Hasil Piala Dunia 2026: Brace Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal
Hasil Piala Dunia 2026, Inggris menang 2-1 atas Norwegia lewat extra time. Jude Bellingham mencetak dua gol dan membawa The Three Lions ke semifinal.
Ilustrasi daging giling. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Momen Iduladha selalu identik dengan sajian daging kurban yang melimpah, mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang. Namun, konsumsi daging kurban secara berlebihan tanpa pola makan yang terkontrol dapat meningkatkan risiko kolesterol naik, berat badan bertambah, hingga memicu gangguan pencernaan.
Selain memperhatikan jumlah konsumsi, cara mengolah daging kurban juga menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan selama perayaan Iduladha. Pengolahan yang tepat dapat membantu menekan kadar lemak dan kalori tanpa mengurangi cita rasa hidangan khas Lebaran Kurban.
Cara memasak daging sangat memengaruhi kandungan lemak dan kalori pada makanan. Karena itu, masyarakat dianjurkan memilih metode pengolahan yang lebih sehat agar konsumsi daging kurban tetap aman bagi tubuh.
Kurangi penggunaan santan berlebihan saat memasak gulai atau rendang. Santan encer maupun alternatif rendah lemak dapat menjadi pilihan untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
Utamakan teknik memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang dibandingkan menggoreng.
Hindari membakar sate hingga terlalu gosong karena bagian yang hangus dinilai kurang baik bagi kesehatan tubuh.
Lengkapi dengan Sayur dan Buah
Saat menikmati hidangan Iduladha, jangan hanya mengandalkan daging dan nasi dalam satu piring. Sayur dan buah penting untuk membantu menjaga keseimbangan nutrisi harian.
Kandungan serat dalam sayur dan buah membantu melancarkan pencernaan sekaligus menekan penyerapan lemak berlebih di dalam tubuh. Beberapa pilihan yang baik dikonsumsi antara lain:
Asupan serat juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mencegah kebiasaan makan berlebihan selama Iduladha.
Batasi Porsi Daging Kurban
Meski stok daging kurban melimpah saat Iduladha, konsumsi tetap perlu dikendalikan agar kesehatan tubuh tetap terjaga.
Perbanyak minum air putih hangat setelah makan.
Teh hijau tanpa gula dapat menjadi alternatif minuman karena mengandung antioksidan.
Kurangi konsumsi minuman bersoda atau tinggi gula yang dapat meningkatkan asupan kalori harian.
Tetap Aktif Bergerak Setelah Makan
Kebiasaan langsung berbaring setelah makan besar saat Lebaran Kurban sebaiknya dihindari karena dapat memicu gangguan lambung dan penumpukan lemak dalam tubuh.
Beberapa aktivitas ringan yang dapat dilakukan setelah makan antara lain:
Masyarakat yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, maupun penyakit jantung tetap perlu membatasi konsumsi daging merah selama Iduladha.
Jika diperlukan, konsultasikan pola makan dengan dokter dan tetap konsumsi obat sesuai anjuran medis agar kondisi kesehatan tetap terkontrol selama perayaan Iduladha berlangsung. Dengan pola makan seimbang serta pengolahan daging kurban yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati sajian khas Iduladha tanpa mengabaikan kesehatan tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil Piala Dunia 2026, Inggris menang 2-1 atas Norwegia lewat extra time. Jude Bellingham mencetak dua gol dan membawa The Three Lions ke semifinal.
Meteor hijau yang viral di langit Jogja dipastikan BRIN merupakan batuan antariksa. Simak penjelasan ilmiah soal warna, dentuman, dan lintasannya.
SMPN 1 Wates mulai menggunakan gedung baru pada tahun ajaran 2026/2027 meski sejumlah fasilitas pendukung masih akan dilengkapi bertahap.
Populasi wereng batang cokelat di Sleman turun sekitar 52 persen setelah pengendalian terpadu. Petani tetap diminta rutin mengawasi sawah.
Ratusan sekolah di Bantul menggelar MPLS 2026 dengan konsep ramah, bebas perpeloncoan, perundungan, dan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
DIY dan Kalimantan Timur menyiapkan program pelestarian budaya Jawa serta pengembangan pariwisata yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.