Advertisement

Ini Durasi Tidur Ideal Setelah Olahraga Agar Otot Cepat Pulih

Maya Herawati
Rabu, 25 Februari 2026 - 11:47 WIB
Maya Herawati
Ini Durasi Tidur Ideal Setelah Olahraga Agar Otot Cepat Pulih Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kebutuhan tidur setelah olahraga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan otot dan peningkatan performa fisik. Para ahli menegaskan tidur berkualitas dapat mempercepat perbaikan jaringan otot sekaligus mengurangi risiko cedera akibat latihan.

Selain peregangan, hidrasi, dan nutrisi, tidur ternyata menjadi salah satu komponen paling kuat dalam membangun kekuatan otot dan daya tahan tubuh. Banyak orang berfokus pada latihan intens, tetapi mengabaikan waktu istirahat yang justru menentukan efektivitas pemulihan setelah olahraga.

Advertisement

Kebutuhan Tidur Setelah Olahraga Bisa Berbeda

Sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Namun, atlet atau individu yang menjalani latihan intensitas tinggi sering kali memerlukan durasi tidur lebih panjang untuk mendukung pemulihan dan performa optimal.

Kebutuhan tidur ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk intensitas latihan, jenis aktivitas olahraga, usia, tingkat kebugaran, kondisi stres, pola nutrisi, hingga kesehatan secara keseluruhan.

Peran Tidur dalam Pemulihan Otot

Pemulihan otot sebenarnya dimulai segera setelah latihan selesai, tetapi proses perbaikan terbesar terjadi saat tidur. Aktivitas olahraga menyebabkan robekan mikroskopis pada serat otot yang perlu diperbaiki untuk membentuk jaringan otot yang lebih kuat.

Tidur berkualitas memberikan berbagai manfaat fisiologis yang mendukung proses tersebut. Pada fase tidur nyenyak atau deep sleep, tubuh meningkatkan produksi hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) yang berperan dalam perbaikan jaringan otot serta pemulihan kerusakan mikro akibat latihan.

Selain itu, tidur membantu proses sintesis protein, yaitu mekanisme tubuh mengubah protein menjadi jaringan otot baru. Kurang tidur dapat menghambat proses ini. Penelitian menunjukkan konsumsi sekitar 30 gram protein sebelum tidur mampu meningkatkan sintesis protein selama tidur hingga sekitar 22 persen.

Selama tidur, tubuh juga mengisi ulang cadangan energi otot melalui pembentukan glikogen dari karbohidrat yang dikonsumsi. Proses ini penting karena glikogen menjadi sumber energi utama saat berolahraga.

Tidur juga membantu mengendalikan peradangan yang muncul setelah latihan, termasuk nyeri otot tertunda atau delayed onset muscle soreness (DOMS). Sistem imun melepaskan zat kimia tertentu untuk mengurangi peradangan sekaligus membersihkan sisa metabolisme dalam jaringan otot.

Selain manfaat fisik, tidur yang cukup membuat otot lebih rileks, mengurangi ketegangan, serta meningkatkan fokus mental, koordinasi, dan konsentrasi yang diperlukan untuk sesi latihan berikutnya.

Dampak Kurang Tidur pada Pemulihan Otot

Kekurangan tidur dapat memperlambat pemulihan dan menurunkan performa fisik secara keseluruhan. Beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain pertumbuhan otot yang lebih lambat, penurunan kekuatan dan daya tahan, serta peningkatan risiko cedera seperti keseleo, tegang otot, hingga cedera akibat kelelahan kronis.

Kurang tidur juga berkaitan dengan peningkatan peradangan, nyeri otot yang lebih berat, waktu reaksi yang melambat, serta koordinasi dan keseimbangan tubuh yang menurun. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas latihan sekaligus keselamatan saat berolahraga.

Cara Meningkatkan Kualitas Tidur untuk Pemulihan Otot

Rutinitas tidur yang baik menjadi bagian penting dalam program latihan. Menjaga jadwal tidur dan bangun yang konsisten setiap hari membantu tubuh menyesuaikan ritme biologis secara optimal.

Lingkungan tidur yang nyaman juga berpengaruh besar. Kamar yang sejuk, gelap, dan tenang dapat membantu tubuh masuk ke fase tidur nyenyak lebih cepat.

Paparan layar dari ponsel, televisi, atau komputer sebaiknya dihindari setidaknya satu jam sebelum tidur karena cahaya biru dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang memicu rasa kantuk.

Asupan makanan juga perlu diperhatikan dengan membatasi konsumsi kafein, alkohol, serta makanan berat pada malam hari. Sebagai alternatif, aktivitas relaksasi seperti membaca, peregangan ringan, atau mandi air hangat dapat membantu tubuh lebih siap untuk tidur.

Dengan menjaga kualitas tidur setelah olahraga, proses pemulihan otot dapat berlangsung lebih optimal sehingga tubuh siap menghadapi sesi latihan berikutnya dengan kondisi lebih kuat dan bugar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Health

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Adies Kadir Diumumkan Pekan Ini

Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Adies Kadir Diumumkan Pekan Ini

News
| Rabu, 25 Februari 2026, 12:57 WIB

Advertisement

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Wisata
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement