Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Getarannya Terasa hingga Jogja
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Film Jogja RBMT masuk kompetisi utama Shanghai International Film Festival 2026 dan bersaing di tujuh kategori penghargaan bergengsi. /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA—Industri perfilman Indonesia kembali mendapat sorotan di panggung internasional. Film karya sineas Jogja berjudul Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang (RBMT) atau My Own Last Supper berhasil menembus kompetisi utama Shanghai International Film Festival (SIFF) 2026 dan akan bersaing dalam tujuh kategori penghargaan bergengsi.
Keberhasilan film asal Jogja tersebut menjadi capaian penting bagi perfilman nasional karena SIFF merupakan salah satu festival film paling prestisius di Asia. Film produksi Matta Cinema Production bersama Ruang Basbeth Bercerita itu dijadwalkan menjalani pemutaran perdana dunia (world premiere) pada 12–21 Juni 2026 di Shanghai, China.
Tidak hanya lolos ke panggung kompetisi utama (main competition), RBMT juga berhasil mengamankan nominasi pada tujuh kategori sekaligus. Deretan nominasi tersebut meliputi Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, serta Best Outstanding Artistic.
Pencapaian tersebut melanjutkan perjalanan panjang proyek film ini yang sebelumnya telah menarik perhatian pelaku industri internasional saat diperkenalkan dalam Asian Content and Film Market pada gelaran Busan International Film Festival tahun lalu.
"Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami, bisa mewakili Indonesia dalam ajang festival film kelas dunia seperti SIFF," kata Nugroho Dewanto, CEO dan produser Matta Cinema Production (MCP).
Nugroho menjelaskan film RBMT mengangkat kisah yang berfokus pada pergulatan identitas, trauma, dan perjalanan hidup seorang tokoh utama dari komunitas Tionghoa Indonesia. Cerita tersebut dikemas dalam narasi yang kuat dengan pendekatan psikologis dan sosial yang mendalam.
Film RBMT, menurut Nugroho, "Mengisahkan seorang pria tua Tionghoa yang mengalami trauma psikologi dan politik, karena identitas etnisnya".
Tema tersebut kemudian dieksplorasi lebih jauh oleh sutradara ismailBASBETH melalui karakter utama bernama Encek. Tokoh ini menjadi pintu masuk bagi penonton untuk memahami berbagai pengalaman sosial dan emosional yang dialami kelompok minoritas Tionghoa di Indonesia dari masa ke masa.
"Kami ingin menyentuh dan mengajak penonton agar mampu memahami apa yang terjadi dalam hidup Encek, dalam sebuah cerita tentang trauma generasi yang berhasil diputus oleh seseorang yang berani mengubah nasib diri dan keluarganya," ujar ismailBASBETH.
Kekuatan cerita RBMT juga berasal dari akar literasinya. Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Wisnu Suryaning Adji yang kemudian diterjemahkan ke medium layar lebar dengan pendekatan sinematik yang kuat.
Dari sisi pemeran, film ini menghadirkan sejumlah nama yang sudah dikenal luas di dunia perfilman Indonesia seperti Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Soleiman. Kehadiran para aktor senior tersebut dipadukan dengan sejumlah talenta baru yang menjalani debut mereka melalui film ini.
Beberapa pendatang baru yang terlibat di antaranya Jessy Davita dan Nicholas Anderson. Selain itu, film ini juga menghadirkan kejutan dengan keterlibatan pengamat politik Rocky Gerung yang tampil di depan kamera sebagai bagian dari jajaran pemain.
Keikutsertaan RBMT dalam Shanghai International Film Festival 2026 menjadi momentum penting bagi Matta Cinema Production untuk kembali menunjukkan eksistensinya di industri film nasional maupun internasional. Ajang tersebut sekaligus membuka peluang lebih luas bagi karya-karya sineas Jogja untuk mendapatkan perhatian publik global.
Setelah menyelesaikan rangkaian pemutaran dan kompetisi di SIFF 2026, film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang dijadwalkan melanjutkan perjalanannya ke pasar domestik. Manajemen produksi memastikan film ini akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada akhir 2026 sehingga publik Tanah Air dapat menyaksikan langsung karya yang membawa nama Indonesia ke salah satu festival film paling bergengsi di Asia tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M5,4 mengguncang Cilacap saat salat Jumat. Getaran dirasakan hingga Jogja dan BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 6 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 6 September 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarif Rp8.000.
Berikut 12 mobil Jepang yang dikenal irit BBM di Indonesia, mulai dari Brio, Ayla, Sigra hingga Yaris Cross Hybrid dan Innova Zenix Hybrid.
Bappenas dan Dewan Pers memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem pers BEJO’S sebagai mitra strategis pembangunan nasional.
Sejumlah reklame di Sleman ditutup karena belum membayar pajak. Penertiban sejak Juli 2026 mulai mendorong pemilik reklame melunasi kewajibannya.