Advertisement

Stres Saat Hamil Bisa Pengaruhi Janin, Ini Penjelasan Dokter

Maya Herawati
Rabu, 25 Februari 2026 - 12:07 WIB
Maya Herawati
Stres Saat Hamil Bisa Pengaruhi Janin, Ini Penjelasan Dokter Pemeriksaan ibu hamil. / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Stres saat hamil menjadi kekhawatiran banyak ibu karena dikhawatirkan memengaruhi pertumbuhan janin. Dokter menjelaskan bahwa stres memang tidak selalu berbahaya, tetapi stres berkepanjangan dapat berdampak pada kondisi tubuh ibu dan perkembangan bayi.

Kehamilan sering dipersepsikan sebagai fase membahagiakan, tetapi pada kenyataannya masa ini juga dapat memicu kebingungan, kelelahan, hingga tekanan emosional. Kondisi tersebut membuat sebagian calon ibu bertanya-tanya apakah stres yang dirasakan dapat memengaruhi kesehatan bayi di dalam kandungan.

Advertisement

Menurut Konsultan Ginekologi dan Kebidanan di Rumah Sakit Wockhardt Mumbai Central, Dr. Indrani Salunkhe, stres sesekali merupakan kondisi yang normal dan umumnya tidak membahayakan janin. Namun, tekanan emosional yang berlangsung lama dapat memengaruhi fungsi tubuh selama kehamilan karena peningkatan hormon kortisol yang berpotensi berdampak pada aliran darah menuju plasenta.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa stres bukan satu-satunya faktor yang menentukan kondisi bayi. Pertumbuhan janin tetap dipengaruhi berbagai aspek lain seperti nutrisi, kesehatan ibu, serta pemantauan medis selama kehamilan.

Stres Harian Umumnya Tidak Berbahaya

Dr. Salunkhe menjelaskan bahwa tekanan sehari-hari seperti pekerjaan yang melelahkan, kekhawatiran finansial, rasa cemas sebelum pemeriksaan USG, atau perubahan emosi sesaat merupakan hal yang masih bisa ditoleransi tubuh. Sistem biologis manusia dirancang untuk menghadapi lonjakan stres jangka pendek tanpa menyebabkan dampak serius pada janin.

Masalah mulai muncul ketika stres menjadi kondisi yang berlangsung terus-menerus. Stres kronis dapat memengaruhi kualitas tidur, pola makan, serta tingkat energi ibu hamil. Dalam jangka waktu panjang, perubahan tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan bayi secara tidak langsung karena kondisi fisik ibu ikut terganggu.

Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengenali kapan tekanan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan segera mencari cara untuk mengelolanya.

Kesehatan Emosional Sama Pentingnya dengan Fisik

Stres saat hamil tidak selalu tampak jelas. Beberapa ibu mungkin merasakan kecemasan hampir setiap hari, kesedihan tanpa sebab yang nyata, atau kesulitan menjalani aktivitas sederhana. Tanda emosional seperti ini perlu mendapat perhatian yang sama dengan keluhan fisik.

Dr. Salunkhe menekankan bahwa meminta bantuan atau dukungan selama kehamilan adalah hal yang wajar. Pemeriksaan rutin membantu tenaga medis memantau kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Jika stres dikenali lebih awal, perubahan gaya hidup sederhana serta dukungan emosional sering kali sudah cukup untuk memberikan dampak positif.

Pendekatan Holistik dalam Mengelola Stres Kehamilan

Selain pendekatan medis, pandangan holistik juga menilai bahwa stres ibu hamil dapat memengaruhi hubungan emosional antara ibu dan bayi. Instruktur Pranic Healing Sumi Lazar menjelaskan bahwa kondisi emosional ibu berperan dalam kenyamanan fisik selama kehamilan.

Menurutnya, stres berkepanjangan dapat memicu keluhan seperti nyeri tubuh, kelelahan, hingga gangguan hormonal. Latihan pernapasan, meditasi, dan relaksasi terbimbing dapat membantu menenangkan pikiran sehingga tubuh berfungsi lebih optimal, termasuk kualitas tidur dan nafsu makan ibu.

Kesejahteraan Ibu Menjadi Kunci Kesehatan Janin

Baik pendekatan medis maupun holistik sepakat bahwa kesehatan bayi sangat bergantung pada kondisi ibu. Pengelolaan stres tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Kebiasaan sederhana seperti makan teratur, istirahat cukup, aktivitas ringan seperti berjalan kaki, serta berbagi cerita dengan orang terdekat dapat membantu menjaga keseimbangan emosional selama kehamilan.

 

Dukungan dari pasangan, keluarga, teman, maupun tenaga kesehatan juga berperan penting dalam mengurangi kecemasan. Apabila tekanan emosional terasa berat, bantuan profesional tetap menjadi langkah yang tepat karena masa kehamilan bukan waktu yang ideal untuk menghadapi stres sendirian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : The Times of India

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Adies Kadir Diumumkan Pekan Ini

Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Adies Kadir Diumumkan Pekan Ini

News
| Rabu, 25 Februari 2026, 12:57 WIB

Advertisement

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah

Wisata
| Selasa, 24 Februari 2026, 13:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement