keselamatan saat berolahraga.
Cara Meningkatkan Kualitas Tidur untuk Pemulihan Otot
Rutinitas tidur yang baik menjadi bagian penting dalam program latihan. Menjaga jadwal tidur dan bangun yang konsisten setiap hari membantu tubuh menyesuaikan ritme biologis secara optimal.
Lingkungan tidur yang nyaman juga berpengaruh besar. Kamar yang sejuk, gelap, dan tenang dapat membantu tubuh masuk ke fase tidur nyenyak lebih cepat.
Paparan layar dari ponsel, televisi, atau komputer sebaiknya dihindari setidaknya satu jam sebelum tidur karena cahaya biru dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang memicu rasa kantuk.
Asupan makanan juga perlu diperhatikan dengan membatasi konsumsi kafein, alkohol, serta makanan berat pada malam hari. Sebagai alternatif, aktivitas relaksasi seperti membaca, peregangan ringan, atau mandi air hangat dapat membantu tubuh lebih siap untuk tidur.
Dengan menjaga kualitas tidur setelah olahraga, proses pemulihan otot dapat berlangsung lebih optimal sehingga tubuh siap menghadapi sesi latihan berikutnya dengan kondisi lebih kuat dan bugar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Health
Mimpi buruk bisa membuat cemas, ini doa yang dianjurkan lengkap dengan arti dan sumber hadisnya.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.