Industri Mobil China Melesat, 650 Model Baru Meluncur dalam 6 Bulan
Industri mobil China meluncurkan sekitar 650 model baru dalam enam bulan pertama 2026. Persaingan makin ketat hingga BYD menyebut kondisinya "benar-benar gila".
Salad, salah satu makanan sehat pencegah kanker. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus kanker kolorektal atau kanker usus masih menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat. Namun, penyakit ini dinilai dapat dicegah melalui pola hidup sehat, konsumsi sayur dan buah yang cukup, serta pemeriksaan dini untuk mendeteksi risiko sejak tahap awal.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI), Prof. Ari Fahrial Syam, yang menegaskan bahwa pencegahan kanker kolorektal harus dimulai dari perubahan gaya hidup sehari-hari.
"Jadi ini penyakit yang bisa dicegah. Caranya [menerapkan] gaya hidup yang sehat. Ya kan kurangi makan daging-daging, banyak makan sayur, banyak minum, bergerak," kata Prof. Ari dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Selain memperbanyak konsumsi sayur dan buah, Ari juga mengingatkan pentingnya menjaga berat badan ideal, mengelola stres dengan baik, serta menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker kolorektal.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui perubahan pola hidup, tetapi juga melalui skrining atau pemeriksaan dini. Langkah tersebut dinilai sangat penting karena kanker kolorektal yang ditemukan pada tahap awal memiliki peluang penanganan yang lebih baik dibandingkan ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Ari mencontohkan keberhasilan Taiwan dalam menekan dampak kanker kolorektal melalui program skrining yang berjalan secara luas dan konsisten.
"Jadi artinya apa bahwa memang secara kualitas hidup masyarakat Taiwan meningkat dengan jumlah kasus advance yang ditemukan lebih cepat," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa Taiwan berhasil menurunkan angka kematian akibat kanker hingga sekitar 30 persen. Selain itu, proporsi pasien yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut juga dapat ditekan hingga sekitar 30 persen berkat deteksi yang dilakukan lebih awal.
Sementara itu, gejala yang sering ditemukan pada pasien kanker kolorektal stadium lanjut antara lain buang air besar berdarah, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, hingga diare kronis yang berlangsung dalam waktu lama.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Human Cancer Research Centre (HCRC) Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI), Prof. Murdani Abdullah, mengatakan skrining kanker kolorektal memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan tidak melakukan pemeriksaan sama sekali.
Menurut Murdani, deteksi dini tidak hanya berdampak pada peluang kesembuhan pasien, tetapi juga berkaitan dengan efisiensi biaya kesehatan, produktivitas masyarakat, serta penurunan angka kematian akibat kanker kolorektal.
Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang lebih efektif dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan ketika penyakit sudah berkembang ke stadium lanjut.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, juga menegaskan bahwa deteksi dini dapat mempermudah proses pengobatan bagi pasien yang terdiagnosis kanker pada tahap awal.
"Kalau sedini mungkin kita tahu pengobatannya tidak berat. Dia cuma mungkin perlu operasi aja. Nggak perlu kemo, tidak perlu radiasi. Kemudian supporting obat-obatnya juga berkurang," katanya.
Nadia menjelaskan masyarakat dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan pemerintah sebagai sarana skrining kanker kolorektal. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah lokal guna memenuhi kebutuhan serat harian. Asupan serat yang cukup dinilai menjadi salah satu langkah sederhana namun penting dalam upaya mencegah kanker kolorektal sekaligus menjaga kesehatan saluran pencernaan secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Industri mobil China meluncurkan sekitar 650 model baru dalam enam bulan pertama 2026. Persaingan makin ketat hingga BYD menyebut kondisinya "benar-benar gila".
Kemnaker menyebut BSU 2026 sebagai stimulus untuk menjaga daya beli pekerja. Simak syarat penerima dan besaran bantuan Rp900.000.
Kemenhaj menyerap masukan jemaah umrah asal Jawa Timur untuk mengevaluasi layanan haji 2027, termasuk kesiapan petugas dan perubahan sistem pelayanan.
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk diskon transportasi Nataru 2026/2027. Simak skema diskon pesawat, kereta, kapal, dan ASDP.
Dokter IDAI mengingatkan bahaya mandi hujan pertama setelah karhutla karena air hujan berpotensi membawa partikel dan polutan berbahaya.
Ahmad Doli Kurnia membantah terlibat dalam isu Munaslub Golkar 29 November 2026 dan menyinggung pihak internal yang disebutnya komprador.