PKB Sleman Kukuhkan 17 Pengurus DPAC, Bidik Pemilih Muda di 2029
PKB Sleman mengukuhkan pengurus DPAC di 17 kapanewon dengan keterwakilan perempuan minimal 30% dan menargetkan pengurus ranting tuntas November.
Ilustrasi daging giling. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Momen Iduladha selalu identik dengan sajian daging kurban yang melimpah, mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang. Namun, konsumsi daging kurban secara berlebihan tanpa pola makan yang terkontrol dapat meningkatkan risiko kolesterol naik, berat badan bertambah, hingga memicu gangguan pencernaan.
Selain memperhatikan jumlah konsumsi, cara mengolah daging kurban juga menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan selama perayaan Iduladha. Pengolahan yang tepat dapat membantu menekan kadar lemak dan kalori tanpa mengurangi cita rasa hidangan khas Lebaran Kurban.
Cara memasak daging sangat memengaruhi kandungan lemak dan kalori pada makanan. Karena itu, masyarakat dianjurkan memilih metode pengolahan yang lebih sehat agar konsumsi daging kurban tetap aman bagi tubuh.
Kurangi penggunaan santan berlebihan saat memasak gulai atau rendang. Santan encer maupun alternatif rendah lemak dapat menjadi pilihan untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
Utamakan teknik memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dibandingkan menggoreng.
Hindari membakar sate hingga terlalu gosong karena bagian yang hangus dinilai kurang baik bagi kesehatan tubuh.
Lengkapi dengan Sayur dan Buah
Saat menikmati hidangan Iduladha, jangan hanya mengandalkan daging dan nasi dalam satu piring. Sayur dan buah penting untuk membantu menjaga keseimbangan nutrisi harian.
Kandungan serat dalam sayur dan buah membantu melancarkan pencernaan sekaligus menekan penyerapan lemak berlebih di dalam tubuh. Beberapa pilihan yang baik dikonsumsi antara lain:
Asupan serat juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mencegah kebiasaan makan berlebihan selama Iduladha.
Batasi Porsi Daging Kurban
Meski stok daging kurban melimpah saat Iduladha, konsumsi tetap perlu dikendalikan agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
Perbanyak minum air putih hangat setelah makan.
Teh hijau tanpa gula dapat menjadi alternatif minuman karena mengandung antioksidan.
Kurangi konsumsi minuman bersoda atau tinggi gula yang dapat meningkatkan asupan kalori harian.
Tetap Aktif Bergerak Setelah Makan
Kebiasaan langsung berbaring setelah makan besar saat Lebaran Kurban sebaiknya dihindari karena dapat memicu gangguan lambung dan penumpukan lemak dalam tubuh.
Beberapa aktivitas ringan yang dapat dilakukan setelah makan antara lain:
Masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, maupun penyakit jantung tetap perlu membatasi konsumsi daging merah selama Iduladha.
Jika diperlukan, konsultasikan pola makan dengan dokter dan tetap konsumsi obat sesuai anjuran medis agar kondisi kesehatan tetap terkontrol selama perayaan Iduladha berlangsung. Dengan pola makan seimbang serta pengolahan daging kurban yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati sajian khas Iduladha tanpa mengabaikan kesehatan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PKB Sleman mengukuhkan pengurus DPAC di 17 kapanewon dengan keterwakilan perempuan minimal 30% dan menargetkan pengurus ranting tuntas November.
Film Empat Musim Pertiwi digarap sejak 2017. Karya Kamila Andini ini mengangkat isu kekerasan seksual dan mewakili Indonesia di Oscar 2027.
Cek enam pengaturan WhatsApp untuk melindungi akun, membatasi privasi, mengunci aplikasi, dan memeriksa perangkat yang tertaut.
KPK mengonfirmasi OTT ke-22 sepanjang 2026 terkait BNPB. Sejumlah pihak diamankan dan masih dimintai keterangan.
Galatasaray menjamu Barcelona pada Liga Champions, Rabu dini hari. Tuan rumah memburu poin perdana setelah kalah dari Sporting CP.
Gunungkidul belum menerima laporan gagal panen padi akibat kemarau panjang. Namun, harga beras medium dan premium di pasar dilaporkan melampaui HET.