Lereng Barat Daya Merapi Diguyur Deras, Warga Diminta Waspada
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Cemilan keripik - StockCake (Foto oleh AI)
Harianjogja.com, JAKARTA—Kebiasaan mengonsumsi camilan asin pada sore hari ternyata dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi tanpa disadari. Ahli gizi menjelaskan bahwa asupan natrium berlebih secara rutin dapat memengaruhi volume darah dan kesehatan pembuluh darah dalam jangka panjang.
Penurunan energi pada sore hari merupakan kondisi yang umum dialami banyak orang, biasanya sekitar pukul 14.00 hingga 15.00. Pada waktu tersebut, fokus menurun dan tubuh terasa lelah sehingga camilan asin tinggi karbohidrat sering menjadi pilihan cepat untuk memulihkan energi hingga akhir aktivitas.
Amy Brownstein, M.S., RDN, pakar nutrisi sekaligus Registered Dietitian Nutritionist asal Los Angeles, Amerika Serikat, seperti dikutip Eatingwell, Rabu (25/2/2026), menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi camilan asin secara rutin dapat meningkatkan tekanan darah secara perlahan karena kandungan natrium yang tinggi.
Meski sesekali mengonsumsi keripik atau pretzel tidak selalu bermasalah, kebiasaan menjadikannya sebagai konsumsi harian dapat memicu peningkatan tekanan darah secara bertahap. Tekanan darah tinggi sendiri diketahui berkaitan erat dengan risiko penyakit jantung dan stroke.
Ahli diet terdaftar sekaligus spesialis kardiologi preventif Michelle Routhenstein menjelaskan bahwa hubungan antara camilan asin dan tekanan darah berkaitan dengan kandungan natrium yang tinggi, yang dapat memengaruhi berbagai mekanisme dalam tubuh.
Kebiasaan Camilan Asin dan Dampaknya pada Tekanan Darah
Mengonsumsi camilan asin dapat memengaruhi tekanan darah baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang melalui beberapa proses fisiologis. Salah satunya adalah kecenderungan makan berlebihan karena produk camilan asin sering dirancang sangat lezat secara buatan atau “hyperpalatable”, sehingga memicu sistem penghargaan di otak dan membuat seseorang ingin terus makan.
Selain berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan, konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang juga dapat memicu perubahan pada pembuluh darah.
"Seiring waktu, rutin mengonsumsi makanan tinggi garam dapat membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku dan kurang mampu berelaksasi," jelas Michelle Routhenstein.
Pembuluh darah yang kaku meningkatkan risiko penumpukan plak pada arteri, yang kemudian memperbesar kemungkinan terjadinya serangan jantung maupun stroke.
Kandungan natrium yang tinggi juga menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini meningkatkan volume darah yang mengalir dalam pembuluh sehingga tekanan pada dinding arteri ikut meningkat. Situasi tersebut diibaratkan seperti tekanan air yang meningkat dalam selang, yang jika terjadi terus-menerus dapat merusak pembuluh darah.
Selain itu, asupan natrium berlebih dapat memengaruhi fungsi sensor tekanan darah alami tubuh yang disebut baroreseptor. Sensor ini biasanya membantu tubuh menyesuaikan tekanan darah, tetapi jika terbiasa dengan kadar natrium tinggi, sensitivitasnya dapat menurun sehingga tekanan darah lebih sulit dikendalikan.
Cara Mengelola Tekanan Darah di Sore Hari
Mengelola kebiasaan sore hari menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Beberapa faktor gaya hidup juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung, termasuk konsumsi suplemen, hidrasi, dan aktivitas fisik.
Beberapa suplemen herbal, seperti St. John’s wort, diketahui dapat meningkatkan tekanan darah atau mengganggu efektivitas obat hipertensi sehingga perlu diperhatikan.
Latihan pernapasan sadar atau mindful breathing juga dapat membantu mengurangi stres pada sore hari. Penelitian menunjukkan latihan pernapasan dapat menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 5 mmHg dan diastolik sekitar 3 mmHg.
Kondisi dehidrasi juga dapat membuat tekanan darah lebih sulit dikendalikan, sehingga menjaga asupan cairan sepanjang hari menjadi penting. Selain itu, konsumsi kafein berlebihan, terutama pada sore hari, dapat memicu lonjakan tekanan darah sementara dan mengganggu kualitas tidur. American Heart Association merekomendasikan konsumsi kafein kurang dari 300 miligram per hari.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan cepat atau bersepeda santai pada sore hari juga dapat membantu menurunkan tekanan darah serta menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.
Untuk pilihan camilan yang lebih sehat, makanan kaya kalium seperti buah segar, sayuran, biji labu tanpa garam, atau yogurt tawar dapat membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh sehingga tekanan darah lebih terkontrol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Eatingwell
Hujan deras di lereng barat daya Merapi picu risiko lahar dan awan panas. Warga diminta menjauhi sungai berhulu Merapi.
Nanik S. Deyang segera dilantik sebagai Kepala BGN. Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal.
Kasus TKD Condongcatur menjadi perhatian Pemkab Sleman. Harda Kiswaya meminta lurah memahami regulasi agar pelanggaran tidak terulang.
Pelaku pencurian rokok di Tomira Sentolo ditangkap polisi. Modusnya mengaku anggota Resmob dan membawa korek api mirip senjata.
Dadan Hindayana beberapa kali menuai kontroversi saat memimpin BGN, mulai susu 2 liter hingga polemik program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Bantul menyiapkan aturan denda bagi pelanggaran bangunan dan tata ruang untuk mendongkrak pendapatan PBG hingga Rp10 miliar pada 2027.