Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Terbatas
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Diabetes - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pengontrolan kadar gula darah penting dalam upaya untuk menekan risiko komplikasi akibat diabetes.
Hal ini disampaikan dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Umum Daerah Kepulauan Seribu dr. Nur Rahmah Oktariani Sp.PD dalam acara diskusi mengenai diabetes yang diikuti secara daring, ia mengatakan bahwa orang yang sudah didiagnosis mengalami diabetes dianjurkan rutin memeriksa kadar gula darah.
Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau Prolanis yang dijalankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kadar gula darah, indeks massa tubuh, tekanan darah, fungsi ginjal, dan fungsi hati.
"Kalau udah kena diabetes hampir semua organ kita juga bisa kena komplikasinya, dia bisa menyerang ke ginjal, dia bisa kena ke kulit juga bisa jangka panjangnya stroke, penyakit jantung, bisa juga keluhan-keluhan ke arah saraf rasa baal, kesemutan dan lain-lain, ke mata juga bisa," kata dokter Nur, Senin (14/4/2025).
"Kalau kadar gula darahnya terkontrol, kita harapkan komplikasi-komplikasi, keluhan yang menyertai tadi, juga bisa ikut terkontrol dengan baik meskipun kemungkinan untuk hilang sama sekali kecil, karena memang kalau sudah muncul ya akan ada seterusnya," ia menambahkan.
BACA JUGA: Pemanis Buatan Bisa Memicu Rasa Lapar Lebih Sering
Dokter Nur mengatakan bahwa gejala seperti penglihatan kabur serta tangan baal atau kesemutan pada pasien diabetes bisa jadi mengindikasikan masalah ginjal kronik.
Kalau penglihatan sudah mulai kabur atau mata menjadi rabun, ia melanjutkan, pasien diabetes sebaiknya menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan supaya bisa mendapatkan intervensi yang dibutuhkan.
Dokter juga mengingatkan pasien diabetes untuk menjaga diri agar terhindar dari masalah kesehatan yang lebih berat.
"Kayak kaki, jangan sampai kita pakai alas kaki sendal jepit, gampang kita kena batu, kena kerikil, karena sedikit luka saja bisa jadi masalah," kata dokter Nur.
"Pakai losion atau misalnya minyak zaitun supaya (kulit) tidak kering, kalau kering kan otomatis kita sering garuk-garuk, menyebabkan luka. Kemudian potong kuku secara teratur," ia menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pendakian Gunung Rinjani kembali dibuka terbatas mulai 1 September 2026. Pengawasan diperketat untuk mencegah kebakaran hutan saat musim kemarau
Pieter Huistra absen latihan PSS Sleman karena menghadiri rapat PSSI di Jakarta. Demerson memimpin latihan jelang laga kontra Bali United.
Mentan Amran Sulaiman memecat 13 pejabat Kementan karena terlibat judi online dan pelanggaran disiplin setelah peringatan diabaikan.
UU PDP mengatur denda administratif hingga 2% pendapatan tahunan perusahaan. Simak jenis sanksi dan mekanisme pengaduannya.
Muka air Waduk Sermo Kulonprogo turun hingga 132,2 mdpl. Meski debit sungai 0 m3 per detik, cadangan air masih aman.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan kesiapan anak masuk SD bukan hanya soal membaca, menulis, dan berhitung.