13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
Pada hari berikutnya Pranacitra masih berada di luar hutan, dan cuma mengutus beberapa penyelidik untuk mengetahui gerakan musuh. Ketika Panembahan Senopati mendengar laporan, bahwa yang di depan itu pasukan Tembayat, ia menyuruh seorang perwira memanggil pimpinan kelompok untuk menghadap.
Pranacitra yang tinggi besar berbadan kekar itu langsung berlutut.
“Ceritakan apa yang terjadi,” sabda Panembahan Senopati dengan halus.
Pranacitra menuturkan seluruh kejadian dengan rinci. Dan saat sang prabu mendengar, bahwa Mila Banowati, putri tersayangnya, ikut disandera oleh Damar, raja Mataram itu benar- benar tidak dapat menahan diri lagi. Putranya, Arumbinang, dibunuh. Putrinya, Mila Banowati, dijadikan tawanan. Nista apa lagi yang lebih hebat dari semua ini?! Terlalu!
“Rangga, siapkan pasukan secukupnya. Kita masuk hutan!” titahnya.
“Sendhika Rama,” jawab Raden Rangga. Wajah anak muda itu sangat gembira.
Dan di ketika Rangga bersuka hati itulah Damar sedang melamun seorang diri di pinggir sebuah anak sungai yang airnya sangat jernih. Ia duduk di mezbah batu hitam, dan memandang daun-daun kering diombang-ambingkan arus air. Pikirannya mengawang jauh. Semula yang dipikirkan adalah Pranacitra, yang ia bayangkan dengan geli, tentu senopati tinggi kekar bercambang lebat itu luar biasa jengkelnya. Tanpa sadar Damar tersenyum-senyum sendiri.
Kemudian Damar ingat Demang Ki Suradipa, dan air muka pemuda tampan itu berubah keruh. Ia benar-benar sangat geram mengingat kelicikan, kekejaman, kezaliman, juga keculasan Demang Tembayat itu. Betapa kesumat menggerogoti hatinya teringat pembunuhan atas kakek sekaligus gurunya, Begawan Sempani, dan sampai kini dendam itu belum tertunaikan. Ditambah fitnah ia membunuh Pangeran Arumbinang dan Ki Ageng Permana. Terlalu.
Damar sedang suntuk berpikir bagaimana dirinya bisa beroleh kesempatan bertemu muka dengan musuh besarnya itu. Tiba-tiba ia mendengar langkah kaki perlahan-lahan di belakangnya. Dengan ketangkasan mengagumkan Damar meloncat, dan seluruh ototnya meregang bersiaga.
“Ehh, aku kira Pranacitra, ternyata,” Muka Damar berubah kemerahan. Yang dianggap musuh ingin menyatroni itu adalah Latri Dewani.
“Kangmas kaget melihat aku kemari? Wajahmu tegang sekali,” Latri tersenyum manis.
“Sedikit terkejut, memang. Aku kira Pranacitra atau Suradi,” Damar tidak melanjutkan.
Telah beberapa kali Latri bercakap-cakap dengan Damar pada pelbagai kesempatan. Dua remaja itu cepat akrab dikarenakan masing-masing bersikap ramah, sehingga melenyapkan segan dan malu. Justru terhadap Dinar, yang juga ganteng berambut mengombak itu, Latri masih agak kaku. Penyebabnya karena jejaka jenaka itu tanpa sungkan selalu menunjukkan rasa sayangnya.
“Kangmas melamun ya? Apa yang dilamunkan?” tanya Latri menggoda.
“Benar! Aku tadi melamun, dan tidak menyangka engkau yang datang. Maklumlah Latri, suasana di dalam hutan ini memerlukan sikap ekstra waspada. Sedikit saja kita terlena, akibatnya sangat membahayakan,”jawab Damar serius.
“Engkau memang tangkas, Kangmas. Namun, sepertinya ada bidadari, entah dari mana, sedang engkau lamunkan,” Latri tertawa, tapi sekilas ada sedikit mendung di paras cantiknya.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 049
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Apple dikabarkan melobi pemerintah AS untuk akses chip CXMT di tengah krisis pasokan memori akibat lonjakan permintaan AI global.
Android 17 dikabarkan membawa fitur foldable gaming mode yang mengubah ponsel lipat menjadi konsol genggam dengan kontrol virtual.
Aljazair vs Austria imbang 1-1 di Grup J Piala Dunia 2026 membuat peluang Iran lolos ke 32 besar semakin terancam.
Argentina unggul 2-0 atas Yordania di babak pertama Piala Dunia 2026 meski tanpa Messi berkat gol Lo Celso dan Lautaro Martinez.
Nadhif Basalamah mengungkap menjadi korban pelecehan daring di X dan TikTok yang memicu reaksi luas dan dukungan publik.