Awan Panas Merapi Meluncur 2 Km Pagi Ini, BPPTKG: Jauhi Zona Bahaya
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.
Foto ilustrasi sate. - Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Perayaan Iduladha identik dengan konsumsi daging kurban, baik sapi maupun kambing. Namun, bagi penderita hipertensi, konsumsi daging kerap menimbulkan kekhawatiran. Dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK, menegaskan bahwa daging kurban tetap aman dikonsumsi selama dalam batas wajar dan diolah dengan cara yang tepat.
Menurut Pande, setiap individu memiliki toleransi yang berbeda terhadap asupan protein hewani. Meski demikian, secara umum porsi aman konsumsi daging berkisar antara 75 hingga 100 gram per sekali makan. Batas ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan protein tanpa meningkatkan risiko kesehatan, khususnya bagi penderita hipertensi.
“Yang terpenting adalah mengontrol porsi dan tidak berlebihan,” ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa (26/5/2026).
Selain memperhatikan jumlah, cara mengombinasikan makanan juga menjadi kunci penting. Pande menyarankan agar konsumsi daging disertai dengan makanan kaya antioksidan seperti tomat, wortel, lobak, serta berbagai jenis bawang. Kandungan antioksidan ini dapat membantu menyeimbangkan efek lemak dari daging serta menjaga kesehatan metabolisme tubuh.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga asupan cairan dengan minum air putih yang cukup. Hal ini bertujuan untuk membantu proses metabolisme sekaligus mencegah lonjakan kadar kolesterol dalam darah.
Dalam hal pengolahan, masyarakat diimbau untuk menghindari bagian lemak dan jeroan karena berpotensi meningkatkan kadar kolesterol. Selain itu, metode memasak juga perlu diperhatikan. Mengolah daging dengan cara dibakar langsung di atas api sebaiknya dihindari karena dapat merusak kandungan protein dan menghasilkan zat yang berpotensi berbahaya bagi tubuh.
“Pengolahan yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap kualitas gizi yang kita konsumsi,” jelasnya.
Tak hanya daging, hidangan khas Iduladha lainnya seperti makanan bersantan juga perlu dikontrol. Pande mengingatkan bahwa konsumsi santan secara berlebihan, apalagi dalam beberapa hari berturut-turut, dapat meningkatkan asupan lemak dan berdampak pada keseimbangan kolesterol tubuh.
Ia juga menyoroti penggunaan santan instan yang umumnya mengandung natrium lebih tinggi dibandingkan santan segar. Selain itu, kebiasaan memanaskan ulang makanan bersantan berulang kali dinilai kurang baik karena dapat merusak komponen lemak nabati di dalamnya.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, penderita hipertensi tetap dapat menikmati hidangan Iduladha tanpa harus khawatir. Kunci utamanya adalah menjaga porsi, memilih bahan makanan dengan bijak, serta menerapkan cara memasak yang lebih sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.
Google hadirkan label "Created or edited with AI" pada iklan. Pengguna bisa cek di My Ad Center. Pengiklan pihak ketiga wajib ungkap manual. Transparansi iklan
Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Aceh, Jawa Tengah, Bali, dan NTB untuk memperkuat ketahanan pangan, pasokan air, serta pengendalian banji
Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Spanyol belum kebobolan, Belgia tajam usai menang 4-1 atas AS. Saksikan Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB di Lo
Satpol PP Kulonprogo menemukan ikan asin berformalin, boraks, serta puluhan jamu dan kosmetik tanpa izin edar dalam operasi gabungan di Pasar Glaheng dan Pasar
Suatu negara tentunya tidak hanya dibangun berdasarkan pondasi teks peraturan perundang-undangan semata. Secara filosofis, ia juga berdiri di atas suatu nilai