RSUD Banyumas Resmikan Cathlab BPJS, Pasien Jantung Tak Perlu Dirujuk
RSUD Banyumas meluncurkan layanan Cathlab yang terintegrasi BPJS Kesehatan untuk mempercepat penanganan pasien jantung tanpa rujukan keluar daerah.
Penjual melayani pembeli rokok di Jakarta, Rabu (19/9/2018)./ANTARA-Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JAKARTA - Pola hidup mempengaruhi kesehatan. Hal ini terbukti pada hasil penelitian yang dilakukan di Tiongkok. Penelitian terbaru di Tiongkok membuktikan bahwa orang yang menderita kanker di negara tersebut dikarenakan konsumsi rokok pada laki-laki dan kurangnya asupan buah pada perempuan.
Hasil penelitian yang dikutip dari jurnal internasional The Lancet di Jakarta, Jumat (8/2/2019), menunjukkan bahwa hampir separuh dari kematian akibat kanker di Tiongkok dikarenakan 23 faktor risiko yang utamanya disebabkan konsumsi rokok aktif bagi laki-laki dan kurang asupan buah pada perempuan.
“Sekitar 1.036.004 kematian akibat kanker (45,2 persen dari total kematian kanker) di Tiongkok tahun 2014 pada orang dengan usia di atas 20 tahun diatribusikan pada 23 faktor risiko. Kelompok populasi yang diatribusikan lebih banyak pada laki-laki (51,2 persen) dibanding perempuan (34,9 persen), dengan faktor risiko paling utama sebagai perokok aktif bagi laki-laki dan kurangnya asupan buah pada perempuan,” tulis hasil penelitian tersebut.
Penelitian yang baru dirilis pada 5 Februari 2019 tersebut menggunakan data penyakit kanker dewasa pada 2014 di 978 tingkat kabupaten pada 31 provinsi seluruh Tiongkok.
Kematian akibat kanker yang mendekati 2,21 juta orang pada 2017 di Tiongkok, atau berkontribusi 24,85 persen total kematian di Tiongkok, tersebut juga disebabkan oleh faktor risiko lain yakni terinfeksi virus hepatitis B, kelebihan berat badan, dan infeksi virus HPV.
Dalam penelitian tersebut juga diterangkan bahwa terkena paparan partikulat PM2,5 (partikel udara yang lebih kecil dari 2,5 mikrometer), serta konsumsi alkohol turut memengaruhi terjangkit penyakit kanker.
Secara garis besar nasional jika diurutkan berdasar usia, faktor risiko kematian akibat kanker memuncak di rentang usia 35-54 tahun.
Dengan faktor risiko paling memengaruhi ialah pola hidup tidak sehat seperti merokok, infeksi virus, pola makan yang bisa berakibat pada kegemukan dan diabetes, serta faktor lingkungan seperti paparan polusi.
Jumlah populasi kematian akibat kanker yang berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dicegah di Tiongkok hampir menyerupai negara Jepang dengan 46,2 persen dan Amerika 45,1 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
RSUD Banyumas meluncurkan layanan Cathlab yang terintegrasi BPJS Kesehatan untuk mempercepat penanganan pasien jantung tanpa rujukan keluar daerah.
Jadwal KRL Solo–Jogja Minggu 7 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan. Stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton dan dinilai aman untuk menjaga harga beras.
Anggota Polres Tuban berinisial TS meminta maaf atas video viral yang melibatkan dirinya. Korban menerima permintaan maaf dan memilih jalur damai.
Seorang bidan RSUD Besuki ditemukan meninggal di drainase Pantura Situbondo. Polisi menyelidiki dugaan pembunuhan dan melakukan olah TKP.
Kim Jong Un mengungkap rencana pengembangan senjata bawah air rahasia sebagai bagian dari modernisasi angkatan laut Korea Utara.