Gerindra Sleman Bangun Kantor Baru, Targetkan Rampung Februari 2027
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Fenomena penurunan hormon pada pria atau yang dikenal sebagai andropause kini semakin banyak terjadi, bahkan pada usia produktif. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup secara menyeluruh, mulai dari energi, fokus, hingga kepercayaan diri.
Dokter spesialis urologi dan praktisi kesehatan pria, dr. Wempy Supit, SpU, FACS, mengungkapkan bahwa perubahan hormon yang dipicu stres kronis menjadi salah satu faktor utama menurunnya kondisi tubuh pria.
“Banyak pria datang dengan keluhan cepat lelah, sulit fokus, kualitas tidur menurun. Tidak sedikit juga yang mengalami perubahan fisik seperti peningkatan lemak tubuh, penurunan massa otot, sampai kerontokan rambut akibat stres dan perubahan hormonal. Ini kondisi yang nyata dan perlu mendapat perhatian,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip dari Antara, Sabtu (30/5/2026)
Ia menjelaskan, gejala tersebut sering kali tidak disadari sebagai bagian dari penurunan hormon testosteron. Berbeda dengan menopause pada perempuan yang terjadi secara jelas, andropause pada pria berlangsung perlahan dan cenderung diabaikan.
Di tengah gaya hidup modern yang penuh tekanan, kurang istirahat, serta pola hidup tidak seimbang, risiko andropause semakin meningkat. Kondisi ini diperparah dengan tuntutan pekerjaan yang tinggi, sehingga banyak pria mengabaikan kesehatan tubuhnya.
Seiring bertambahnya usia, kadar testosteron dalam tubuh pria memang akan menurun secara alami. Dampaknya tidak hanya pada penurunan massa otot, tetapi juga peningkatan lemak tubuh serta risiko penyakit metabolik seperti diabetes.
Karena itu, menjaga massa otot kini menjadi bagian penting dalam mempertahankan kesehatan jangka panjang. Tidak sekadar soal penampilan, tetapi juga berperan dalam menjaga metabolisme, keseimbangan hormon, serta energi harian.
Sementara itu, dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Arini Astasari Widodo, Sp.DVE, FINSDV, menambahkan bahwa kondisi rambut juga dapat menjadi indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Ketika seseorang mengalami stres kronis, kualitas tidur buruk, atau ketidakseimbangan hormon, tubuh sering memberikan sinyal melalui perubahan kondisi kulit dan rambut. Karena itu, perawatan rambut hari ini bukan lagi sekadar estetika, tetapi juga bagian dari keseluruhan kebugaran,” katanya.
Menurutnya, pendekatan kesehatan modern kini semakin holistik. Banyak pasien datang berkonsultasi bukan hanya untuk tampil lebih baik, tetapi karena merasa kondisi tubuhnya tidak lagi optimal.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan semakin meningkat. Menjaga keseimbangan hormon, mengelola stres, serta menerapkan pola hidup sehat menjadi kunci utama agar pria tetap produktif dan bugar di tengah tekanan kehidupan modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.