Cara Melihat Nilai TKA SD-SMP 2026 Mulai Pukul 13.00, Ini Linknya
Nilai TKA SD dan SMP 2026 resmi dibuka mulai pukul 13.00 WIB. Berikut cara cek hasil TKA di tka.kemendikdasmen.go.id.
Ilustrasi daging giling. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Momen Iduladha selalu identik dengan sajian daging kurban yang melimpah, mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang. Namun, konsumsi daging kurban secara berlebihan tanpa pola makan yang terkontrol dapat meningkatkan risiko kolesterol naik, berat badan bertambah, hingga memicu gangguan pencernaan.
Selain memperhatikan jumlah konsumsi, cara mengolah daging kurban juga menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan selama perayaan Iduladha. Pengolahan yang tepat dapat membantu menekan kadar lemak dan kalori tanpa mengurangi cita rasa hidangan khas Lebaran Kurban.
Cara memasak daging sangat memengaruhi kandungan lemak dan kalori pada makanan. Karena itu, masyarakat dianjurkan memilih metode pengolahan yang lebih sehat agar konsumsi daging kurban tetap aman bagi tubuh.
Kurangi penggunaan santan berlebihan saat memasak gulai atau rendang. Santan encer maupun alternatif rendah lemak dapat menjadi pilihan untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
Utamakan teknik memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dibandingkan menggoreng.
Hindari membakar sate hingga terlalu gosong karena bagian yang hangus dinilai kurang baik bagi kesehatan tubuh.
Lengkapi dengan Sayur dan Buah
Saat menikmati hidangan Iduladha, jangan hanya mengandalkan daging dan nasi dalam satu piring. Sayur dan buah penting untuk membantu menjaga keseimbangan nutrisi harian.
Kandungan serat dalam sayur dan buah membantu melancarkan pencernaan sekaligus menekan penyerapan lemak berlebih di dalam tubuh. Beberapa pilihan yang baik dikonsumsi antara lain:
Asupan serat juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mencegah kebiasaan makan berlebihan selama Iduladha.
Batasi Porsi Daging Kurban
Meski stok daging kurban melimpah saat Iduladha, konsumsi tetap perlu dikendalikan agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
Perbanyak minum air putih hangat setelah makan.
Teh hijau tanpa gula dapat menjadi alternatif minuman karena mengandung antioksidan.
Kurangi konsumsi minuman bersoda atau tinggi gula yang dapat meningkatkan asupan kalori harian.
Tetap Aktif Bergerak Setelah Makan
Kebiasaan langsung berbaring setelah makan besar saat Lebaran Kurban sebaiknya dihindari karena dapat memicu gangguan lambung dan penumpukan lemak dalam tubuh.
Beberapa aktivitas ringan yang dapat dilakukan setelah makan antara lain:
Masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, maupun penyakit jantung tetap perlu membatasi konsumsi daging merah selama Iduladha.
Jika diperlukan, konsultasikan pola makan dengan dokter dan tetap konsumsi obat sesuai anjuran medis agar kondisi kesehatan tetap terkontrol selama perayaan Iduladha berlangsung. Dengan pola makan seimbang serta pengolahan daging kurban yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati sajian khas Iduladha tanpa mengabaikan kesehatan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nilai TKA SD dan SMP 2026 resmi dibuka mulai pukul 13.00 WIB. Berikut cara cek hasil TKA di tka.kemendikdasmen.go.id.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun dengan tarif Rp8.000 dan keberangkatan pagi hingga malam.
Tips sehat konsumsi daging kurban saat Iduladha agar kolesterol tetap aman, mulai dari cara memasak hingga mengatur porsi makan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000 dan jadwal keberangkatan pagi hingga malam.